WartaKita.org – Yayasan Peduli Anak Yatim (Yaspim) Darussalam Klaten menggelar Milad (ulang tahun) ke 4 dengan mengadakan acara Silaturahmi Akbar dan penyaluran santunan kepada 400 anak yatim piatu di Gedung Sunan Pandanaran komplek RSPD Klaten pada Minggu (5/1/1/2025).
Ketua Yaspim Darussalam Klaten Tri Subagyo menyampaikan, dalam acara Silaturahmi Akbar ke 4 ini pihaknya mengundang sekitar 1000 orang yang terdiri dari 400 anak penerima santunan, wali anak (orangtua), pengurus, donatur, relawan, dan undangan lainnya.
“Tujuan kita mengadakan acara Silaturahmi Akbar ini untuk mengajak kepada seluruh warga masyarakat untuk lebih peduli lagi. Jadi, acara ini menjadi motivasi kita, bahwa kita itu satu keluarga. Satu keluarga itu harus saling membagi, saling merangkul tangan, bahwa kita itu harus saling membantu,” katanya.
Tri Subagyo menyatakan, sampai saat ini, Yaspim Darussalam Klaten telah memberikan santunan kepada sekitar 1000 anak yatim piatu.
“Alhamdulillah, selama empat tahun ini, sudah seribuan anak yang kita berikan santunan,” tandasnya.
Ada yang menarik pada acara Silaturahmi Akbar ke 4 Yaspim Darussalam Klaten kali ini.
Yaspim memberikan penghargaan kepada sejumlah pihak yang dinilai telah “berjasa” kepada yayasan ini.
Salah satunya kepada Srihartati, Seksi Humas dan Media Yaspim Darussalam Klaten.
Ia menerima penghargaan sebagai relawan tersemangat dalam mempublikasikan dan mencari sponsorship terbanyak.
Dalam kesempatan itu, Tatik, panggilan akrabnya, mendapat hadiah berupa jaket dan pizza.
“Saya tak menyangka akan menerima penghargaan itu. Ini penghargaan untuk penggalangan dana dan sebagai humas di lapangan. Kalau (jumlah) uang yang saya transfer sekitar Rp10.300.000. Ini belum dari barang, seperti minuman dan snack. Ya, alhamdulillah, saya merasa senang. Semoga ini memotivasi teman-teman yang lain,” katanya.
Tatik menjelaskan, ia bergabung dengan Yaspim Darussalam Klaten sejak tiga tahun lalu. Tepatnya sejak SAY (Silaturahmi Akbar Yaspim) ke 2 sampai dengan saat ini.
“Saya senang dengan kegiatan sosial apapun bentuknya. Walaupun saya harus berkorban waktu, tenanga, uang, pikiran, dan lainnya. Niat saya satu, saya ikhlas. Semoga anakku kelak dikasih kemudian,” ujar warga Dukuh Sumyang, Desa Jatipuro, Kecamatan Trucuk ini.
Perempuan yang sekarang tinggal di Dukuh Tuwuhan, Desa Pasungan, Kecamatan Ceper ini mengaku, ada sesuatu yang menyemangati sehingga ia tetap setia berkegiatan di Yaspim Darussalam Klaten.
“Alhamdulillah, saya terus disemangati oleh adik-adik yang istimewa itu. Walaupun itu tidak mudah. Kadang ada penolakan. Tetapi itu semua tidak membuat semangat saya kendor. Karena banyak relasi dan teman yang begitu mulia hatinya. Ini tentu saja memudahkan dan melancarkan niat baik saya,” ucapnya.









