Kenalkan Klaten, Seniman Kontemporer Gelar “Klaten mBhinnek Art”

Liben berfoto bersama para seniman dan wartawan Klaten, Jumat (29/6/2018).

WartaKita.org – Ajang pameran seni kontemporer bertajuk “Klaten mBhinnek Art” digelar di Monumen Juang 45 Klaten dari Jumat sampai Senin (29/6-2/7/2018). Gelaran Katen Pra Biennale 2 ini diikuti 20 seniman dari berbagai daerah di Indonesia dengan 30 karya.

Ketua Panitia Klaten Pra Biennale 2, Temanku Lima Benua menyampaikan, “Klaten Bhinnek Art” ini bertujuan untuk membentuk ekosistem diantara seniman, Pemerintah, dan apresiator.

Bacaan Lainnya

“Karena selama ini, ekosistem seni kontemporer di Klaten belum terbentuk. Diantara seniman-seniman belum ada sifat gotong-royong, dan masih ada kesenjangan antara seniman tua dan seniman muda. Selain itu, ada banyak seniman yang lebih suka hidup di Jogja, Solo, dan Jakarta. Ini karena ekosistem seni kontemporer di kota tersebut sudah terbentuk,” katanya.

Liben menjelaskan, pembukaan pameran seni kontemporer ini dilakukan pada Jumat (29/6/2018) malam. Ada serangkaian acara dalam pembukaan ini, yatu pertunjukan reog Turangga Tirto Manunggal, pembukaan, dan kuratorial tour atau penjelasan dari karya yang dipamerkan.

“Kami berharap, dengan pameran seni kontemporer ini, Pemerintah lebih memperhatikan seniman kontemporer di Klaten. Kami juga ingin membantu Pemerintah untuk melejitkan (menerkenalkan) nama Klaten di ajang nasional maupun internasional,” ujarnya.

Ada yang menarik dalam “Klaten mBhinnek Art” ini. Salah satunya yaitu space “Jalan Kemaluan”. Dalam “lorong” ini disampaikan pesan kepada Pemerintah (dan masyarakat) untuk berjalan lurus, tidak boleh tengak-tengok, apalagi untuk urusan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Juga ada lukisan “Indonesia Jangan Menangis” yang berisi “sindiran” kepada Pemerintah yang tidak melayani rakyat, tetapi sebalikya, malah minta dilayani rakyat. Lukisan ini dilukis oleh anak-anak SMP dan seniman anak-anak jalanan.

Terkait, Kurator Bambang Pujiyono menyambut baik pameran seni kontemporer ini.

“Dngan event “Klaten mBhinnek Art” ini diharapkan terjalin hubungan harmonis antara orgaisme (seniman, Pemerintah, dan apresiator) yang satu dengan yang lain, serta dapat mengkomunikasikan antara seniman tua kepada seniman muda,” ucapya.

Pos terkait