WartaKita.org – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten menggelar kegiatan Sambang Warga untuk menjalin komunikasi antara pejabat dengan warga, sekaligus untuk menyerap aspirasi masyarakat dan mengetahui kondisi di lapangan secara langsung.
Bupati Klaten Sri Mulyani menyampaikan, selama Sambang Warga, pihaknya sering menerima keluhan dan saran yang diutarakan secara langsug oleh warga. Mayoritas terkait infrastruktur jalan. Pihaknya berjanji bakal melanjutkan pembangunan infrastruktur, khususnya jalan yang tahun ini belum dipihaki.
”Pemerintah Kabupaten Klaten ingin mendekatkan diri secara langsung ke desa-desa yang kami kunjungi. Bagaimana dengan perkembangan pembangunan di desa dan kecamatan agar kami langsung mengetahui,” katanya.
Bupati Sri Mulyani mengatakan, melalui Sambang Warga, Pemkab bakal mengawal pembangunan yang ada di daerah. Pemkab juga meminta Pemerintah Kecamatan dan Pemerintah Desa untuk memprioritaskan pembangunan infrastruktur. Termasuk sarana dan prasana, serta berupa fasilitas umum.
“Tahun ini, pemihakan pada infrastruktur jalan, baik peningkatan dengan aspal dan betonisasi sudah menjadi prioritas. Ini untuk mendukung dan memastikan roda perokoniman di daerah agar bisa berjalan baik. Dan pada tahun depan, ada sejumlah titik jalan yang akan dilakukan pembangunan,” ujarnya.
Bupati Klaten menyatakan, Sambang Warga ini sudah dijadwalkan oleh Paguyuban Camat. Jadi, bupati tinggal mengikuti jadwal yang telah diagendakan.
“Kegiatan serupa akan kami gelar tahun depan. Tetapi ada tambahan lagi, yakni Sambang BUMDes. Atau mengunjungi desa-desa yang sudah punya BUMDes,” terangnya.
Terkait, Camat Manisrenggo Wagiya Gambir mengapresiasi program Sambang Warga ini. Terlebih lagi kunjungan kerja Bupati Klaten ke Kecamatan Manisrenggo ini menjadi hal yang ditunggu-tunggu warga.
“Warga cukup antusias menyambut kedatangan bupati. Karena mereka bisa langsung bertatap muka. Apa yang menjadi harapan warga langsung diutarakan. Dan bupati pun langsung mengarahkan warga untuk membuat proposal yang nantinya akan diberikan bantuan,” tuturnya.

Kegiatan Sambang Warga nampaknya menjadi sarana yang “ampuh” bagi desa untuk “matur” atau meminta sesuatu kepada Bupati Klaten. Seperti yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Ngrundul, Kecamatan Kebonarum.
Dalam acara Sambang Warga, Kades Ngrundul Wahyu Widyanarko meminta bantuan dana kepada Pemkab Klaten untuk mengembangkan Umbul Brondong.
“Umbul Brondong terus kita kembangkan untuk menjadi destinasi wisata unggulan. Pada tahun 2018, kita anggarkan Rp400 juta dari Dana Desa. Sedang pada tahun 2019 ini kita anggarkan Rp700 juta juga dari Dana Desa. Karena dirasa masih kurang, maka kita berupaya untuk mencari dana dari sumber lain. Seperti meminta anggaran dari Pemkab Klaten,” katanya.
Karena disampaikan di forum yang tepat, maka apa yang diutarakan Kades Ngrundul ini pun mendapat tanggapan dari Bupati Klaten.
“Pemkab Klaten berjanji akan memihaki anggaran yang cukup untuk mengembangkan Umbul Brondong pada tahun 2020 mendatang. Karena kalau di tahun anggaran 2019 ini waktunya sudah mepet. Ini terkait dengan master plan, pengangaran, tim konsultan, dan sebagainya,” janji bupati.









