WartaKita.org – Sebanyak 10 orang telah mengembalikan formulir penjaringan bakal calon bupati (bacabup) dan bakal calon wakil bupati (bacawabup) Klaten yang melalui Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Klaten.
Dari jumlah tersebut, semua bacabup dan bacawabup masih harus melengkapi persyaratan sampai dengan 31 Oktober 2019.
Wakil Sekretaris Tim Penjaringan Bakal Calon Bupati dan Bakal Calon Wakil Bupati DPC PDI Perjuangan Klaten, Arif Nugroho, Jumat (27/9/2019) siang, menyampaikan, sampai batas waktu pengembalian formulir berakhir, ada 10 orang yang sudah mengembalikan formulir.
“10 Orang yang mengembalikan formulir tersebut adalah 3 orang bakal calon bupati dan 7 orang bakal calon wakil bupati. Hampir semuanya masih perlu menyertakan sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi sampai dengan 31 Oktober 2019,” katanya.
Arif Nugroho menyatakan, sebagian besar bacabup dan bacawabup ini masih belum lengkap persyaratannya. Seperti surat keterangan sehat, bebas narkoba, serta ada beberapa ijazah yang belum diiegalisir. Jika sampai tanggal 31 Oktober persyaratan bacabup dan bacawabup belum dilengkapi, maka akan diangap gugur.
“Setelah penerimaan formulir, selanjutnya panitia bersama DPC PDI Perjuangan akan melakukan verifikasi persyaratan yang sudah diajukan sebelum diusulkan ke DPP PDI Perjuangan,” ujarnya.
Satu dari 7 orang bakal calon wakil bupati yang mendaftar melalui PDI Perjuangan itu adalah Kepala Desa Karanganom, Kecamatan Klaten Utara Harjanta.
Harjanta mengembalikan formulir bakal calon wakil bupati pada Jumat (27/9/2019) siang . Dia menyatakan optimis akan mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan.
“Sebagai kader PDI Perjuangan saya merasa tergerak untuk mengabdikan diri sebagai calon Wakil Bupati Klaten. Visi saya, saya akan membuka seluas-luasnya investasi di Klaten untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Saya ingin pro investasi,” ucapnya.
Kepala Desa Karanganom ini mengaku sudah dua kali mengikuti penjaringan calon wakil bupati melalui PDI Perjuangan. Namun pada tahun 2019 ini dia lebih serius.
“Saya berharap bisa mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan sehingga bisa ikut berkontestasi dalam Pilkada serentak 2020 di Klaten. Saya optimis bisa mendapatkan rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan,” ucapnya.









