WartaKita.org – Sebuah prestasi membanggakan diraih oleh siswa SMP Negeri 1 Delanggu.
Dua siswa dari sekolah yang berada di Jalan Pabrik Karung Delanggu ini, yaitu Elvira Nasyita Pratiwi dan Gendhis Nawang Cendhani berhasil meraih juara 1 Lomba Kreativitas dan Inovasi Masyarakat (Krenova) Kabupaten Klaten 2023.
Mereka meneliti dan menemukan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aroma terapi bunga telang ekstra jeruk serai sebagai pembasmi nyamuk. Kedua siswa ini dibimbing oleh Guru Hartati dan Sarwanta.
Elvira Nasyita Pratiwi saat ditemui di sekolahnya pada Kamis (6/4/2023), menjelaskan, latar belakang penelitiannya ini bermula dari banyaknya limbah minyak jelantah yang sering dibuang sembarangan. Akibatnya, limbah limbah minyak jelantah ini kemudian berakhir di perairan dan mencemari lingkungan. Padahal, manfaat dari minyak jelantah ini sangat banyak.
“Maka kita teliti limbah minyak jelantah ini dan kita ciptakan untuk alternatif pembasmi nyamuk yang alami, yang aman bagi lingkungan dan pengguna. Kita manfaatkan sebagai bahan alternatif pembuatan lilin aroma terapi,” katanya.
Elvira menyampaikan, tujuan penelitan limbah minyak jelantah ini pertama, untuk memberi solusi atau alternatif lain cara pembasmian nyamuk yang RA2 (Ramah, Aman, Alami) dan berdampak positif bagi pengguna dan tidak memicu berbagai permasalahan. Dan kedua, turut berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).
Sedang manfaat penelitian ini bagi peneliti, yaitu satu, menambah wawasan peneliti tentang banyaknya manfaat dari minyak jelantah dalam hal pengembangan produk. Dan dua, meningkatkan kemampuan peneliti dalam upaya pembasmian nyamuk secara RA2.
Sementara itu manfaat penelitian tersebut bagi masyarakat, yakni pertama, mengurangi penggunaan obat nyamuk yang mengandung zat karbonmonoksida yang berpengaruh terhadap kesehatan pernafasan. Dan kedua, memberikan kontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di tanah air.
“Apakah lilin aroma jeruk serai dapat digunakan sebagai bahan alternatif yang efektif untuk membasmi nyamuk? Ternyata bisa. Kita bisa ciptakan cara pembasmian nyamuk yang alami, yang aman bagi lingkungan dan pengguna,” ungkapnya.

Sedang Kepala SMP Negeri 1 Delanggu, Kumiya merasa senang dan bangga atas prestasi yang diraih anak didiknya dalam Lomba Krenova Klaten 2023.
“Saya senang dan bangga. Ini adalah berkat perjuangan anak-anakku berdua dibawah bimbingan guru pendamping yaitu Ibu Hartati dan Pak Sarwanta, sehingga anak-anak kami bersemangat, dan pembimbingnya juga bersemangat. Saya berpesan, anak-anak selalu berlatih, selalu berinovasi sehingga menghasilkan karya yang memuaskan, sehingga kami merasa bangga sekali. Mudah-mudahan anak kami ini sukses di kedepannya,” ucapnya.
Kumiya menyatakan, sebenarnya SMPN 1 Delanggu ini mengirimkan dua kelompok. Kelompok yang lainnya meneliti di bidang elektronika. Penelitian anak-anak ini sebenarnya juga bagus, yaitu penemuan alat pendeteksi orang yang tidak benar.
“Tetapi karena kalah dengan yang lain, sehingga anak-anak (kelompok) ini belum beruntung. Yang beruntung adalah yang di bidang agrobisnis, yaitu pembuatan lilin yang bisa dipakai untuk membasmi nyamuk dan itu beraroma serai. Dan itu ternyata belum ada yang pernah meneliti,” tandasnya.
Menurut Kepala Sekolah yang pernah menjabat di banyak sekolah ini, penelitian dan penemuan yang dilakukan Elvira Nasyita Pratiwi dan Gendhis Nawang Cendhani itu sangat kreatif.
“Ini kan kreatif sekali to anak-anak itu. Dari bahan dasarnya seperti minyak jelantah, minyak serai, daun bunga telang, dan jeruk nipis diramu jadi satu, sehingga menjadi penemuan yang baru. Dan itu benar-benar tidak ada efek samping. Jadi benar-benar tidak menyesakkan dalam dada. Itu bagus sekali. Harapan saya, kedua anak kami ini bisa selalu berinovasi dan bisa membanggakan diri sendiri, membanggakan orangtua, dan membanggakan sekolah, SMPN 1 Delanggu,” harapnya.

Pria kelahiran Desa Planggu, Kecamatan Trucuk ini mengemukakan, di SMPN 1 Delanggu ini, sejak dulu, ada ekstrakurikuler OSN (Olimpiade Sains Nasional), dan ekstrakurikuler FLSSN (Festival Lomba Seni Siswa Nasional). Ekstrakurikuler OSN ini termasuk yang membidangi Lomba Krenova itu.
“Sehingga sedini mungkin, anak-anak selalu dibimbing untuk menjadi anak yang kreatif, berinovatif. Jadi, semuanya tidak instant. Persiapan dari program sekolah itu setiap tahun ada,” tegasnya.
Untuk diketahui, jumlah murid di SMPN 1 Delanggu ini ada 668 siswa. Sedang jumlah guru ada 54 orang, serta ada 21 kelas paralel.
“SMPN 1 Delanggu ini termasuk sekolah favorit di Delanggu dan sekitarnya. Semoga dari sekarang, besok, dan selamanya, SMPN 1 Delanggu menjadi sekolah yang favorit di Delanggu ini. Saingan SMPN 1 Delanggu itu hanya SMPN 2 Klaten,” ungkapnya.









