Wujudkan Sekolah Pancasila, SDN Karang Dukuh Gelar Penyuluhan Anti Bullying

Keluarga besar SDN Karang Dukuh berfoto bersama narasumber usai penyuluhan "Sekolah Pancasila Anti Bullying", Sabtu (25/11/2023).

WartaKita.org – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Karang Dukuh, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten menyelenggarakan “Sekolah Pancasila Anti Bullying” melalui penyuluhan anti bullying di sekolah setempat pada Sabtu (25/11/2023).

Kegiatan yang diadakan sekaligus dalam rangka memperingati Hari Guru ke 78 ini diikuti oleh seluruh siswa dan berlangsung antusias.

Bacaan Lainnya

Acara dalam upaya mencegah praktik bullying di kalangan siswa ini menghadirkan narasumber dari Kanit Samapta Polsek Jogonalan Mashadi, Wuri Santono, dan Kusdiyono

Narasumber Kanit Samapta Polsek Jogonalan Mashadi memaparkan, bullying atau perundungan merupakan segala bentuk penindasan atau kekerasan yang dilakukan dengan sengaja oleh satu orang atau sekelompok orang yang lebih kuat atau berkuasa terhadap orang lain dengan tujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus.

“Dampaknya, selain ganguan fisik dan gangguan mental, juga gangguan hubungan sosial dan penurunan kualitas hidup,” katanya.

Mashadi menjelaskan, untuk mencegah bullying, maka pihak terkait khususnya sekolah dapat melakukan usaha dengan membuat aturan yang tegas, mengajarkan keberanian, dan memberikan sosialisasi tentang dampak buruk bullying.

“Selain itu, juga pemberikan sosialisasi tentang toleransi, memberikan sanksi yang berat kepada pelaku bullying dan menciptakan jalur komunikasi yang terbuka serta mengadakan kegiatan anti bullying,” terangnya.

Suasana interaksi antara narasumber dan siswa dalam penyuluhan “Sekolah Pancasila Anti Bullying” di SDN Karang Dukuh, Sabtu (25/11/2023).

Sedang Kepala SDN Karang Dukuh, Ani Widyastuti menyampaikan, kegiatan ini diadakan untuk membangun Sekolah Pancasila yang memiliki karakter pelajar berdasarkan nilai-nilai Pancasila, antara lain memahami keberagaman dan senantiasa berempati serta memperlakukan orang lain dengan baik.

“Upaya tersebut dapat terwujud tentu tidak hanya sekolah saja yang berperan. Namun dukungan kontribusi dari berbagai pihak, terutama masyarakat dan keluarga sangatlah penting dan menentukan,” ungkap Ani yang juga mengemban sebagai guru pamong dalam Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2023 ini.

Rangkaian kegiatan penyuluhan ini ditutup dengan Pelatihan Baris Berbaris bagi siswa yang dilatih oleh Wuri Santono dari Kepolisian Sektor Jogonalan.

Pos terkait