WartaKita.org – Calon Anggota DPR RI dari Partai Perindo KRAT Henry Indraguna terus memperbanyak silaturahim ke sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V.
Pada Kamis (27/12/2018) malam, Henry Indraguna bersama tim bersilaturahim ke Majelis Mujahadah Darul Khoirot di Jalan Kopral Sudibyo Gang IV RT 01 RW XI Kelurahan Bareng Lor, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten.
Kunjungan Caleg Perindo nomor urut 1 ini disambut oleh Pimpinan bersama jamaah Majelis Mujahadah Darul Khoirot yang saat itu sedang melaksanakan mujahadahan. Sebab, majelis ini mempunyai kegiatan rutin yaitu mujahadahan setiap Kamis malam atau malam Jumat. Mujadahan ini sudah berlangsung sejak tahun 1993.
Pimpinan Majelis Mujahadah Darul Khoirot, H Budi Santosa mengatakan, kunjungan Henry Indraguna ke majelis mujahadah ini untuk bersilaturahim dan mohon doa agar sukses dalam pen-caleg-annya.
“Dengan memperbanyak silaturahim dan dukungan doa dari kita (Majelis Mujahadah Darul Khoirot), semoga Pak Henry Indraguna bisa sukses dan berhasil menjadi anggota DPR RI. Semoga Allah mengabulkan permohonan Pak Henry ini,” ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Insinyur Teknik Perminyakan ini berpesan kepada pengacara kondang itu untuk memiliki sikap yang ngalah, ngasor, dan mbodo.
“Ngalah bukan berarti kalah. Tetapi suatu sikap hidup agar kita tidak adigang, adigung, dan adiguna. Karenanya, kita perlu memahami “falsafah” padi, yakni semakin berisi, akan semakin menunduk. Sedang ngasor bukan berarti kita asor atau rendah. Tetapi lebih kepada “merendahkan” diri kita. Dan mbodo bukan berarti kita bodo. Meski kita pinter (pandai), tetapi kita jangan merasa keminter (sok pandai). Karena di atas langit masih ada langit. Dengan “merendahkan” diri kita, maka Allah akan mengangkat derajat kita,” terangnya.
Sementara itu, calon wakil rakyat dari Dapil yang meliputi Kabupaten Boyolali, Klaten, Sukoharjo, dan Kota Surakarta ini mengatakan, pada tahun 2019 mendatang, dia memiliki sejumlah resolusi (keinginan kuat) yang akan dilakukan. Pertama, Henry ingin memperbaiki diri terlebih dulu, mendekatkan diri dan selalu mengandalkan Allah. Kedua, dia ingin berhikmat dan cermat. Apalagi pelaksanaan Pileg dan Pilpres semakin mendekat.
“Saya ingin memurnikan niat saya. Saya ingin melayani rakyat. Sebab kalau mau sugih (kaya), jangan jadi dewan. Tetapi jadilah pengusaha. Sebab kalau motivasi menjadi dewan hanya karena ingin kaya, pasti dia akan melakukan korupsi,” ujarnya.
Karena itu, Bendahara Umum Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini mengajak masyarakat untuk memilih calon wakil rakyat yang betul-betul ingin melayani rakyat. Calon wakil rakyat yang mau mendengarkan keluhan dan aspirasi rakyat.
“Maka, caleg harus mau turun ke masyarakat. Mau bertemu dengan rakyat. Harus memperbanyak silaturahim dengan warga. Karena itu, saya selalu mengkampanyekan: Stop money politik. Tolak amplop!” ajaknya.









