WartaKita.org – Yayasan Nasi Jumat (SiJum) Indonesia menggelar sejumlah kegiatan dalam rangka memperingati panjang umurnya gerakan SiJum dari Jumat sampai Minggu (1-3/9/2023).
Mereka menggelar kegiatan yang bertajuk healing, giving, dan camping.
Bertepatan dengan Tasyakur bini’mah ke 7, SiJum mengadakan berbagai kegiatan di Masjid Multi Manfaat Barokah SiJum di Dukuh Lemah Miring, Desa Paseban, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Sabtu (2/9/2023).
Dalam acara yang mengusung tema “7 Tahun Berbuat Baik” ini mereka mengadakan kegiatan Berbagi Kado Cinta Yatim, Berbagi Bingkisan Lansia, Dhuafa, dan Difabel, Sembako Murah, Warung Makan Gratis SiJum, Bazar Pasar Rakyat, dan Terapi Sehat.
Founder Yayasan Si Jum Indonesia, Andre Raditya menyampaikan, Yayasan Si Jum ini berawal dari gerakan berbagi makan pada hari Jumat. SiJum berdiri sejak 2 September 2016.
“Nah, kami tidak mau berhenti di situ saja. Kami pengin sosial dakwah ini meluas. Kalau bisa sampai di hal-hal yang belum tersentuh, seperti biaya pendidikan, biaya berobat, kemudian kesejahteraan masyarakat, dukungan (terhadap) UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), dan sebagainya. Maka doa harapan kami di milad ke 7 ini, SiJum lebih solid, langgeng, kemudian manfaatnya lebih luas lagi. Kami pengin bahwa dakwah kreatif itu meluas lewat jaringan sosial,” katanya.
Andre Raditya menjelaskan, agenda Milad ke 7 SiJum ini terangkum dalam kegiatan healing, giving dan juga camping.
“Jadi ini pertemuan tahunan relawan SiJum yang sudah setahun ini mereka sudah mengupayakan energinya untuk “beramal sholeh”, mereka juga bisa bersenang-senang. Dalam konteks, senang-senangnya juga bermanfaat. Maka kita camping, healing, sama giving,” ujarnya.
Andre Raditya menyatakan, sampai saat ini, sudah ada ribuan relawan SiJum yang tersebar di 170 kota di seluruh Indonesia.
“Kita punya banyak relawan. Relawan ini juga terus bertumbuh setiap saat. Karena relawan itu kadang datang, kadang ganti. Tapi kalau diukur rata-rata pergerakannya di seluruh Indonesia bisa sampai 2000 sampai 3000 relawan,” tandasnya.

Ia menambahkan, ada sejumlah alasan mengapa SiJum memilih mengadakan acara milad ke 7 di Masjid Multi Manfaat Barokah SiJum di Dukuh Lemah Miring, Desa Paseban ini.
“Karena ini adalah komitmen bersama. Kita ingin meng-upgrade tujuan SiJum yang awalnya hanya sekadar berbagi makan, kemudian punya prasasti untuk dikenang. Dan prasasti yang pengin kita buat adalah masjid dan pondok pesantren. Supaya dakwah ini tidak habis, tidak hilang. Karena kalau makan itu, selesai makan, bungkusnya dibuang. Tetapi kalau ada masjid, ada pondok, maka prasasti ini akan terus diingat. Dan ini menjadi tempat kami membuat prasasti yang pertama itu, yang kita sepakati bersama-sama secara nasional,” ungkapnya.
Sedang Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Klaten, Endang Samiasih Rahayu Yoga Hardaya menyambut baik berbagai kegiatan yang dilakukan SiJum selama ini.
“SiJum ini luar biasa. Kegiatannya tidak hanya memberikan nasi saja. Tetapi ternyata juga memberikan pemberdayaan kepada masyarakat yang tidak mampu. Mereka yang tidak mempunyai pekerjaan, diberikan pelatihan, diberikan modal, sehingga sampai bisa berdiri. Sehingga hasilnya bisa untuk mencukupi kebutuhan rumah tangganya,” ucapnya.
Istri Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya ini mengemukakan, SiJum ini memang luar biasa. Karena mempunyai ribuan relawan dari seluruh penjuru daerah di Indonesia. Pusat SiJum ini di Klaten, tetapi sudah punya cabang di 170 wilayah.
“Mudah-mudahan kebaikan ini bisa menyebar kemana-mana. Banyak yang ikut menjadi relawan, baik SiJum, maupun SiJum-SiJum lainnya. Maksudnya, bisa dengan nama yang lain, tetapi bentuk dan tujuannya sama, yaitu untuk kebaikan, untuk kemaslahatan orang banyak. Manfaatnya bisa dirasakan oleh semua masyarakat yang membutuhkan,” harapnya.

Endang juga mengapresiasi kiprah banyak perempuan yang menjadi relawan penggerak SiJum.
“Emak-emak itu khan hebat. Kalau emak-emak itu sudah hebat, hebatnya akan luar biasa. Karena ibu yang baik, maka keturunannya juga baik, otomatis itu. Mudah-mudahan banyak ibu-ibu yang mengikuti (menjadi) relawan-relawan SiJum,” tandasnya.
Kegiatan Milad ke 7 SiJum ini disambut baik warga sekitar. Mariyanti, warga Desa Paseban mengaku sangat terbantu dengan adanya Bazar Pasar Rakyat.
“Ya, senang juga. Karena saya bisa belanja barang-barang di sini. Dan harganya lebih murah daripada di pasar. Selain itu, kita juga mendapat makan gratis,” ucapnya.









