Peringati Hari Perempuan Internasional, Wahid Foundation Kumpulkan Perempuan se Solo Raya

Aneka stand produk UKM meriahkan acara Hari Perempuan Internasional di Gemblegan, Rabu (14/3/2018).

WartaKita.org – Wahid Foundation mengadakan acara dengan tajuk “Perempuan Komunitas Damai” di Pendopo Desa Gemblegan, Kecamatan Kalikotes, Kabupaten Klaten, Rabu (14/3/2018). Acara ini diadakan untuk memperingati Hari Perempuan Internasional.

Acara ini merupakan bagian dari program  Kampung Damai  yang diinisiasi oleh Pemerintah dan masyarakat desa bersama Wahid Foundation dalam upaya pelibatan perempuan membangun masyarakat yang damai dan mandiri.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 43 perwakilan anggota kelompok dampingan dari 6 desa di Solo Raya (khususnya di Kabupaten Klaten, Kota Surakarta, dan Kabupaten Sukoharjo) berkumpul dalam acara ini dan memamerkan hasil produk-produk UKM yang mereka buat selama mengikuti program Kampung Damai.

Selain melibatkan tokoh danl embaga lokal di Solo Raya, acara ini juga dihadiri oleh perwakilan Pemerintah dari Direktorat Jenderal Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kementerian Dalam Negeri RI, Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapermasdes) Kabupaten Klaten, Camat Kalikotes dan Klaten Selatan, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD). KH Jazuli Kasmani, selaku Adviser dari Wahid Foundation juga nampak menghadiri acara ini.

Acara dibuka dengan Sambutan Kepala Desa Gemblegan dan sambutan perwakilan dari Wahid Foundation, KH Jazuli Kasmani. Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan diskusi panel mengenai “Peran Perempuan Dalam Perdamaian” oleh Rindang Farihah (dari MitraWacana) dan dimoderatori oleh Novi (anggota dari Solidaritas Perempuan).

Peran perempuan juga kental dibahas dalam diskusi panel yang kedua yang mengangkat tema diskusi tentang “Peran Perempuan Dalam Membangun Perekonomian di Desanya”.

Sesi diskusi menjadi semakin hangat ketika perempuan-perempuan anggota kelompok dampingan Wahid Foundation berkesempatan menceritakan apa yang mereka rasakan selama mengikuti program Kampung Damai. Kebanyakan dari mereka merasa senang dengan adanya program tersebut karena mereka merasa terbantu dalam mengembangkan minat dan usaha mereka.

Sedang Koordinator Wahid Foundation Wilayah Jawa Tengah Nurul menjelaskan, Pendopo Desa Gemblegan yang digunakan untuk acara ini dibangun dari dana award Wahid Foundation. Jadi, Desa Gemblegan ini mendapat award dari Wahid Foundation karena sudah melakukan Deklarasi Perdamaian dan berkomitmen menjaga perdamaian desa ini.

Award dari Wahid Foundation yang berupa dana ini telah disepakati seluruh warga untuk dipakai membangun Pendopo dan RPTA (Ruang Terbuka Ramah Anak),” katanya.

Di Kabupaten Klaten terdapat dua desa yang telah melakukan Deklarasi Perdamaian, yakni Desa Gemblegan dan DesaNglinggi. Keduanya memperoleh award dari Wahid Foundation sebesarRp 35 juta. Dana tersebut digunakan untuk membangun fasilitas desa yang sekaligus menjadi simbol perdamaian dari desa tersebut.

Acara di Pendopo ini menjadi semakin meriah dengan berbagai hiburan dan sesi pemutaran film “Perempuan-Perempuan Juru Damai” yang menceritakan tentang kegiatan ekonomi yang dilakukan ibu-ibu dalam rangka mendorong terwujudnya perdamaian. Selain untuk memperingati Hari Perempuan Internasional, acara ini juga bertujuan untuk melihat kemajuan pendampingan perempuan melalui program Kampung Damai yang sudah dilakukan sejak tahun lalu.

Pos terkait