WartaKita.org – Sekitar 800 umat Katolik dan jemaat Kristen mengikuti Ibadat Ekumene Penutupan Pekan Doa Sedunia 2020 untuk kesatuan umat Kristiani tingkat Kecamatan Wedi dan Gantiwarno, Kabupaten Klaten di Gereja Katolik Santa Perawan Maria Bunda Kristus Wedi, Kamis (23/1/2020) sore.
Ibadat Ekumene dipimpin oleh 6 rama dan 13 pendeta. Sedang umat yang hadir berasal dari 9 Paroki di Rayon Klaten dan jemaat dari 5 denominasi gereja. Pekan Doa Sedunia 2020 ini mengusung tema “Kebaikan hati yang luar biasa”.
Pendeta Mateus Imanuel Totok (MIT) Dwikoriyanto dari GPdI Margorejo dalam kotbahnya menyampaikan, berdasarkan realita yang ada, Gereja bisa terbagi (menjadi Katolik dan Kristen), dan tata ibadah serta tradisi boleh berbeda. Tetapi semuanya itu bisa dipersatukan dengan karya penebusan Yesus Kristus. Karena itu, Gereja harus bersatu.
“Untuk menjadi satu, maka kita harus saling mengasihi. Kita harus mengalami hubungan penuh kasih. Dan untuk dapat mengalami hubungan yang penuh kasih itu, maka kita harus (saling) tahu, kenal, berteman, bersahabat, dan menjadi keluarga,” katanya.
Ibadat Ekumene Penutupan Pekan Doa Sedunia ini berlangsung meriah. Ibadat dimeriahkan dengan koor dari Nthok Nthing Paroki Wedi, persembahan musik dan lagu dari GKBI Mawen, Paduan Suara Anak Serafim Paroki Wedi, dari tarian dari PIA Paroki Wedi.
Ibadat Ekumene ini disambut baik oleh para pemuka umat dan jemaat.
Pendeta Andono Pawoko dari GKJ Prambanan misalnya. Dia merasa senang bisa hadir dan mengikuti Ibadat Ekumene ini.
“Ibadat Ekumene ini merupakan capaian luar biasa bagi kita dalam ber-Tuhan. Kita dapat beribadah bersama tanpa sekat. Ini sangat indah. Maka, marilah kita mengabarkan sukacita, kebersamaan ini kepada tetangga, sesama, dan lainnya,” ujarnya.
Sedang Moderator Komisi Hubungan Antaragama Dan Kepercayaan (HAK) Keuskupan Agung Semarang (KAS) Rama Eduardus Didik Cahyono SJ menyambut baik Ibadat Ekumene yang sudah diadakan tiga kali di Kecamatan Wedi ini.
“Ibadat Ekumene ini sesuatu yang baik. Saya berharap, semakin tahun, akan semakin banyak umat yang mengikuti Ibadat Ekumene ini. Dan semoga Ibadat Ekumene ini bisa menular ke paroki (daerah) lain. Sehingga kabar sukacita ini bisa terus digaungkan,” ucap rama.
Sementara itu Pastor Paroki Wedi Rama Aloysius Gonzaga Luhur Prihadi Pr menyatakan, Ibadat Ekumene selalu membuahkan sesuatu yang baik.
“Pada Ibadat Ekumene yang pertama membuahkan Paduan Suara Anak Serafim Paroki Wedi. Pada Ibadat Ekumene yang kedua membuahkan kesepakatan, bahwa Ibadat Ekumene perlu diadakan dua kali, yaitu Ibadat Ekumene pembukaan dan Ibadat Ekumene penutupan. Dan pada Ibadat Ekumene yang ketiga ini kita belum tahu akan membuahkan apa. Semoga membuahkan yang baik pula,” tutur rama.
Usai Ibadat Ekumene, mereka yang hadir diajak beramah tamah sambil menikmati hidangan yang telah disiapkan. Mereka saling bertegur sapa dan berbincang dengan santai penuh keakraban.









