Adakan Natal Bersama, Umat Kristiani PWRI Klaten Diajak Semakin S3

Pj Sekda Klaten Jaka Purwanto didampingi Camat Klaten Selatan Ana Fajria Hidayati, Rama FX Krisno Handoyo, Pr, Penasihat WKRI Klaten Margono Notopertomo, dan Ketua Panitia Natal YF Sri Mulyadi menyalakan lilin Natal yang diiringi lagu Malam Kudus.

Warta Kita.org – Umat Kristiani Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Klaten mengadakan Natal Bersama di Pendapa Kabupaten Klaten pada Sabtu (10/1/2026) pagi.

Perayaan Natal ini dihadiri sekitar 400 orang.

Bacaan Lainnya

Ketua Panitia Natal Bersama Umat Kristiani PWRI Kabupaten Klaten, YF Sri Mulyadi dalam laporan penyampaikan, natal bersama kali ini merupakan kegiatan ketiga sejak perayaan Natal dijadikan agenda tahunan PWRI Klaten.

“Kami bersyukur bisa mengadakan perayaan Natal Umat Kristiani PWRI Kabupaten Klaten di Pendapa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten yang megah ini. Terima kasih atas kehadiran umat Kristiani PWRI yang berdasarkan presensi sudah lebih dari 90 persen yang hadir. Terima kasih kepada para donatur tunggal (umat kristiani PWRI) yang telah berkenan mendukung perayaan Natal ini,” katanya.

YF Sri Mulyadi menjelaskan, tema yang dipilih dalam perayaan Natal kali ini adalah “Allah hadir untuk menyelamatkan keluarga”.

“Untuk itu, kami mohon rama untuk berkenan menyampaikan hikmah Natal, sehingga kami semakin menjadi umat kristiani yang madhep, mantep mengikuti Yesus. Kami juga mohon arahan dan bimbingan dari Bapak Ketua PWRI Klaten dan Bapak Bupati Klaten untuk menguatkan iman kami dalam menyongsong kehadiran Sang Juru Selamat kami ini,” ujarnya.

Sedang Rama FX Krisno Handoyo, Pr dalam hikmah Natal menyatakan, Natal menjadi momen untuk mengenang perjalanan hidup para anggota PWRI selama ini.

“Dari saat masih berusia muda sampai usia tua. Dari masih gagah perkasa, sampai lemah dan mulai tidak berdaya,” ungkap rama.

Rama FX Krisno Handoyo, Pr saat menyampaikan hikmah Natal.

Rama yang saat ini berkarya di Paroki Roh Kudus Kebonarum itu mengungkapkan, setidaknya ada tiga makna dalam merenungkan tema Natal kali ini.

Pertama, Allah hadir dalam kesederhanaan.

“Yesus lahir ke dunia dalam wujud bayi mungil. Ini menandakan bahwa Allah hadir dalam bentuk yang prasaja, yang sederhana. Karena itu, Natal adalah kabar baik bagi keluarga kita. Allah senantiasa hadir dalam peristiwa-peristiwa keseharian kita,” terang rama.

Kedua, Alah menyelamatkan keluarga lewat ketaatan.

“Semua keluarga tentu punya masalah. Karena tidak ada keluarga yang sempurna. Maka, kita jangan mudah marah. Kita harus (belajar) sabar. Seperti Yusuf (suami Maria), yang tidak mencari kambing hitam. Tetapi ia taat kepada perintah Allah. Anggota PWRI juga perlu belajar seperti itu. Belajar disiplin. Taat, bukan karena takut pada aturan, tapi karena cinta,” jelas rama,

Ketiga, Allah mau menyelesaikan permasalahan keluarga yang mau membuka diri.

“Yesus itu juga disebut Imanuel, yang berarti Allah menyertai kita. Saat tubuh kita mulai tua, lemah, dan lelah, maka seringlah berdoa, berbicara dari hati ke hati, dan jangan mengeluh. Kita harus naik ke level ke S3, yaitu sumarah, sumeleh, dan sumangga. Ora sah neka-neka. Dan yang penting juga, harus ada kerelaan untuk saling mengampuni. Itulah cara Allah menyelamatkan keluarga kita,” tandas rama.

Sementara itu Ketua PWRI Kabupaten Klaten Bambang Sulistiyanto dalam sambutan mengatakan, kegiatan Natal bersama ini merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai dasar PWRI yang dikenal dengan Panca Ubaya, yang salah satunya adalah meneguhkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“PWRI meyakini bahwa para purnawirawan, meskipun telah purna tugas secara kedinasan, tetap memiliki peran strategis sebagai potensi pembangunan nasional. PWRI hadir sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa, tetap berkomitmen untuk berkontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara, sesuai dengan kemampuan, pengalaman, serta pengetahuan yang dimiliki,” tuturnya.

Bambang Sulistiyanto menambahkan, PWRI Kabupaten Klaten bertekad untuk terus bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan seluruh elemen masyarakat.

“Kami menyadari bahwa hidup bukan semata-mata kompetisi, melainkan pengabdian. Dengan modal pengalaman dan kebijaksanaan, PWRI ingin terus berbakti kepada Ibu Pertiwi, meskipun dalam keterbatasan fisik karena usia,” tandasnya.

Pj Sekda Klaten Jaka Purwanto saat menyampaikan sambutan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo.

Terkait, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo yang diwakili Pj Sekda Klaten Jaka Purwanto dalam sambutan menyampaikan, atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Klaten mengucapkan Selamat Natal 2025 dan Selamat Tahun Baru 2026 kepada seluruh umat Kristiani, khususnya keluarga besar PWRI Kabupaten Klaten.

“Kiranya damai Natal senantiasa memenuhi hati kita semua, membawa harapan baru, memperkuat kasih, serta meneguhkan semangat pengabdian bagi sesama, masyarakat, dan bangsa,” kata Bupati.

Bupati Klaten menyatakan, Natal bukan sekadar perayaan seremonial atau rutinitas tahunan, melainkan momentum spiritual yang sarat makna. Natal mengajarkan tentang kasih, kerendahan hati, pengorbanan, dan pengharapan. Nilai-nilai inilah yang sangat relevan dengan perjalanan hidup para anggota PWRI, yang sepanjang hayatnya telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktu bagi bangsa dan negara.

“Para wredatama adalah saksi sejarah pembangunan, penjaga nilai-nilai luhur birokrasi, serta teladan integritas bagi generasi penerus. Meskipun telah purna tugas, kontribusi bapak dan ibu sekalian tidak pernah benar-benar usai. Pengalaman, kearifan, dan keteladanan yang dimiliki merupakan modal sosial yang sangat berharga bagi Kabupaten Klaten. Oleh karena itu, peringatan Natal PWRI hari ini bukan hanya perayaan iman, tetapi juga wujud rasa syukur atas perjalanan panjang pengabdian, serta komitmen untuk terus berkarya sesuai peran masing-masing di tengah masyarakat,” pesan Bupati.

Perayaan Natal Bersama umat Kristiani PWRI Klaten ini berlangsung meriah.

Acara diisi dengan penampilan paduan suara dari PWRI Kecamatan Cawas, penyalaan lilin yang diiringi lagu Malam Kudus, sambutan, hikmah Natal, tampilan line dance, vocal tunggal, dan pengumpulan dana untuk mendukung kegiatan pembinaan iman WKRI Klaten.

 

Pos terkait