Meski Penuh “Keterbatasan”, Puskesmas Prambanan Sediakan Berbagai Pelayanan, Raih Nilai IKM 86,42

Peserta Lokakarya Mini Lintas Sektoral Bidang Kesehatan dan Forum Konsultasi Publik (FKP) Puskesmas Prambanan berfoto bersama di aula puskesmas setempat pada Rabu (3/9/2025).

Warta Kita.org – Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Prambanan, Kabupaten Klaten terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat di tengah berbagai “keterbatasan”, terutama minimnya ruang pelayanan dan lahan.

Hal itu mengemuka pada Lokakarya Mini Lintas Sektoral Bidang Kesehatan dan Forum Konsultasi Publik (FKP) Puskesmas Prambanan yang diadakan di aula Puskesmas tersebut pada Rabu (3/9/2025).

Bacaan Lainnya

Lokakarya Mini Lintas Sektoral Bidang Kesehatan dan Forum Konsultasi Publik (FKP) Puskesmas Prambanan ini dihadiri perwakilan dari Bagian Organisasi Setda Klaten, Rahayu Purwanti, Forkopincam Prambanan, jajaran Puskesmas Prambanan, Kepala Desa, Bidan Desa, TP PKK, KUA, Pendamping Desa, akademisi, media, swasta, dan undangan lainnya.

Kepala Puskesmas Prambanan dr Rita Royani dalam paparan menyampaikan, sesuai Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 19 Tahun 2024 Tentang Penyelenggaran Puskesmas, maka  tugas Puskesmas adalah menyelenggarakan dan mengoordinasikan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, dan/atau paliatif dengan mengutamakan promotif dan preventif di wilayah kerjanya.

Sedang fungsi Puskesmas yaitu penyelenggaraan pelayanan kesehatan primer (kontak pertama masyarakat) secara terintegrasi di wilayah kerjanya. Sementara itu fungsi Puskesmas lainnya yakni sebagai tempat atau wahana pendidikan bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan, wahana program internsip, serta tempat penelitian dan pengembangan di bidang kesehatan.

“Puskesmas Prambanan mempunyai moto melayani dengan “CAKAP” yaitu cepat, akurat, komunikatif, aman dan prima,” katanya.

Rita Royani menjelaskan, berdasarkan standar pelayanan minimal (SPM) Agustus 2025, maka Puskesmas Prambanan melakukan pelayanan kesehatan ibu hamil, ibu bersalin, bayi baru lahir, balita, usia pendidikan dasar, usia produktif, usia lanjut, penderita hipertensi, penderita diabetes melitus, penderita gangguan jiwa berat, orang dengan terduga TB, dan orang dengan risiko terinveksi HIV.

“Untuk mengukur sejauh mana tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan Puskesmas Prambanan, maka dilakukan survey untuk mengetahui Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM). Survei ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja Puskesmas dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan guna mencapai kualitas pelayanan publik yang lebih baik. Dan berdasarkan survey pada periode 1 Januari sampai 30 Juni 2025, Puskesmas Prambanan meraih nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) 86,42 atau dalam kategori baik,” ujarnya.

Peserta Lokakarya Mini Lintas Sektoral Bidang Kesehatan dan Forum Konsultasi Publik (FKP) Puskesmas Prambanan berfoto bersama di depan loby puskesmas setempat pada Rabu (3/9/2025).

Sedang perwakilan dari Bagian Organisasi Setda Klaten, Rahayu Purwanti mengatakan, jajaran Puskesmas Prambanan tidak perlu pesimis di tengah “keterbatasan” yang dialami. Meski lahan dan ruang pelayanannya “minimalis”, tetapi sumber daya manusia (SDM) Puskesmas Prambanan ini profesional.

“Agar pelayanan publik itu berjalan dengan baik, maka maklumat pelayanan itu harus dipenuhi. Kotak saran perlu diadakan dan dilengkapi dengan alat tulisnya. Profesionalisme SDM jajaran Puskesmas juga perlu terus ditingkatkan. Dan kalau ada aduan atau keluhan dari masyarakat harus segera ditanggapi, jangan lebih dari 30 hari kerja,” pesannya.

Sementara itu Camat Prambanan Rasidi yang memandu jalannya diskusi pada Forum Konsultasi Publik ini mengucapkan terima kasih kepada Puskesmas Prambanan yang sudah mengadakan kegiatan Lokakarya Mini Lintas Sektoral Bidang Kesehatan dan Forum Konsultasi Publik (FKP) ini.

“Masukan dan saran dari peserta FKP terhadap pelayanan kesehatan di Puskesmas Prambanan perlu ditindaklanjuti. Selama ini, pelayanan Puskesmas Prambanan sudah bagus. Masyarakat juga antusias memanfaatkan pelayanan yang ada, meski tempatnya kurang representatif. Semoga kedepan, pelayanan Puskesmas Prambanan ini semakin lebih baik lagi, dan masyarakat kita semakin sehat,” ucap camat.

Pos terkait