WartaKita.org – Tim Pelayanan Pendidikan Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Kabupaten Klaten menggelar Misa Pelajar pembukaan tahun ajaran baru 2024/2025 di Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus (SPM BK) Wedi, Jumat (9/8/2024).
Tepat pukul 12.00 WIB sebelum Perayaan Ekaristi dimulai, anak-anak diajak berdoa bersama Doa Angelus (Malaikat Tuhan) dan menyanyikan lagu “Dalam Yesus Kita Bersaudara”. Semua anak bersuka cita menjadi satu dengan raut wajah yang ceria.
Perayaan Ekaristi diikuti anak-anak dari tingkat SD, SMP, SMK/SMK yang berjumlah sekitar 800 siswa. Sedang petugas koor dari SMA Negeri l Wedi. Dalam misa ini, ada 6 prodiakon yang bertugas membantu imam.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Pastor Paroki Santa Maria Bunda Kristus Wedi, Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr.
Dalam kotbahnya, Rama Basilius Edy Wiyanto, Pr menceritakan pengalamannya ketika ia masih duduk di bangku SMP Negeri.
Waktu pelajaran agama Katolik, sekolah tidak memiliki ruangan khusus. Mereka kadang menempati labotarium. Kalau laboratorium dipakai, mereka belajar di teras sekolah dengan dlosoran. Walaupun dalam situasi yang tidak nyaman, para siswa tetap memiliki semangat untuk belajar.

Rama pun “menyinggung” guru agamanya dulu. Waktu itu, gurunya “pelit” dalam memberikan nilai. Ia hanya diberi nilai 6 dalam raportnya.
Tetapi nilai 6 itu bisa berubah ketika ia duduk di kelas 2. Waktu itu, ia ditanya oleh gurunya: “Besok kamu ingin jadi apa?”. “Saya mau jadi Rama!” jawab Rama Edy. Karena jawaban itulah, ia pun lalu mendapat nilai 8 dalam raportnya.
Rama Edy menambahkan, ada ajaran dari gurunya yang selalu diingat sampai sekarang. Gurunya selalu bilang: “Kalau kalian jadi Katolik, hendaklah menjadi garam dan terang dunia. Meski kalian sedikit, tetapi jangan takut, jangan minder, jangan kecil hati. Garam yang sedikit bisa membuat masakan menjadi enak, dan orang yang makan masakan itu akan senang.”
Untuk itu, Rama Edy mengajak para siswa untuk bisa mengasihi teman-temannya dengan cara menciptakan pertemanan yang baik.
“Jangan membully, jangan merendahkan teman. Hargailah, dan hormatilah teman. Bantulah temanmu yang belum tahu akan materi yang diajarkan para guru,” pesan rama.
Usai Perayaan Ekaristi, para siswa memperoleh bingkisan berupa makanan kecil dan air minum.









