Tingkatkan Pelayanan, RSCH Klaten Adakan Media Gathering Dengan Wartawan

Para wartawan dan jajaran RSCH Klatn berfoto bersama.

WartaKita.org – Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) Klaten mengadakan Media Gathering dengan para wartawan yang bertugas di Kabupaten Klaten di Jiwangga Resto di Jalan Terbaik Nomor 1 Dukuh Bromonilan, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman pada Rabu (24/10/2018).

Kegiatan yang bertajuk “Mengenal lebih dekat RSCH Klaten”ini  dimaksudkan untuk memberikan berbagai masukan kepada RSCH Klaten dalam rangka meningkatkan pelayanan di tahun 2019 dan sebagai ajang membangun silaturahim antara rumah sakit dengan awak media.

Bacaan Lainnya

Media Gathering diisi dengan acara ramah tamah, makan siang, sambutan, diskusi mengenai “Peningkatan Pelayanan RSCH untuk Masyarakat Klaten”, pembagian kaos dan pemberian souvenir, wawancara, dan diakhiri dengan foto bersama. Acara Media Gathering berlangsung gayeng, hangat, dan penuh keakraban.

Direktur Utama RSCH Klaten dr Netty Herawati Sp.OG dalam sambutan menyampaikan, terbitnya Peraturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tentang rujukan berjenjang dirasakan sangat “menguntungkan” bagi rumah sakit tipe D seperti RSCH Klaten.

“Dulu sebelum ada peraturan mengenai rujukan berjenjang, rata-rata pasien di RSCH Klaten setiap harinya sekitar 200 orang. Tetapi sekarang, setiap hari, RSCH Klaten harus melayani pasien rawat jalan maupun rawat inap hingga 600 orang,” katanya.

dr Netty Herawati Sp.OG menyatakan, membludaknya jumlah pasien yang terjadi belakangan ini tentu saja membawa dampak dan konsekwensi bagi RSCH Klaten. Rumah sakit “dituntut” untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien.

“RSCH Klaten selalu berupaya untuk meningkatkan pelayanan kepada pasien. Mulai dari penyediaan fasilitas ruang tunggu yang representatif, mencari terobosan untuk mengurai antrian pasien, menambah SDM (sumber daya manusia), dan sebagainya. Berbagai kebijakan ini diharapkan dapat membuat pasien semakin terlayani secara lebih cepat dan lebih baik,” ujarnya.

Netty Herawati mengatakan, ke depan, “persaingan” layanan diantara rumah sakit semakin keras. Berdirinya sejumlah rumah sakit dan pelayanan kesehatan yang baru menuntut rumah sakit harus kreatif dan inovatif agar bisa tetap eksis dan berkembang. Maka, RSCH Klaten membutuhkan berbagai masukan dan gagasan dari banyak pihak untuk menyusun program kerja ke depan. Salah satunya dari para wartawan yang bertugas di Klaten.

“Selama ini, keberadaan media telah terbukti sangat membantu dan mendukung RSCH Klaten dalam menyampaikan informasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Nah, Media Gathering ini merupakan salah satu bentuk apresiasi kami kepada rekan-rekan media. Selain itu, dalam Media Gathering ini kami juga dapat bertukar pikiran dengan rekan-rekan media bagaimana menyusun program kerja dan membangun Klaten dari sisi layanan kesehatan,” terangnya.

Para wartawan dan jajaran RSCH Klaten berfoto bersama.

Dalam acara diskusi, RSCH Klaten meminta masukan dan gagasan dari para wartawan mengenai apa yang perlu dilakukan atau diprogramkan rumah sakit tersebut untuk mewujudkan masyarakat Klaten yang semakin sehat. Diskusi dipandu oleh wartawan Media Indonesia, Joko Sarjono.

Ada banyak masukan dan gagasan dari para wartawan. Seperti bagaimana meningkatkan kualitas dan mempercepat pelayanan, mendekatkan rumah sakit kepada masyarakat melalui program Corporate Social Responsiilty (CSR), promosi dan edukasi kesehatan, menyiapkan program layanan unggulan, tempat parkir, dan sebagainya.

“Selama ini, Program Klaten Sehat dengan empat sub bidangnya (yaitu Kampung Sehat, Sekolah Sehat, Pasar Sehat, dan Karyawan Sehat) itu telah berjalan dengan baik. Maka, Program Klaten Sehat ini harus dilanjutkan. Karena selain ada misi sosial (membantu masyarakat), juga bisa mempromosikan RSCH Klaten kepada masyarakat luas,” ucap salah satu wartawan.

Tak hanya itu, wartawan juga mengusulkan agar RSCH Klaten memiliki program layanan unggulan. Karena dari layanan unggulan itulah maka “nama” RSCH Klaten akan semakin dikenal masyarakat.

“Dari sejarahnya, Pak Dokter Cakra itu dulu adalah dokter spesialis THT (telinga hidung tenggorokan). Dan kliniknya (cikal bakal RSCH Klaten) juga terkenal sebagai tempat rujukan bagi pasien THT. Maka, ada baiknya kalau RSCH Klaten juga memiliki program layanan unggulan, seperti layanan THT misalnya,” usul salah satu wartawan.

Pos terkait