WartaKita.org – Satuan Driver Ambulance Siaga NU (Saganu) Solo Raya memperingati Hari Pahlawan tahun 2021 dengan menggelar apel siaga dan ziarah ke makam KH Muslim Rifai Imampuro (Mbah Liem) serta pemberian santunan kepada anak yatim di kompleks Pondok Pesantren (Ponpes) Al Muttaqien Pancasila Sakti (Alpansa) di Dukuh Sumberejo Wangi, Desa Troso, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Rabu (10/11/2021).
KH Muslim Rifai Imampuro atau Mbah Liem ini adalah pencetus slogan “NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya”.
Apel siaga dihadiri sekitar 100 peserta dari Saganu Solo Raya, DI Yogyakarta, Semarang, Kendal, Temanggung, dan Magelang serta 50 armada ambulance.
Turut hadir dalam apel siaga tersebut, pengelola Ponpes Al Muttaqien Pancasila Sakti seperti KH Zaifuddin Zuhri alias Gus Zuhri, KH Jalalluddin Muslim (Gus Jalal), KH Jazuli A Kasmani (Gus Jaz), Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Klaten H Mujiburrahman, Ketua GP Anshor Klaten Marzuki, dan warga NU lainnya.
Koordinator Saganu Solo Raya, Nuryadi didampingi Wakil Koordinator Ginanjar menyampaikan, apel siaga ini diadakan di kompleks Ponpes Al Muttaqien Pancasila Sakti karena mereka ingin menimba spirit dan inspirasi dari Mbah Liem, pencetus “NKRI Harga Mati, Pancasila Jaya”.
“Kita terinspirasi dengan spirit beliau (Mbah Liem). Semoga apa yang kita lakukan di sini mendapat ridha-nya (Mbah Liem), dan ridha Allah SWT. Insya Allah, dengan apel siaga ini kita akan menuju ke kemandirian umat dalam hal pelayanan kesehatan dan kemanusiaan. Semoga dengan Saganu tidak menghilangkan rasa kemanusiaan dan kepedulian kepada Indonesia,” katanya.

Nuryadi menjelaskan, pada tahun 2003, NU Klaten baru mempunyai satu armada ambulance. Dan sekarang telah berkembang menjadi 20 armada di Klaten, dan 56 armada di Solo Raya. Sedang untuk se Indonesia ada sekitar 400 armada.
“(keberadaan Saganu) Ini adalah bentuk kepedulian kita. Karena ada banyak warga yang membutuhkan, ada warga yang sakit, yang terpapar Covid-19, ada jenazah, dan cari ambulance sulit, maka muncullah inisiasi untuk pengadaan ambulance. Kita urunan, kita donasi, lalu kita belikan ambulance untuk kepentingan masyarakat umum,” ujarnya.
Sedang Ginanjar mengemukakan, selama pandemi Covid-19, Saganu sudah banyak mambantu masyarakat. Baik kepada warga yang terkena dampak covid, terpapar covid, maupun yang meninggal.
“Kita tidak hanya melayani pengantaran jenazah. Tetapi juga melayani pengantaran dan pemulangan pasien, serta pemulasaran jenazah. Untuk pemulasaran jenazah, kita lakukan secara protokol kesehatan, dengan tidak lepas dari syariah Islam,” terangnya.
Sementara itu Ketua PCNU Klaten yang juga pembina apel siaga, H Mujiburrahman menyatakan, apel siaga Saganu Solo Raya dan sekitarnya ini terasa spesial karena bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan tahun 2021.
Karenanya, H Mujiburrahman mengajak peserta apel untuk selalu bersyukur dan tetap semangat agar bermanfaat bagi seluruh umat.
“Saganu telah melayani masyarakat di bidang kesehatan. Saya pribadi tidak bisa membayangkan tugas yang diemban para anggota Saganu di tengah gelombang II Covid-19 beberapa waktu lalu. Dalam sehari bisa tiga, empat, memakamkan jenazah,” tandasnya.

Pada kesempatan tersebut, H Mujiburrahman mencuplik perjuangan para pejuang dalam merebut ataupun mempertahankan kemerdekaan RI.
Menurutnya, fatwa Kyai NU lewat KH Hasyim Asy’ari yang mengumpulkan para kyai di Jawa dan Madura dinilai telah membakar semangat para santri dan kyai dalam membela negara.
“Bahwa hukum membela negara itu fardhu ‘ain. Itu disampaikan KH Hasyim Asy’ari ke Bung Tomo yang diperintah Bung Karno agar sowan ke KH Hasyim Asy’ari di Tebu Ireng. Perang di Surabaya mengakibatkan banyak syuhada yang gugur. Maka, mari kita berdoa, semoga para pahlawan yang gugur pada 10 November di Surabaya itu menjadi ahli surga,” ajaknya.
Sepanjang apel berlangsung, Gus Zuhri selaku perwakilan keluarga besar Mbah Liem dan keluarga besar Ponpes Alpansa Klaten turut memimpin doa untuk para pahlawan bangsa.
“Mari memanjatkan doa untuk pejuang bangsa,” ucapnya.









