Temanku Lima Benua Adakan Peringatan Hari Kartini, Ajak Perempuan Jadi Lebih Mandiri

Temanku Lima Benua bersama warga sekitar memperingati Hari Kartini pada Selasa, 15 April 2025.

WartaKita.org – Tanggal 15 April adalah kelahiran seniman besar Leonardo da Vinci dan Arie Smit. Mereka adalah dua tokoh terkenal, yaitu seorang pelukis Italia dan seorang pelukis Belanda yang menetap di Bali.

Dan kebetulan, di tanggal yang sama, lahirlah Temanku Lima Benua atau yang akrab disapa Liben, seorang seniman perempuan yang konsen di seni lingkungan.

Bacaan Lainnya

Temanku Lima Benua dengan mengajak warga sekitar, yaitu Dukuh Geritan, Desa Belangwetan, Kecamatan Klaten Utara, Kabupaten Klaten mengadakan kegiatan untuk mengembangkan pemikiran Kartini yang juga memperingati Hari Bumi pada Selasa, 15 April 2025.

Liben menyampaikan, Kartini mempunyai pemikiran bahwa perempuan memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam masyarakat.

“Kartini berpendapat, bahwa pendidikan adalah kunci untuk memajukan perempuan dan bangsa,” katanya.

Karena itu, Liben mengajak ibu-ibu dan anak-anak di sekitar tempat tinggalnya untuk menanan pohon cabai, terong, dan sayuran lainya yang bisa ditanam di bekas botol, ember bekas, dan barang-baran bekas lainnya.

Menurut Liben, perempuan masa kini tidak hanya mampu bergincu. Akan tetapi juga mampu menggunakan pikiran untuk menyuarakan kesetaraan gender, untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Karena itu, di bulan April ini, Liben banyak menggambar tokoh-tokoh perempuan.

Di bulan April ini, Temanku Lima Benua banyak menggambar tokoh-tokoh perempuan.

Liben menyatakan, perempuan zaman sekarang memiliki berbagai peran dan tantangan dalam menjalani kehidupan. Diantaranya sebagai tulang punggung keluarga, pendidik, pemimpin, dan pekerja di berbagai profesi.

“Perempuan juga harus menghadapi berbagai masalah sosial, seperti diskriminasi, kekerasan seksual, menjadi korban tindak kekerasan, kesenjangan gaji dan karir di lingkungan kerja, mempunyai beban ganda (selain menjadi ibu rumah tangga, juga sebagai pencari nafkah),dan  bahkan menjadi korban tindak pidana perdagangan manusia,” paparnya.

Liben mengemukakan, perempuan  mempunyai peran yang sangat penting di kehidupan ini. Oleh karena itu, perempuan harus berani menyuarakan hak-hak kaumnya yang masih tertindas.

Secara kodrat, perempuan diciptakan sebagai mahkluk Tuhan yang akan menjadi isteri untuk mengurus rumah tangga. Sebagai ibu yang memberikan kasih sayang kepada putra putrinya. Dan menjadi pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya.

Akan tetapi, perempuan masa kini harus keluar dari zona tersebut dan menjadi perempuan yang mandiri.

“Kaum perempuan tidak hanya melakukan kewajibannya memberikan perawatan, dukungan dan pengasuhan kepada keluarga. Tetapi juga memiliki hak-hak untuk mengembangkan diri serta menemukan jati dirinya yang dapat memberikan pengaruh positif dan mengambil peran yang penting, baik kepada keluarganya maupun kepada masyarakat luas,” terangnya.

Dalam kegiatan ini, Temanku Lima Benua mengajak warga untuk menanam pohon guna meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Dalam kegiatan ini, Liben juga mengajak warga untuk menanam pohon. Ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan.

Liben menambahkan, pendidikan paling utama dimulai dari rumah, dari ibu. Karena ibu-lah yang menanamkan pendidikan itu sejak dini. Maka kegiatan ini melibatkan ibu-ibu dan anak-anak.

“Dengan harapan, perempuan memiliki jati diri yang kuat, bisa bekerja atau menjadi ibu rumah tangga, dan hal itu tidak menjadi dilema. Karena perempuan mampu multi peran,” tandasnya.

Pada kegiatan ini, ibu-ibu dan teman-teman mengucapkan: “Selamat Ulang Tahun Temanku Lima Benua, semesta ingin kau hidup lebih lama, sehat jiwa raga, hidupmu bermafaat bagi sesama, teruslah menjaga dunia ini dengan ilmu dan kemampuanmu,” ucap mereka.

 

Pos terkait