Jaga Persatuan Dan Kesatuan Bangsa, GKJ Wedi Gelar Camp Kebangsaan Lintas Iman

(1) Peserta Camp Kebangsaan mengelingi lapangan sambil memegang lilin pada acara Candle Light.

WartaKita.org – Sekitar 250 peserta dari Perguruan Tinggi (PT) dan lintas iman berpartisipasi dalam Camp Kebangsaan yang diadakan oleh Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wedi di Lapangan Depo Pendidikan dan Latihan Tempur (Dodiklatpur) Klaten pada Sabtu – Minggu (3-4/11/2018).

Camp Kebangsaan yang bertema “Kita Bersaudara” ini merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 50 GKJ Wedi yang jatuh pada 7 April 2019 mendatang.

Bacaan Lainnya

Pendeta GKJ Wedi Rian Pandhu Bagaswara menjelaskan, sasaran peserta Camp Kebangsaan ini adalah generasi muda lintas iman dari seluruh Indonesia. Mereka berasal dari berbagai agama, komunitas, perguruan tinggi, dan lainnya.

“Camp Kebangsaan ini diadakan dalam rangka menyambut HUT ke 50 GKJ Wedi dan ikut menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya.

Pendeta Rian Pandhu Bagaswara menyatakan, Camp Kebangsaan ini diisi dengan berbagai acara.

Pada hari pertama (Sabtu) diisi dengan upacara pembukaan, sarasehan bijak dalam bermedia sosial dengan tema “Jarimu Masa Depanmu”, medsos chalenge, sarasehan kebangsaan bertajuk “Generasi muda, tantangan dan peran menjaga keberagamaan dan kebangsaan dalam konteks kekinian”, api unggun, fun games, dan candle light.

Sedang pada hari kedua (Minggu), diisi dengan acara senam pagi, fun games, ibadah dan misa (bagi peserta Kristen dan Katolik), kunjungan ke tempat ibadah, tanam bibit pohon, upacara penutuan dan deklarasi perdamaian.

“Dalam kunjungan ke tempat ibadah, peserta diajak mengunjungi Pondok Pesantren Sunan Kalijaga di Desa Dengkeng, Kecamatan Wedi, Pura Sasana Bhakti di Desa Pasung (Wedi), Gereja Katolik Santa Perawan Maria Bunda Kristus di Desa Gadungan (Wedi), dan Gereja Kristen Jawa Wedi,” terangnya.

Pendeta Rian berharap, dengan Camp Kebangsaan ini, para peserta (generasi muda) bisa menjadi agen perubahan untuk berbagi kasih dan semangat persaudaraan di Indonesia, khususnya di Kabupaten Klaten.

Peserta Camp Kebangsaan saat mengunjungi Pondok Pesantren Sunan Kalijaga di Desa Dengkeng.

Kegiatan Camp Kebangsaan ini disambut baik oleh Pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Wedi Kyai Muhammad Hidayatulloh Susilo Eko Pramono. Menurutnya, Camp Kebangsaan adalah suatu metode dan aplikasi nyata dari Bhinneka Tunggal Ika.

“Di tengah situasi yang memanas dari efek konstelasi politik belakangan ini, maka kemah (camp) dengan mengumpulkan yang plural sangat diharapkan. Kami mengapresiasi baik setiap upaya-upaya mengkampanyekan jiwa-jiwa kebangsaan,” ujarnya.

Peserta Camp Kebangsaan berfoto bersama di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi.

Sementara itu, Pastor Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Rama Emmanuel Maria Supranowo Pr mengapresiasi positif kegiatan Camp Kebangsaan ini. Karena pada kegiatan Camp Kebangsaan ini generasi muda lintas iman dari berbagai daerah bisa bertemu, saling mengenal, belajar, dan memahami satu sama lain. Dengan Camp Kebangsaan ini, pemahaman dan wawasan generasi muda akan keberagaman dibuka dan diperbarui. Mereka merasakan persaudaraan yang nyata, meski mereka “berbeda”.

“Saya mengajak peserta Camp Kebangsaan untuk mengabarkan sesuatu yang positif, sesuatu yang baik, yang diperoleh selama kegiatan ini kepada teman-temannya, keluarganya, komunitasnya, dan masyarakat di sekitarnya. Silahkan semangat persaudaraan dan kebangsaan yang dirasakan selama kegiatan Camp Kebangsaan ini diviralkan di media sosial. Biar masyarakat yang lain juga tahu dan ikut merasakan,” pesan rama.

Pos terkait

1 Komentar

  1. Gerakan perdamaian kyk camp kebangsaan ini hrs terus digulirkan dng kreasi kegiatan yg beragam utk Indonesia yg lebih damai dan bersatu. Salam pirukun🤝

Komentar ditutup.