Bekali OMK, Tim Komsos Paroki Boyolali Adakan Pelatihan Jurnalistik Dan Videografi

Para peserta dan panitia pelatihan jurnalistik dan videografi berfoto bersama narasumber.

WartaKita.org – Tim Kerja Komunikasi Sosial (Komsos) Paroki Hati Tak Bernoda Santa Perawan Maria (HTBSPM) Boyolali mengadakan workshop pelatihan jurnalistik dan videografi di aula Gereja Boyolali pada Sabtu (9/11/2019) malam.

Pelatihan jurnalistik dan videografi ini diikuti sekitar 30 Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Boyolali.

Bacaan Lainnya

Tampil sebagai narasumber dalam pelatihan ini adalah pegiat Komsos Keuskupan Agung Semarang (KAS) FA Indra Setya Putranto dan FX Erman Nugroho, serta pemilik media online Wartakita.org yang juga repoter Majalah Salam Damai (KAS) untuk wilayah Kevikepan Surakarta, Laurentius Sukamta.

Acara pelatihan dimoderatori oleh Ketua Komsos Kevikepan Surakarta, Budi Wibowo

Koordinator Tim Kerja Komsos Paroki Boyolali M Suko Widhiasto dalam sambutan mengatakan, tujuan pelatihan ini untuk memberikan bekal pengetahuan dan ketrampilan jurnalistik dan videografi kepada OMK Paroki Boyolali.

“Dengan pelatihan ini diharapkan, OMK Paroki Boyolali menjadi tahu apa itu jurnalistik dan videografi. Setelah tahu, diharapkan tumbuh rasa senang dan cinta dengan dunia jurnalistik dan videografi. Setelah senang dan cinta, kita harapkan para OMK ini mau terlibat di Komsos, dan mau mengelola media yang ada di Paroki Boyolali,” katanya.

FA Indra Setya Putranto dalam paparan menyampaikan seputar proses membuat video dengan smartphone, mengenal smartphone, cara mengoperasikan smartphone, etika dalam membuat video jurnalistik, cara mengambil video dengan smartphone, hal-hal yang dibutuhkan dalam membuat video jurnalistik dan film pendek dengan smartphone, dan lainnya.

“Posisi yang dianjurkan pada saat mengambil gambar atau video adalah landscape atau 16:9. Ini karena kita melihat (menyesuaikan) dari tekonologi yang sekarang ada. Seperti bentuk bidang televisi, layar pada bioskop, bahkan baliho berupa videotron untuk iklan. Terkecuali stori pada media sosial,” ujarnya.

Indra menyatakan, sebuah video yang baik adalah video yang tidak mengandung unsur SARA (suku, agama, ras, dan antar golongan) , hoax, atau hal-hal yang mengundang sensifitas para nitizen.

Sedang Laurentius Sukamta menjelaskan seputar pengertian dan tulisan jurnalistik, berita, rumus atau cara membuat berita, bahasa jurnalistik, dan lainnya. Dia juga menerangkan tentang kekuatan dan pengaruh dari sebuah tulisan.

“Belajar menulis (jurnalistik) itu ibarat belajar berenang. Karena harus (lebih banyak) praktek langsung sambil belajar teori. Maka, mulailah belajar menulis dari sekarang. Karena proses tak akan mengkhianati hasil,” pesannya.

Pelatihan jurnalistik dan videografi ini disambut antusias oleh peserta. Mereka mengikuti pelatihan dengan penuh semangat. Dalam sesi tanya jawab, mereka bertanya banyak hal seputar jurnalistik dan videografi.

Pos terkait