Nguri-Uri Budaya Jawa, Pasung, Wedi Gelar Tasyakuran Pembangunan Kantor Desa, Warga Sedekahkan 16 Tumpeng Dan Ingkung

Acara tasyakuran dan doa bersama dalam rangka pembangunan kantor Desa Pasung pada Kamis (12/10/2023) malam.

WartaKita.org – Upaya untuk nguri-uri atau melestarikan budaya Jawa terus dilakukan oleh warga Desa Pasung, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten. Seperti yang dilakukan pada Kamis (12/10/2023) malam. Mereka menggelar tasyakuran dan doa bersama dalam rangka pembangunan kantor Desa Pasung.

Dalam acara tasyakuran dan doa bersama ini, warga Desa Pasung membawa tumpeng dan ingkung beserta uba rampe (kelengkapan)-nya seperti nasi, aneka sayuran (gudangan), peyek, kerupuk, telur dadar (rawis), kacang, kedelai, pisang, dan sebagainya.

Bacaan Lainnya

Total ada 16 tumpeng dan ingkung yang di-shodaqoh-kan dalam acara tasyakuran dan doa bersama ini. Tumpeng dan ingkung ini adalah sumbangan dari 12 RW yang ada di Desa Pasung, BPD (2 tumpeng) dan Perangkat Desa (2 tumpeng).

Kepala Desa (Kades) Pasung Sumarsono “Ambon” menyampaikan, acara tasyakuran dan doa bersama yang dikemas dengan budaya Jawa (tumpeng dan ingkung) ini merupakan salah satu upaya untuk nguri-uri atau melestarikan tradisi dan budaya yang ada di masyarakat Desa Pasung.

“Dalam tasyakuran dan doa bersama dimulainya pembangunan Kantor Desa Pasung ini kita menggunakan adat atau budaya Jawa, yaitu tumpeng dan ingkung dan uba rampe-nya. Tradisi ini dilakukan karena masih diuri-uri masyarakat kita,” katanya.

Warga Desa Pasung menikmati tumpeng dan ingkung yang disumbangkan masyarakat dalam acara tasyakuran dan doa bersama dalam rangka pembangunan kantor Desa Pasung pada Kamis (12/10/2023) malam.

Sumarsono menjelaskan, tasyakuran dan doa bersama dengan tumpeng, ingkung, dan uba rampe-nya ini adalah wujud shodaqoh (sedekah) dan rasa syukur masyarakat atas pembangunan Kantor Desa Pasung.

“Mudah-mudahan pembangunan kantor desa ini bisa berjalan lancar, sukses, dapat selesai, dan semua diberikan keselamatan. Sehingga kantor desa ini dapat digunakan untuk pelayanan masyarakat secara maksimal,” harapnya.

Kades Pasung menyatakan, pembangunan kantor desa ini sudah dimulai satu bulan yang lalu. Untuk anggarannya sekitar Rp1,5 miliar. Sedang untuk target pembangunan yaitu selesai 5 tahun.

“Pembangunan kantor desa ini kita lakukan secara bertahap. Tapi mudah-mudahan, dalam waktu 3 tahun bisa selesai. Untuk sumber dananya dari APBD Kabupaten Klaten (bantuan keuangan) dan sumber lainnya,” terangnya.

Pria yang akrab disapa Ambon ini mengatakan, kantor Desa Pasung ini dibangun dua lantai. Lantai dasar atau lantai satu untuk pelayanan. Di lantai satu ini ada ruang kepala desa, ruang tamu, ruang pelayanan yang berbentuk huruf L, ruang tunggu, dan ruang untuk menempatkan alat musik. Sedang untuk lantai dua untuk kantor dan ruang arsip.

“Terima kasih kepada warga yang sudah guyub mendukung pembangunan kantor desa ini. Terima kasih kepada Pak Ketua RT, Pak Ketua RW, Pak BPD, dan Bapak Ibu Perangkat Desa yang sudah mendukung kegiatan pada malam ini, yang telah memberikan support dengan menyumbang tumpeng, ingkung, dan uba rampe-nya,” ucapnya.

Camat Wedi Widaya dan sejumlah kepala desa hadir pada acara tasyakuran dan doa bersama dalam rangka pembangunan kantor Desa Pasung pada Kamis (12/10/2023) malam.

Sedang Camat Wedi Widaya dalam sambutan menyampaikan apresiasi yang luar biasa atas niatan baik dari warga dan Kepala Desa untuk memulai pembangunan Kantor Desa Pasung ini.

“Meskipun dilakukan secara bertahap, tetapi kita sudah mengawali dengan niat dan doa yang sungguh luar biasa. Dengan keikhlasan dan kesengkuyungan dari semua warga yang terlibat, yang dibuktikan dengan tumpeng dan ingkung ini. Tumpeng itu lancip ke atas. Ini sebagai simbol, apa yang sudah dilakukan ini dengan harapan, dapat terkabulkan Tuhan. Karena tumpengnya per RW, jadi sengkuyungannya juga semua warga RW,” tandas Camat.

Camat Wedi menambahkan, sesuai dengan visi Kepala Desa Pasung yaitu “Rumaketing Warga Tumuju Pasung Kang Tumata”, maka rumaketing warga sudah terlihat yang diawali dengan doa bersama dan tasyakuran ini.

“Dasarnya bangunan itu diawali dari pondasi dan kolom. Dengan harapan, pembangunan ini bisa dilanjutkan di tahun depan. Maka kami mohon bantuan dan kerjasama dari seluruh warga terutama dalam hal pengawasannya. Dan agar semuanya bisa dipertanggungjawabkan, maka jangan lupa LPJ (Laporan Pertanggung Jawaban) dan administrasinya. Karena dalam setiap pemeriksaan, yang diperlihatkan itu administrasi dan LPJ-nya,” pesan Camat.

Dalam doa bersama ini, hadirin membaca Surat Yasin yang dipimpin oleh Modin Desa Pasung.  Setelah doa bersama, hadirin menikmati makan bersama dari tumpeng dan ingkung sumbangan dari masyarakat itu.

Pos terkait