Ayo, Buruan Daftar Di Polman Ceper, Bayar 50 Persen, Calon Mahasiswa Langsung Dapat Laptop Gratis

Para pengajar dan mahasiswa Polman Ceper berfoto bersama di kampus setempat, Jumat (31/3/2023).

WartaKita.org – Berbagai terobosan dan inovasi terus dilakukan oleh Politeknik Manufaktur (Polman) Ceper, Kabupaten Klaten dalam rangka menarik minat calon mahasiswa baru.

Terbaru, Politeknik yang berada di Dukuh Batur, Desa Tegalrejo, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten ini memprogramkan gratis laptop bagi calon mahasiswa baru.

Bacaan Lainnya

Panitia penerimaan mahasiswa baru Polman Ceper, Tri Daryanto saat ditemui di kampusnya, Jumat (31/3/2023) pagi, menyampaikan, program gratis laptop bagi calon mahasiswa baru ini berlaku untuk periode pendaftaran April dan Mei. Program ini berlaku untuk semua Program Studi (Prodi).

“Jadi, calon mahasiswa baru yang telah mendaftar atau registrasi, serta membayar minimal 50 persen dari total biaya masuk Polman Ceper, akan mendapat laptop gratis. Pendaftaran mahasiswa baru Polman Ceper telah dimulai dari 1 Desember 2022 sampai 3 September 2023,” katanya.

Tri Daryanto menjelaskan, Polman Ceper merupakan salah satu Politeknik Manufaktur yang ada di Indonesia. Di Polman Ceper ini ada 3 program studi, yaitu Program Studi D3 Pengecoran Logam, D3 Manajemen Industri, dan S1/D4 Teknologi Rekayasa Perancangan Manufaktur.

“Polman Ceper mulai berdiri pada tahun 2003. Awalnya, kita membuka Prodi Teknik Pengecoran Logam. Karena basic kita memang di pengecoran logam,” ujarnya.

Sejumlah mahasiswa Polman Ceper didampingi dosen pembimbing sedang memproduksi alat, Jumat (31/3/2023).

Kepala Bidang Akademik Polman Ceper ini menyatakan, sistem perkuliahan di Polman Ceper ini berbasis pada pendidikan industri atau Industrial Based Education.

“Jadi kegiatan praktek kita banyak dilakukan di industri. Ada 70 persen praktek, dan sisanya yang 30 persen itu teori. Kita banyak di praktek. Pada tingkat 2, mahasiswa akan praktek di industri sekitar Ceper. Kemudian di tingkat 3, mahasiswa akan magang di industri-industri besar yang ada di wilayah Jabotabek (Jakarta, Bogor, Tangerang dan Bekasi) atau di Jawa Timur,” terangnya.

Tri Daryanto mengatakan, bagi mahasiswa baru Polman Ceper dikenakan biaya SPP (Sumbangan Pembinaan Pendidikan) tetap dan biaya awal.

“Biaya awal itu akan dikembalikan ke mahasiswa. Akan dibelikan peralatan praktek dan seragam, yang artinya juga kembali ke mahasiswa. Buku-buku juga disuplay dari sini. Jadi, tidak ada buku yang beli dari luar. Selama kuliah di sini, tidak ada biaya praktek lagi. Semua sudah include di sini selama tiga tahun,” paparnya.

Tri menambahkan, jumlah mahasiswa yang kuliah di Polman Ceper ini lumayan banyak. Di setiap angkatan ada sekitar 48 mahasiswa. Mahasiswanya berasal dari wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan sebagainya.

“Kalau mahasiswa yang sudah lulus sampai saat ini sudah ada sekitar 500 orang. Alumni pengecoran logam sudah banyak. Mereka tersebar di industri-industri besar di Indonesia. Dan bahkan, ada juga yang bekerja di luar negeri seperti di Jepang, Hongaria, dan lainnya,” jelasnya.

Ia mengemukakan, permintaan tenaga kerja dari lulusan Polman Ceper ini sungguh luar biasa.

Alhamdulillah, tahun kemarin, ada mahasiswa dalam posisi magang sudah direkrut industri. Ada sebanyak tiga orang. Itu yang merekrut juga perusahaan-perusahan besar. Dari Bakrie, Kopal, dan sebagainya. (mahasiswa) Yang magang di Bakrie ini sekarang sudah jadi karyawan. Padahal posisinya masih jadi mahasiswa (Polman), dan harus menyelesaikan kuliahnya dulu,” tandasnya.

Sejumlah mahasiswa Polman Ceper saat praktek di laboratorium kampus setempat, Jumat (31/3/2023).

Tri Daryanto menerangkan, keberadaan Polman Ceper telah memberikan dampak positif bagi industri cor logam di sekitarnya. Misalnya dalam hal penggunaan tanur untuk peleburan logam.

“Pada awalnya tanur di sini mengunakan kokas atau kupola. Tetapi setelah Polman Ceper berdiri, jumlah tanur induksi di sini ada sekitar 10 unit. Dan sekarang, sudah ada 44 tanur induksi yang dihasilkan dari sini (Polman Ceper). Istilahnya, mereka lebih percaya diri menggunakan tanur induksi. Karena tanur induksi ini memerlukan skill yang berbeda, menggunakan listrik dan juga memerlukan prosedur,” ungkapnya.

Tri mengutarakan, sejumlah karya telah dihasilkan Polman Ceper seperti aneka mesin dan peralatan dari cor logam, bodi traktor, penekan rem untuk kereta api, dan lain-lain.

“Di Polman Ceper ini prinsipnya mengikuti produksi, atau apa yang ada di industri. Jadi mahasiswa itu membantu industri membuat produk, dan produk ini yang akan dijual industri,” ucapnya.

Pos terkait