Masyarakat Harus Menjaga Kelestarian Alam

Manusia harus bisa menjaga kelestarian alam, agar mereka dapat menikmati manfaat alam untuk selamanya. Salah satu caranya, dengan mengambil apa yang dihasilkan alam seperlunya.

ALAM adalah salah satu keajaiban yang diberikan Tuhan kepada manusia.

Ia menyediakan manusia dengan keindahan, kekuatan, dan keajaiban yang tak ternilai. Ia juga menyediakan manusia dengan sumber daya yang tak terbatas untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Bacaan Lainnya

Kebanyakan orang menganggap alam sebagai sesuatu yang abadi dan tak ternilai. Namun, pada kenyataannya alam juga rentan terhadap pencemaran dan kerusakan yang disebabkan oleh manusia.

Kerusakan alam dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti polusi udara, air, dan tanah, penebangan hutan, penggunaan bahan kimia berbahaya, dan lainnya.

Polusi udara adalah salah satu masalah lingkungan yang serius. Polusi udara dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti asma, bronkitis, dan penyakit jantung.

Polusi air juga merupakan masalah yang serius. Polusi air dapat menyebabkan keracunan makanan, penyakit menular, dan kerusakan ekosistem.

Dan yang tak kalah bahayanya yaitu pencemaran lingkungan dimana terjadi penumpukan sampah plastik yang banyak sekali berserakan di tempat-tempat umum. Sehingga hal tersebut menyebabkan tersumbatnya arus aliran air sungai terhambat.

Keadaan alam akan terus mengalami kerusakan jika ada banyak orang yang tidak punya kepedulian terhadap lingkungan di sekitarnya.

Salah satu faktor penyebab alam menjadi rusak karena terdapat banyak orang yang tidak bertanggung jawab atas perbuatan mereka. Seperti yang sering dijumpai saat ini, yaitu membuang sampah sembarangan. Hal tersebut masih sering dijumpai, dikarenakan masih terdapat banyak orang yang tidak sadar bahwa menjaga kebersihan lingkungan itu sangatlah penting untuk dilakukan.

Menurut laporan tahunan Bank Dunia pada tahun 2018, Indonesia merupakan negara dengan produksi sampah terbanyak di dunia. Laporan tersebut menyebutkan bahwa Indonesia menghasilkan sekitar 65 juta ton sampah setiap tahunnya. Ini yang menempatkan Indonesia di urutan pertama dalam produksi sampah di dunia.

Hal tersebut terbukti di saat musim penghujan, wilayah banjir mulai bermunculan di daerah padat penduduk seperti di daerah perkotaan.

Tak hanya di daerah perkotaan saja, pada tahun 2022 di daerah Sumatera Utara dan Sulawesi Tenggara juga terkena dampak banjir akibat penggundulan hutan secara liar, sehingga hal itu menyebabkan berkurangnya tempat penampungan air hujan (tempat resapan air). Hal itulah yang akan menyebabkan banjir bandang ketika curah hujan mulai tinggi. Dan hal itu menjadi sumber masalah baru bagi keseimbangan ekosistem alam.

Tak hanya banjir, penebangan hutan secara liar juga merupakan masalah yang serius yang harus segera ditindak lebih lanjut. Penebangan hutan secara liar dapat menyebabkan kerusakan ekosistem, seperti hilangnya keanekaragaman hayati, berkurangnya jumlah pasokan oksigen, rawan terjadi tanah longsor, dan bahkan dapat mengakibatkan banjir bandang karena kurangnya daerah resapan air.

Seiring berjalannya waktu, jumlah banjir di wilayah Indonesia bukan semakin berkurang, tetapi malah semakin bertambah. Hal itu disebabkan karena kurangnya kesadaran warga Indonesia dalam menjaga kebersihan lingkungan dan masih minimnya edukasi tentang menjaga kelestarian alam, serta kebijakan dari pemerintah yang kurang tegas dalam menangani hal tersebut.

Selain itu, peran masyarakat dalam menanggulangi banjir juga sangat diperlukan dengan cara menanamkan pola hidup sehat dengan membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan sampah plastik atau mengurangi penggunaan barang yang tidak dapat didaur ulang. Dengan cara ini, masyarakat dapat membantu mengurangi jumlah sampah yang menumpuk di lingkungan sekitar.

Agar alam tempat tinggal manusia ini bisa tetap lestari dan tidak rusak, maka kerusakan alam harus dapat dicegah dengan berbagai cara.

Pertama, warga perlu menciptakan kesadaran kepada semua elemen masyarakat tentang pentingnya merawat dan menjaga lingkungan sekitar. pemberian edukasi kepada masyarakat ini bisa dilakukan dengan cara memberi tulisan atau spanduk yang dipasang di pinggir jalan sebagai peringatan untuk tidak membuang sampah sembarangan.

Kedua, warga dapat memfasilitasi masyarakat dengan membuat bank sampah di setiap desa atau kelurahan agar masyarakat dapat mengumpulkan barang yang sudah tidak dipakai (barang bekas)  untuk tidak langsung dibuang. Akan tetapi dikumpulkan terlebih dahulu, kemudian apabila sudah terkumpul banyak dapat dijual melalui bank sampah yang sudah disediakan di setiap desa atau kelurahan itu.

Ketiga, masyarakat dapat memilah antara sampah organik dan non organik agar dapat digunakan kembali dengan cara diolah terlebih dulu. Sampah organik dapat diolah menjadi pupuk kompos. Sedangkan sampah non organik seperti plastik dapat dijadikan pot bunga dengan cara daur ulang terlebih dulu.

Sedangkan upaya yang dapat dilakukan masyarakat agar penebangan hutan secara liar tidak semakin marak yaitu dengan cara mencegahnya. Pencegahan dapat dilakukan dengan cara melakukan penyuluhan kepada masyarakat akan bahaya penebangan hutan secara liar. Selain itu, juga dapat dilakukan pengetatan pengawasan agar tidak ada lagi pihak yang sewenang-wenang melakukan perbuatan yang merugikan tersebut. Bahkan jika perlu, negara atau pemerintah mempertegas peraturan perundang-undangan untuk mencegah terjadinya penebangan hutan secara liar.

Kerusakan alam dapat dicegah dengan berbagai cara. Namun, masyarakat juga harus mengambil tindakan lebih lanjut untuk melindungi alam. Masyarakat harus meningkatkan kesadaran tentang pentingnya alam dan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas yang dapat merusak alam. Seluruh pihak harus berperan serta dalam menangani masalah yang kian makin parah itu.

Masyarakat juga harus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pelestarian alam. Dengan melakukan hal-hal tersebut, masyarakat dapat melindungi dan menjaga kelestarian alam untuk masa depan.

Alam sudah menyediakan segalanya yang dibutuhkan manusia. Lantas mengapa manusia tidak membalas kebaikan alam tersebut dengan cara merawat serta menjaganya? Sedangkan manusia diciptakan dengan akal yang cerdas, dan dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk untuk dirinya. Tidak sepantasnya jika alam yang indah ini, yang sudah menyediakan apa saja yang dibutuhkan akan manusia, tetapi masyarakat malah merusaknya dengan tangan-tangan jahilnya.

Kelestarian alam adalah kunci untuk menjaga kehidupan di bumi. Tanpa kelestarian alam, manusia tidak akan dapat menikmati keindahan alam yang luar biasa ini. Manusia tidak bisa menikmati makanan yang sehat, Manusia tidak dapat menikmati manfaat lainnya yang diberikan oleh alam. Oleh karena itu, manusia harus menjaga kelestarian alam, agar mereka dapat menikmati manfaat alam untuk selamanya.

(Fauzan Annas, Mahasiswa UIN Raden Mas Said Surakarta)

 

Pos terkait