Adakan Halal Bihalal, PWK Diajak Berinvestasi Dan Membangun Klaten

Anggota dan Pengurus PWK berfoto bersama sejumlah tokoh masyarakat Klaten di akhir acara halal bihalal yang diadakan di Pendapa Kabupaten Klaten, Sabtu (13/4/2024).

WartaKita.org – Paguyuban Warga Klaten (PWK) menggelar halal bihalal di Pendapa Kabupaten Klaten, Sabtu (13/4/2024).

Acara halal bihalal ini dihadiri sejumlah tokoh Klaten dan seratusan anggota PWK yang berada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) dan sekitarnya.

Bacaan Lainnya

Halal bihalal kali ini mengusung tema “Mempererat silaturahmi dan membangun sinergi bersama untuk masa depan yang lebih baik”.

Ketua Paguyuban Warga Klaten Supriyanto dalam sambutan menyampaikan, inti dari kegiatan halal bihalal ini adalah untuk menyambung silaturahim kepada masyarakat dan para tokoh di Kabupaten Klaten.

“Ini adalah event halal bihalal PWK yang pertama kali. Dan alhamdulillah, kita bisa bertemu, berkumpul bersama di sini. Karena silaturahim itu adalah ajaran Nabi Muhammad SAW. Dengan silaturahim, tentunya kita akan dimudahkan rejekinya oleh Allah, dan dipanjangkan umur kita,” katanya.

Supriyanto menyatakan, teman-teman perantau di Jabodetabek itu sebenarnya memiliki potensi yang luar biasa.

“Maka kita selalu ingatkan kepada teman-teman. Bagi kalian yang sudah mampu, mohon bantu Klaten. Caranya bagaimana? Ya, berinvestasilah di Klaten. Buatlah sesuatu di Klaten,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Supriyanto mengatakan, sampai saat ini, penginapan di Klaten masih kurang. Jumlah hotel juga masih terbatas.

Nah, kita sudah ajak teman-teman di perantuan untuk ayo, bangun hotel di Klaten. Karena biasanya kalau kita itu liburan di Klaten, tetapi nginep-nya di Jogja atau di Solo. Mudah-mudahan teman-teman di perantauan mendengar, dan nanti kedepan bisa membantu Klaten untuk lebih maju,” harapnya.

Bagi anggota PWK yang baru, yang beberapa waktu lalu ikut program Mudik Gratis, Supriyanto berharap, mereka menjadi duta-duta ekonomi Klaten. Konkretnya, mereka kalau ke Jakarta membawa produk-produk Klaten untuk dipasarkan di Jakarta, di Jabodetabek, dan bahkan di tingkat nasional.

“Ini nilai strategisnya. Jadi harapan kita, para perantau yang sukses berinvestasi di Klaten. Tetapi yang belum sukses, atau masih belajar, silakan bawa produk-produk Klaten. Menjadi duta-duta ekonomi dari Klaten. Sehingga harapan kita, pendapat asli daerah Klaten akan bisa meningkat. Dengan demikian, masyarakat Klaten akan lebih makmur,” ungkapnya.

Sebagian Pengurus PWK berfoto bersama sejumlah tokoh masyarakat Klaten di akhir acara halal bihalal yang diadakan di Pendapa Kabupaten Klaten, Sabtu (13/4/2024).

Sedang Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya dalam sambutan mengatakan, atas nama pribadi dan mewakili Pemerintah Kabupaten Klaten, pihaknya mengapresiasi kepada PWK yang telah mengadakan halal bihalal yang pertama kali ini.

“Semuanya itu kalau tidak nekad, tidak ada yang mengawali, ya tidak akan berjalan. Maka, ini adalah awal dari semangat PWK. Dan ini perlu diapresiasi,” tandasnya.

Yoga Hardaya berpesan agar PWK ini tidak hanya mengurusi para perantau yang di Jabodetabek saja. Karena warga Klaten itu juga ada dimana-mana, dan di hampir semua kota di Indonesia.

“Harapan kita, semua kota di Indonesia itu ada Cabang PWK-nya. Sehingga kedepan bisa dikoordinir, para warga yang akan pulang ke kampung halamannya untuk mudik bersama keluarganya,” harapnya.

Yoga berberharap, warga Klaten yang ada di perantuan untuk sering pulang ke kampung halaman, untuk menengok sanak saudaranya, dan membantu masyarakat Kabupaten Klaten.

Sementara itu Ustaz Abdullah Sungkono dalam Hikmah Balal Bihalal mengemukakan, manusia harus menguasai berbagai ilmu. Tetapi jangan melupakan urusan akherat.

“Maka carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah SWT kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi,” pesannya.

Ketua Alumni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Klaten ini mengajak hadirin untuk sering ngaji atau ngatur jiwa. Hal ini supaya mereka menjadi mutmainah atau hidupnya tenang, dan keluarga menjadi shakinah.

Insyaallah, kalau kita dekat dengan Tuhan, maka hidup kita akan tenang. Maka kalau ada masalah hidup, dekatlah dengan yang memberi kehidupan, yaitu Allah SWT. Caranya ya dengan ngibadah, dengan ngaji, dengan dzikir, dan sebagainya,” paparnya.

Dalam halal bihalal ini turut mengundang Wakil Menteri Desa dan PDTT Prof Paiman Raharjo, Prof Thomas Suyatno, Prof Sutomo, AKBP (Purn) Prihadi Mulyatno, Dr Mardiyana, Dr Y Nanang Marjiyanto, dan Nick Nurochman.

Usai penyampaian hikmah, dilanjutkan dengan ikrar halal bihalal, saling bersalam-salaman, dan foto bersama.

Pos terkait