WartaKita.org – Temanku Lima Benua, atau yang akrab dipanggil Liben mengikuti pameran pada kegiatan Bazar Ramadan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Kebudayaan RI yang mengusung tema “Merajut Keberkahan Menyulam Kebudayaan” yang di dalamnya ada kegiatan Tadarus dan Tauziah di Ganara Art FX Sudirman (milik Tita Djumaryo) pada Senin sampai Kamis (17-20/3/2025).
Pada kesempatan itu, Liben yang seniman streat art, meramu seni jalanan dengan ayat-ayat Ramadan yang membuat orang kangen pulang, teringat orangtua, rumah tempat mereka tumbuh, dan nyekar leluhur yang telah mendahuluinya.
Karya yang ditampilkan adalah malaikat-malaikat dan sculpture seorang ibu. Malaikat menggambarkan bulan Ramadan bagi umat muslim adalah bulan suci yang penuh berkah, tidak ada setan yang berkeliaran, adanya malaikat-malaikat yang melindungi umatNya. Karya tersebut dibuat di atas kertas bekas dengan material arang dan injet. Sedang sculpture ibu dibuat dengan material barang-barang bekas berupa spatula, mur baut dan gembok. Karya ibu ini terinspirasi dari masa kininya yang urban di Jakarta, sehingga karya-karyanya bernuansa urban art (seni urban).
Terinspirasi dari cita-cita RA. Kartini, karya ibu ini mempunyai makna dan simbol-simbol bahwa seorang ibu tidak hanya mampu memasak, melahirkan dan berdandan, akan tetapi seorang ibu mampu mendidik anaknya sehingga menjadi orang yang sukses, dan mampu mencari nafkah atau berkarir secara bersamaan, yang ditampilkan dengan seorang ibu yang memeluk anaknya dan membawa tas berkas.
Setiap karya yang dihasilkan seperti mencerminkan jendela menuju sesuatu yang ekspresif dari cerita yang menggugah dari ekspresi, fantasi, dari masa lalu, kini dan esok. Desain konseptualnya mengajak kita untuk menyelami dimensi visual yang ekspresif, sehingga mampu menyampaikan kisah-kisah yang mendalam, namun tetap saja lucu dan bermakna yang mengajak orang lain mencintai seni lingkungan. Itulah Liben.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat mengunjungi stand pameran Liben.Liben menyampaikan, dalam berkarya dan bekerja, kejujuran adalah hal yang utama. Kejujuran adalah sebuah kebaikan terdalam, yang mengajarkan masyarakat untuk bersyukur pada kehidupan, dan membagi, serta menyebarkan kebahagiaan itu kepada orang lain. Keikhlasan dan rasa syukur akan membawa keberkahan.
Bentuk rasa syukurnya itu ditunjukkan dalam karya yang menggunakan material bahan alami dan material barang bekas untuk menghambat perubahan iklim yang ekstrim (climate change) dan kerusakan alam (intropi bumi).
“Kekayaan alam, udara, bumi dan air adalah karunia Tuhan kepada kita, haruskah kita campakkan kekayaan ini? Dunia begitu penuh keajaiban dan keindahan, mengapa kita hidup dalam pemikiran yang sempit? Hiduplah penuh dengan kebahagiaan dan kebebasan berekspresi, jangan membiarkan belenggu di pundak kita. Patahkan rantai yang menjerat kaki kita, lalu berjalan bebas menuju kedamaian,” ujarnya.
Menurut pengamatan Liben, tukang batu yang bekerja keras, kenyataanya uangnya sedikit. Dosen yang pintar dan cerdas, kenyataanya uangnya sedikit. Penjual kopi yang bekerja siang malam, kenyataanya uangnya sedikit. Tetapi (ada) tukang bakmi gerobak yang mempunyai 5 anak, semuanya sarjana, dan semuanya tidak karena (mendapatkan) KIP (Kartu Indonesia Pintar) dan KIS (Kartu Indonesia sehat).., mengapa? Karena uangnya berkah atau grace.
“Itulah yang terpenting dalam Ramadan ini, mencari grace, mencari berkah,” pesannya.

Stand pameran Liben ini mendapat perhatian dari para pengunjung.
Pada hari pertama, stand pameran Liben dikunjungi Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon yang didamping Wakil Menteri Giring Ganesa.
“Karyamu keren!” kata Menteri Kebudayaan Fadli Zon.
Sedang pada hari kedua, stand pameran Liben dikunjungi Katharine Grace (istri Menteri Kebudayaan Fadli Zon), bersama-sama dengan para ibu DWP Kementerian Kebudayaan. Dalam kunjungan itu, Katharine Grace mendengarkan dengan seksama tentang konsep pameran.
“Kapan-kapan kita adakan pameran kembali di Museum Nasional ya Ben,” ujar Katharine Grace.

Sementara itu pada hari ketiga, stand pameran Liben dikunjungi Ario Bimo, aktor yang pernah berperan sebagai Presiden Sukarno.
“Saya seneng lho lihat karya-karyamu,” ucap Ario Bimo.
Cynthia Riza, influencer dan politikus juga mengunjungi stand pameran Liben.
“Saya siap menjadi model karya-karyamu lho Ben. Pokoknya, saya tunggu karya-karyamu berikutnya,” tutur Cynthia Riza.
Begitu pula Teuku Rassya yang juga mengunjungi stand pameran Liben. Sebelumnya, Teuku Rassya juga pernah mengunjungi pameran Liben di Hotel Sahid.
“Saya siap dan bersedia menjadi model gambar atau lukisanmu lho Ben. Karyamu dulu (saat pameran di Hotel Sahid) aku pajang di ruang tamu lho,” ungkap Teuku Rassya.
Stand pameran Liben juga dikunjungi Paman Gery, seorang pendongeng. Ia mengaku senang dan kagum dengan konsep yang diangkat Liben.
“Ternyata ada dongeng Environmental Art ya,” kata Paman Gery.
Selain itu, stand pameran Liben juga dikunjungi Jeremy Owen, tiktoker pencinta seni lingkungan.









