Andalkan Potensi Pertanian Lokal, Kabisat Paseban Bayat Berkomitmen Wujudkan Anak Dan Generasi Sehat

Komunitas Anak Balita Ibu Sehat (Kabisat) bersama Pemerintah Desa Paseban, Bayat berkomitmen mewujudkan generasi yang sehat dengan mengandalkan potensi pertanian dan pemberdayaan desa.

WartaKita.org – Usaha untuk mewujudkan anak – anak dan generasi yang sehat di Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten terus dilakukan.

Sekitar 50 ibu kader PKK yang tergabung dalam Komunitas Anak Balita Ibu Sehat (Kabisat) bersama Pemerintah Desa (Pemdes) Paseban berkomitmen mewujudkan generasi yang sehat dengan mengandalkan potensi pertanian dan pemberdayaan desa.

Bacaan Lainnya

Salah satu tokoh Kabisat yang juga Kordinator Rumah Desa Sehat (RDS) Ekasari di sela acara Lomba Krenova se Subosukawonosraten di Pendapa Kabupaten Klaten pada Selasa (8/7/2025) mengatakan, komunitasnya berdiri dengan semangat pemberdayaan perempuan dan potensi desa.

“Kabisat itu terdiri dari kader PKK, kader Posyandu, kader PAUD, Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) dan remaja. Kegiatan utamanya adalah meningkatkan kesehatan bayi dan ibu hamil. Kami bekerja sama dengan Gapoktan untuk penyediaan bahan makanan sehat untuk makanan tambahan bagi balita, bumil (ibu hamil) dan posyandu lansia,” jelasnya.

Ekasari menyatakan, untuk penyediaan makanan tambahan, selain menggaet Gapoktan, Kabisat juga sudah membangun dapur sehat bersama. Keberadaan dapur sehat ini untuk menjaga kualitas gizi makanan tambahan bagi anak – anak.

“Kami punya dapur Dasyat, yakni Dapur Sehat Kabisat. Hasil pertanian dari Gapoktan desa dimasak bareng – bareng kader Kabisat. Jadi, kami juga memberdayakan hasil pertanian desa seperti  bahan sayur, buah, dan lain – lainnya yang berasal dari petani Desa Paseban, sehingga lebih hemat dan sehat,” ujarnya.

Sedang kader Kabisat lainnya, Ratna Trisilawati menjelaskan, Pemerintah Desa Paseban mendukung dan sangat membantu program Kabisat. Salah satunya melalui dukungan anggaran desa.

“Dari tahun ke tahun dukungan Pemerintah Desa Paseban terus meningkat. Sejak berdiri tahun 2017, untuk kebutuhan Kabisat dibantu anggaran dari Pemerintah Desa. Dan pada tahun 2025 ini, kami dibantu anggaran Rp500 juta. Anggaran ini selain untuk sarana prasana dapur Dasyat,  juga untuk pengadaan bahan makanan dan insentif para kader,” terangnya.

Disinggung harapannya terkait keberlangsungan Kabisat, wanita yang akrab disapa Lila itu berharap, Pemerintah Kabupaten Klaten bisa mendorong gerakan yang sama di semua desa.

“Kami sudah minta kepada Bupati Klaten agar semua desa di Klaten ada gerakan seperti Kabisat. Saya kira semua desa sudah ada (kegiatan sejenis), hanya memang perlu di-branding. Program  Kabisat di Paseban ini sudah bisa dinikmati dan menyasar sebanyak 36 bumil, 350 balita, 500 remaja dan 500 posyandu lansia. Program andalan kami adalah Dapur Dasyat Kabisat, Paseban Emas (edukasi masyarakat), posyandu lansia, dan pemberdayaan produk pertanian lokal. Target kami, stunting di Paseban menurun dari angka 20 persen, dan mewujudkan desa layak anak,” ucap Lila.

Pos terkait