WartaKita.org – Sebanyak 51 remaja putri dan 47 remaja putra dari Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri mengikuti kegiatan live in panggilan yang dikemas dalam bentuk liburan seru bersama frater dan suster. Kegiatan ini dimulai pada tanggal 1 Juli 2025 dan berakhir pada 3 Juli 2025.
Live in ini mengusung tema “Open to God’s Call”. Dalam kegiatan ini kaum muda diajak untuk membuka diri terhadap panggilan Tuhan yang khusus, yaitu menjadi imam, bruder atau suster.
Mereka berasal dari berbagai lingkungan yang ada di Paroki Wonogiri. Yang terjauh dari lingkungan Purwantoro, Eromoko, Jatisrono dan Manyaran.
Pastor Paroki Santo Yohanes Rasul Wonogiri yang sekaligus penggagas kegiatan ini, Rama Alexander Joko Purwanto, Pr mengatakan, liburan bareng ini dibuat dalam rangka HUT ke 58 Paroki Wonogiri.
“Kami ingin menabur benih-benih panggilan pada diri kaum muda dengan acara yang berbeda, yakni tinggal bersama, mengalami langsung hidup di seminari dan komunitas biara,” kata rama.
Para remaja putri tinggal bersama di komunitas suster-suster CB di Yogyakarta. Mereka dibagi per kelompok untuk tinggal di komunitas Panti Nugroho, Ngablak, Magelang, Ganjuran, Suryodiningratan, Pandansari, Syantikara dan Novisiat.
Koordinator Tim Promosi Panggilan (Propang) CB, Suster Hania CB dalam sambutannya di Kapel Bintang Samudera menyatakan kegembiraannya karena kehadiran orang muda yang ingin mengenal dan mengalami kehidupan membiara.
“Selamat datang di komunitas biara CB, semoga adik-adik senang, krasan dan makin mengenal,” ujar suster.
Suster Yustiana CB juga menyatakan apresiasi atas kegiatan ini.
“Baru kali ini ada paroki yang mengajak live in anak-anaknya di komunitas kami. Ini sungguh kejutan dan menginspirasi. Semoga panggilan di Wonogiri nanti tumbuh berkembang karena pendampingan yang baik,” harapannya.
Rombongan remaja dari Paroki Wonogiri ini berangkat dengan menggunakan dua armada bus. Kelompok putri menuju ke Biara CB Bintang Samudera Yogyakarta.

Sedang kelompok putra menuju ke Seminari Menengah Mertoyudan sambil membawa beras sebanyak 8 kwintal, yang merupakan hasil pengumpulan umat lingkungan yang peduli pada seminari.
Rektor Seminari Menengah Mertoyudan, Rama Istanto Pramudya SJ mengucapkan terima kasih atas kemurahan hati umat Paroki Wonogiri. Rama Rektor juga mengapresiasi kegiatan ini.
“Umat atau tamu yang datang ke seminari biasanya hanya berkunjung dan berkeliling kompleks sebentar, sesudah itu lalu pulang. Tetapi Paroki Wonogiri mengajak anak-anak untuk tinggal di seminari beberapa hari dan mengalami langsung kehidupan seminari. Ini luar biasa!” tandas rama.
Anak-anak muda itu selama di seminari didampingi oleh Rama Budi Purwantoro, Pr dan beberapa pendamping yaitu frater serta seminaris asal Wonogiri.
Mereka berdinamika bersama mulai dari bangun pagi sampai doa malam. Acara atau kagiatan layaknya di seminari juga mereka kerjakan. Seperti opera, cuci piring, berdoa, olahraga, nonton film rohani, ekaristi dan lomba.

Sesudah tiga hari berdinamika di seminari dan komunitas susteran, beberapa anak mengungkapkan perasaannya. Mereka merasa senang dengan acara ini dan punya pengalaman baru tinggal bersama dengan para Suster CB di komunitasnya.
“Kalau bisa waktunya ditambah, seru pokoknya,” kata Yovelle dari Jatisrono.
“Rama, tahun depan diadakan lagi ya. Kami senang bisa tinggal bersama di seminari. Kami bisa mengalami hidup sehari-hari di seminari,” ucap Deardo Purba.
Banyak kesan positif dengan adanya kegiatan live in panggilan ini.
Semoga dengan acara ini benih-benih panggilan bisa mulai tertabur di antara anak-anak muda di Paroki Wonogiri. Sekarang ditaburkan, semoga 15 tahun ke depan mulai ada yang dituai dari antara mereka.









