WartaKita.org – Pengurus Jaringan Kerasulan Kerahiman Ilahi (JKKI) Keuskupan Agung Semarang (KAS) periode 2017 – 2020 yang diketuai MA Tien Supriyono beraudensi dengan Bapa Uskup KAS Mgr Robertus Rubiyatmoko di Wisma Uskup Semarang, Senin (29/1/2018).
Hadir dalam audensi tersebut, Moderator JKKI KAS Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi, Pr, Moderator JKKI Kevikepan Semarang Rama FX Agus Suryono Gunadi, Pr, Pengurus JKKI KAS, dan perwakilan pengurus dari empat kevikepan, yaitu Kevikepan Semarang, Kedu, Yogyakarta, dan Surakarta.
Ketua JKKI KAS MA Tien Supriyono menyampaikan, audensi ini bertujuan untuk mohon doa restu dan berkat dari Bapa Uskup supaya pewartaan dan kerasulan Kerahiman Ilahi semakin mantap, kuat, dan penuh belas kasih dengan semangat “KUD”, yaitu Karya yang penuh belas kasih, Ucapan yang memberkati, dan Doa yang penuh kasih.
“Syukur dan Puji Tuhan. Bapa Uskup berkenan menerima kami dengan hangat dan ramah. Hari ini (Senin, 29/1/2018) merupakan hari yang bersejarah bagi JKKI Keuskupan Agung Semarang,” katanya.
Acara audensi dipandu oleh Stephani M Harsono dan diawali doa oleh PM Broto Sunaryo. Kemudian dilanjutkan perkenalan dan laporan kegitan dari pengurus JKKI KAS serta dari pengurus JKKI setiap kevikepan.
Sedang Bapa Uskup Mgr Robertus Rubiyatmoko memberi sejumlah wejangan atau pesan kepada pengurus JKKI. Pertama, Bapa Uskup berharap, siapapun bisa (boleh) masuk ke kerasulan doa supaya Kerahiman Allah bisa dirasakan dan diwartakan. Kedua, “Allah Maharahim” ini untuk semua. Maka pewartaan JKKI agar tidak hanya di lingkup gereja. Sehingga semangat “KUD” itu bisa menarik untuk setiap jenjang, seperti PIA/PIR, dan juga OMK. Jadi, tidak hanya para kasepuhan (orang tua) saja.
“Dan ketiga, karena JKKI adalah Kerasulan doa, maka kegiatan utamanya adalah berdoa. Dan itu bisa menjadi tindakan-tindakan yang konkret dan berbuah,” pesan Bapa Uskup.
Sementara itu, Moderator JKKI KAS Rama AG Luhur Prihadi Pr berharap agar anggota JKKI tetap optimis meski anggota devosannya para kasepuhan.
“Jangan pesimis. Kita harus semangat. JKKI harus di-“openi”. Mungkin bisa dibuat kemasan-kemasan untuk pewartaan sesuai jenjang usia PIA/PIR, OMK, atau lansia,” harap rama.
Audensi antara pengurus JKKI dan Bapa Uskup ini ditutup dengan makan siang bersama dan diakhiri dengan menerima berkat dari Bapa Uskup.









