Implementasikan Kurikulum Merdeka, SD Kanisius Nglinggi Gelar Open House “Kewirausahaan Berbasis Kearifan Lokal”

Kepala Desa Nglinggi Sugeng Mulyadi bersama para suster sedang meninjau stand es puter di sela acara open house yang diadakan SD Kanisius Nglinggi pada Sabtu (14/1/2023) pagi.

WartaKita.org – Sekolah Dasar (SD) Kanisius Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten menggelar Open House “Kewirausahaan Berbasis Kearifan Lokal” di halaman sekolah setempat pada Sabtu (14/1/2023) pagi.

Kegiatan open house ini diisi dengan penampilan seni, pameran produk atau hasil karya siswa, bazar orangtua siswa, dan aneka lomba untuk anak-anak TK.

Bacaan Lainnya

Penampilan seni diisi dengan dance, solo vocal, ansamble musik, tari kreasi dan sebagainya yang dibawakan oleh murid SDK Nglinggi. Sedang untuk lomba anak-anak TK  berupa kolase, fashion show, dan solo vocal.

Kepala SD Kanisius Nglinggi, Wahyuningsih menyampaikan, open house ini merupakan program dari Kurikulum Merdeka. Ada dua program besar dari Kurikulum Merdeka ini, yaitu untuk semestar gasal dan semester genap.

Untuk semester gasal yaitu open house. Open house ini untuk menggali potensi anak, melatih anak dalam berpikir, bertindak, berbuat sesuatu, cara membuat sesuatu dari barang yang bukan apa-apa menjadi barang yang bisa digunakan dan mempunyai nilai.

Selain itu, dalam open house ini juga diadakan bazar orangtua perwakilan setiap kelas, pameran stand yang merupakan produk atau hasil karya dari anak-anak, seperti stand telur asin, tempe, nugget tempe, es puter, ecoprint, tanaman hias, pupuk, eco enzyme dari buah-buahan, kompos, dan tanaman cangkok.

“Kita juga mengundang beberapa TK untuk memeriahkan open house ini. Ini untuk (keperluan) PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru). Kita mencoba menarik anak-anak ke sekolah kita dengan cara mengadakan lomba seperti ini. Kita bisa mendukung mereka dengan SPP gratis,” katanya.

Wahyuningsih berharap, kegiatan seperti ini bisa berlangsung terus, dan anak-anak bisa mengembangkan potensi dalam diri mereka. Anak-anak bisa melaksakanakan tugas di sekolah maupun di rumah, dalam sikap dan dalam berbagai kehidupan di masyarakat.

Open house ini merupakan perwujudan dari P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Kita tidak hanya berorientasi dalam akademis saja, tetapi juga dalam sikap, perbuatan, bagaimana cara anak-anak mengolah sesuatu itu menjadi lebih berguna, kreatifitas, itu bisa diterapkan di sekolah maupun di kehidupan sehari-hari di rumah,” ujarnya.

Tari kreasi yang dibawakan para siswa memeriahkan acara open house yang diadakan SD Kanisius Nglinggi pada Sabtu (14/1/2023) pagi.

Sedang Kepala Desa Nglinggi, Sugeng Mulyadi memberikan apresiasi SD Kanisius Nglinggi yang berani menerapkan Kurikulum Merdeka. Menurutnya, Kurikulum Merdeka memberikan keleluasaan kepada siswa untuk belajar keluar, namun tidak “liar”.

”Ada kata-kata bijak, mahkota orangtua adalah anak. Maka anak-anak harus dipersiapkan, dididik menjadi anak-anak yang berani keluar tetapi tidak liar.  Harapannya, anak-anak ini diberikan pelatihan-pelatihan, keterampilan-keterampilan enterpreneur. Sehingga anak-anak ini tidak hanya pandai dalam akademik. Ini menjadi penting, sehinga kedepan anak-anak ini menjadi pribadi yang tangguh, tidak hanya baik dalam akademik saja,” tandasnya

Sugeng Mulyadi menambahkan, Pemerintah Desa Nglinggi terus mendukung keberadaan sekolah yang ada di Nglinggi.

“Karena itu, kami menawarkan sarana dan prasarana alat kesenian yang dimiliki oleh Desa Nglinggi untuk dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran bagi siswa SD Kanisius Nglinggi. Termasuk tenaga THL kami yang menguasai IT untuk melatih guru dan siswa di sini di bidang komputer,” ungkapnya.

Penampilan ansamble musik yang dibawakan para siswa memeriahkan acara open house yang diadakan SD Kanisius Nglinggi pada Sabtu (14/1/2023) pagi.

Sementara itu Penanggung Jawab Unit SD Kanisius Nglinggi Suster Yosefina Catur Rusia Putri mengatakan, mewakili para Suster Misionaris Claris Indonesia dan Yayasan Puspita Kencana Surabaya, pihaknya mengaku bangga karena SD Kanisius Nglinggi telah menerapkan Kurikulum Merdeka.

Dan juga karena pada kesempatan ini, SD Kanisius Nglinggi telah berhasil menggelar open house yang merupakan presentasi dari Implementasi Kurikulum Merdeka.

”Dalam open house ini kita dapat saksikan bersama out put dari penerapan Kurikulum Merdeka yang dihasilkan oleh para siswa SD Kanisius Nglinggi. Para siswa ternyata telah mampu membuat ice cream yang merupakan praktek dari teori kalorisasi. Mereka dapat membuat ecoprint, eco enzyme dan lain sebagianya,” terang Suster Fina.

Hadir pada open house ini diantaranya Kepala Desa Nglinggi Sugeng Mulyadi, Pastor Paroki Roh Kudus Kebonarum Rama Gregorius Sulistyanto, Pr, Rama Hardiyanto, para Suster Misionaris Claris Indonesia, Perwakilan Yayasan Puspita Kencana Surabaya, dan undangan lainnya.

Pos terkait