Indonesia Juara 2 DM Se Dunia, Rahmad Handoyo: Jangan Makan Dan Minum Sembarangan…

Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo saat menyampaikan materi pada acara Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) “Obat dan Makanan yang Aman” di rumah Juwandi Desa Karangpakel, Jumat (3/11/2023) siang.

WartaKita.org – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Semarang bekerjasama dengan Anggota DPR RI Komisi IX dari Fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo menggelar Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) “Obat dan Makanan yang Aman” di rumah Juwandi Dukuh Rejodani, Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Jumat (3/11/2023) siang.

Kepala Desa (Kades) Karangpakel Sri Sugiyanto dalam sambutan mengucapkan terima kasih kepada BBPOM dan Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo yang telah berkenan mengadakan KIE di desanya. Ia Juga berterima kasih kepada para hadirin yang mau mengikuti kegiatan ini dengan antusias.

Bacaan Lainnya

“Terima kasih kepada semuanya yang sudah mengikhlaskan waktu, tenaga, pikiran dan lainnya. Semoga kegiatan KIE ini dapat bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Sedang Anggota DPR RI Komisi IX Fraksi PDI Perjuangan, Rahmad Handoyo dalam paparan materi mengatakan, Indonesia adalah negara yang luas dengan beragam suku, agama, bahasa, budaya, dan lainnya.

“Yang menyatukan bangsa Indonesia itu adalah Pancasila. Maka Pancasila harus dibumikan dalam kehidupan sehari-hari. Dan Salam Pancasila harus terus digelorakan di setiap pertemuan RT, RW, dan sebagainya,” pesannya.

Dalam KIE tersebut, Rahmad Handoyo mengajak kepada warga yang sudah berusia 40 tahun ke atas untuk rutin melakukan cek kesehatan setiap 6 bulan sekali.

“Indonesia itu Juara 2 penyakit gula darah atau Diabetes melitus  (DM) se dunia. Tapi jangan takut. Yang penting panjenengan harus mengikuti anjuran dokter dan menjaga pola makan. Karena ada teman saya yang sudah 25 tahun terkena DM, tetapi sampai sekarang masih sehat dan hidup. Maka, bagi panjenengan yang belum terkena DM, harus berhati-hati dan waspada. Dan bagi warga yang sudah berusia 40 tahun ke atas untuk rutin melakukan cek kesehatan setiap 6 bulan sekali,” tandasnya.

Anggota DPR RI asli dari Kabupaten Boyolali ini berpesan kepada para orangtua bijak dalam memberikan makanan dan minuman kepada anak-anaknya.

“Jangan “menjerumuskan” anak-anak kita. Jangan memberikan atau mengijinkan anak-anak kita makan dan minum sembarangan. Terutama makanan dan minuman yang mengandung zat pewarna dan pengawet,” pesannya.

Perwakilan BBPOM di Semarang, Kris Martina Anggraeni saat menyampaikan materi pada acara Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) “Obat dan Makanan yang Aman” di rumah Juwandi Desa Karangpakel, Jumat (3/11/2023) siang.

Rahmad Handoyo menambahkan, berdasarkan penelitian, sebanyak 30 persen dari ikan asin yang dijual di Kota Semarang mengandung borax atau pengawet.

“Maka, jangan setiap hari makan ikan asin. Apalagi membeli ikan asin yang tidak dikerubungi lalat. Karena kita bisa terkena kanker,” ungkapnya.

Sementara itu Perwakilan BBPOM di Semarang, Kris Martina Anggraeni menjelaskan, warga harus cerdas dalam memilih obat dan makanan yang aman.

“Ada tips untuk mendapatkan obat yang aman. pertama, belilah obat di tempat yang terjamin. Kedua, perhatikan penggolongan obat. Ketiga, konfirmasi kesesuaian obat. Dan keempat, perhatikan informasi obat,” jelasnya.

Kris Martina Anggraeni mengemukakan, warga juga perlu membiasakan mengecek produk yang terdaftar di BPOM melalui HP Android.

“Caranya mudah, yaitu pertama, klik Playstore. Kedua, cari BPOM Mobile. Ketiga, klik pasang atau install, lalu terima. Keempat, tunggu beberapa saat sampai muncul tulisan buka atau open. Dan kelima, klik buka atau open. Kalau ada obat, makanan atau minuman yang tidak terdaftar di BPOM, silahkan lapor ke BPOM,” terangnya.

Pos terkait