WartaKita.org – Para tokoh agama mengikuti kegiatan pembinaan dan dialog kerukunan antar umat beragama Kabupaten Klaten di Museum Candi Prambanan Komplek Candi Prambanan, Selasa (22/3/2022).
Kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Klaten.
Turut hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Klaten Yoga Hardaya, Plt Kepala Badan Kesbangpol Klaten Dody Hermanu, Kasubag Tata Usaha Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah, pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Klaten, perwakilan Ketua Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kecamatan, Desa dan Kelurahan, serta perwakilan seluruh umat beragama yang ada di Kabupaten Klaten.
Kepala Kantor Kemenag Klaten Haryadi dalam sambutan menyampaikan, tujuan kegiatan pembinaan dan dialog ini untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama dan menambah kesadaran tentang pentingnya menjaga kerukunan antar umat beragama.
“Tujuan acara ini adalah untuk meningkatkan kerukunan antar umat beragama di Kabupaten Klaten dan terciptanya keharmonisan antar umat beragama,” katanya.
Haryadi menyatakan, setiap agama mengajarkan kebaikan, kedamaian serta keselarasan hidup terhadap para pemeluknya, baik antar sesama manusia, maupun terhadap makhluk ciptaan Tuhan yang lain.
“Hidup rukun dan berdampingan bersama-sama pemeluk agama lain, saling menghargai, serta menghormati antar pemeluk agama merupakan tujuan dan keinginan setiap agama dan manusia itu sendiri,” ujarnya.
Haryadi mengatakan, dialog bersama antar umat beragama ini juga mengandung maksud untuk mensyukuri nikmat Allah SWT atas karunia yang dilimpahkan berupa rezeki kesehatan, ketentraman, kedamaian dan kerukunan.
“Selain itu juga untuk memohon kepada Allah SWT agar mengayomi, membimbing dan memberikan kekuatan lahir batin kepada pemimpin dan pengambil kebijakan di jajaran Pemerintah Kabupaten Klaten sehingga dapat menjaga pembangunan mental dan spiritual masyarakat di Kabupaten Klaten,” ucapnya.
Ia menambahkan, momentum dialog bersama antar umat beragama ini harus menjadi alat pemersatu, meningkatkan kesatuan dan persatuan bangsa dalam rangka terciptanya kesejahteraan dan ketentraman masyarakat Klaten.
“Tanpa kerukunan tidak ada persatuan. Itulah sebabnya merawat kerukunan itu harus dilakukan secara terus menerus,” tandasnya.
Sedang Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten Syamsuddin Asyrofi dalam kesempatan tersebut menjelaskan, semua pemangku kepentingan mempunyai tugas dan kewajiban bersama dalam merawat dan mewujudkan kerukunan antar umat beragama dimanapun berada.
“Para tokoh lintas agama memiliki peranan yang sangat penting dalam mewujudkan kerukunan antar umat beragama dimanapun mereka berada,” tegasnya.
Kegiatan pembinaan dan dialog kerukunan ini sekaligus dimanfaatkan untuk menerima kunjungan kerja (kunker) dari FKUB Pringsewu Lampung. Mereka datang ke Klaten untuk mengetahui upaya lebih lanjut bagaimana FKUB Klaten mampu mewujudkan kerukunan antar umat beragama bersama tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat dengan cara berikhtiar menyusun model dengan pembentukan PKUB Kecamatan, serta Desa dan Kelurahan sejak beberapa waktu yang lalu.
Sementara itu Ketua FKUB Kabupaten Pringsewu, Lampung Mahfudz Ali menyampaikan, maksud dan tujuan melakukan kunjungan kerja ke FKUB Klaten diantaranya adalah ingin mengetahui lebih lanjut terkait upaya-upaya FKUB Klaten mewujudkan dan merawat kerukunan antar umat beragama dengan membentuk Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB ) tingkat Kecamatan, serta Desa dan Kelurahan.
“Kami ingin belajar bagaimana membentuk PKUB Kecamatan serta Desa dan Kelurahan seperti yang sudah ada di Klaten ini,” ujarnya.









