WartaKita.org – SMA Negeri 1 Klaten memiliki visi “Terwujudnya lulusan unggul, berdaya saing global, dan beretika lingkungan berlandaskan nilai-nilai luhur bangsa”.
Untuk mewujudkan visi yang ketiga yaitu Beretika Lingkungan, maka sekolah yang terletak di Jalan Merbabu nomor 13 Klaten ini berkolaborasi dengan banyak pihak.
Salah satunya dengan Bank Sampah Tasaka (Tabungan Sampah Keluarga) yang beralamat di Kampung Karangturi, Kelurahan Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah, Kabupaten Klaten.
Bank Sampah Tasaka memberikan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah dan menerima sampah dari siswa Kelas X SMAN 1 Klaten pada Jumat (2/8/2019).
Kepala SMAN 1 Klaten Kawit Sudiyono mengatakan, sosialisasi mengenai pengelolaan sampah kepada siswa Kelas X ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan dan memantapkan cara mengelola sampah yang baik dan benar.
“Kita berharap, pengetahuan (cara mengelola sampah) yang diperoleh ini dapat ditularkan ke siswa atau teman yang lain sehingga siswa dapat saling melengkapi. Untuk tujuan jangka dekat, kita harapkan anak membuang sampah pada tempatnya, dan bisa mengolah sampah,” katanya.
Kawit Sudiyono menyatakan, visi “Beretika Lingkungan” tersebut dapat dijabarkan lebih luas lagi. Seperti mencintai lingkungan, mengelola lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan lainnya.
“Setelah sosialisasi (cara mengelola sampah) ini akan ditindaklanjuti dengan pelatihan-pelatihan. Apalagi kita sudah mempunyai mesin pencacah sampah. Jadi akan lebih mantap. Karena itu, kita akan berkolaborasi dengan banyak pihak,” ujarnya.
Sementara itu Ketua Bank Sampah Tasaka Buntalan Choiril Hana Mustofa menyampaikan, anak-anak perlu dilatih mengelola sampah secara baik dan benar sejak dini. Misalnya menumbuhkan kesadaran akan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, sampah ditempatkan sesuai dengan penggolongannya, dan lainnya.
“Kita ingin, para siswa Kelas X ini bisa menjadi contoh yang baik dalam mengelola sampah. Anak-anak harus bisa menjadi contoh di lingkungan masing-masing. Mereka diharapkan bisa membangkitkan semangat teman-temannya untuk menjaga dan mencintai lingkungan,” ucapnya.
Choiril Hana Mustofa menambahkan, SMAN 1 Klaten merupakan salah satu dari 489 sekolah yang menerima penghargaan Adiwiyata Nasional tahun 2016. Karena itu, jajaran SMAN 1 Klaten harus bisa “mempertahankan” penghargaan Sekolah Adiwiyata tersebut.
“Di SMAN 1 Klaten ini perlu terus dikembangkan pendidikan lingkungan. Misalnya pengelolaan sampah komunitas untuk penguatan karakter anak,” tandasnya.
Usai sosialisasi, perwakilan siswa Kelas X memberikan sampah kepada pengelola Bank Sampah Tasaka. Anak-anak dilayani pengelola Bank Sampah Tasaka dengan baik dan senang hati.









