Kembangkan Pribadi, Siswa Kelas IX SMP Pangudi Luhur Wedi Retret di Bandungan 

Sebagian peserta berfoto bersama di Rumah Retret Syalom, Bandungan.

WartaKita.org – SMP Pangudi Luhur Wedi, Kabupaten Klaten mengadakan kegiatan Pembinaan Kepribadian dan Rohani untuk siswa Kelas IX di Rumah Retret Syalom, Bandungan, Kabupaten Semarang, Kamis – Sabtu (1-3/3/2018).

Kegiatan Pembinaan Kepribadian dan Rohani yang dikemas dalam suasana retret ini mengangkat tema “Kemanakah Aku Melangkah?”. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk membantu perkembangan pribadi siswa.

Bacaan Lainnya

Kepala SMP Pangudi Luhur Wedi, Kabupaten Klaten Bruder Yustinus Wahyu Bintarto FIC menjelaskan, kegiatan Pembinaan Kepribadian dan Rohani ini bertujuan agar siswa satu, menyadari keberadaan dirinya sebagai pribadi yang memiliki potensi atau talenta yang merupakan anugerah dari Tuhan. Dua, menyadari bahwa dirinya adalah pribadi yang berharga di mata Tuhan dan sesama. Dan tiga, merawat dan mengembangkan dirinya seoptimal mungkin.

“Kegiatan ini juga bertujuan agar empat, siswa menyadari keberadaan sebagai remaja putra dan putri dan mampu menggunakannya dengan baik. Lima, membuat keputusan hidup yang tepat dalam pilihan studi lanjutan. Dan enam, bersyukur atas anugerah hidupnya,” kata bruder.

Pada hari pertama, acara retret diisi dengan pembukaan, doa mohon berkat, makan malam, materi I yang berisi keakraban dan disposisi diri dengan tema “Bersyukur sebab Tuhan memulai segala sesuatu”, doa malam, dan istirahat.

Sedang pada hari kedua berisi acara doa pagi, sarapan, materi II yang bertema “Perjuanganku di masa yang telah lampau”, materi III berisi Outdoor Learning Activities atau OLA part 1 dan part 2 yang bertema “Disiplin dalam berjuang melatih kepribadian demi masa depan”, refleksi OLA, materi IV berupa menonton film “Facing The Giants”, makan malam, refleksi film “Facing The Giants”, doa pendamaian menghadapi salib, dan istirahat.

Sementara pada hari ketiga berupa acara jalan pagi mengenal lingkungan Rumah Retret Syalom, mandi, sarapan pagi, materi V bertema “Menjadi pribadi yang sadar masa depan dimulai dari sekarang”, niat-niatku masa depan, Perayaan Ekaristi, penutupan retret, makan siang, dan sayonara.

Retret selama tiga hari ini disambut baik oleh peserta. Siswa Kelas IX A, Yosef Bergas Rosarianto mengaku senang dengan kemasan acara retret yang sangat variatif itu.

“Saya mendapatkan banyak hal dan pengalaman selama mengikuti retret di Bandungan,. Misalnya tentang bagaimana mengembangkan pribadi, mensyukuri berkat Tuhan, “berdamai” dengan masalah dan masa lalu, membuat keputusan untuk studi lanjutan, dan sebagainya. Pokoknya keren,” ucapnya.

Sebagai tindak lanjut retret, maka Bruder Wahyu meminta setiap peserta untuk melaporkan atau menceritakan kegiatan selama retret di Bandungan. Siswa juga diminta untuk memohon maaf kepada orangtua atau walinya atas segala kesalahan dan dosa yang telah mereka perbuat. Anak-anak diajak berjanji atau berniat untuk memperbaiki hidup dan perilakunya yang tidak baik selama ini.

Pos terkait