WartaKita.org – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jateng bersama Dinkes Kabupaten Klaten dan Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Kadarwati mengadakan kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kecamatan Jogonalan di Desa Gondangan, Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten pada Sabtu (1/12/2018).
Kampanye Germas ini diisi dengan acara makan buah bersama, ceramah Germas oleh Camat Jogonalan Kusni N, peyuluhan kesehatan dari Dinas Kesehatan, penandatanganan komitmen bersama untuk melaksanakan Germas, serta pemeriksaan kesehatan gratis.
Kampanye Germas diikuti sekitar 200 warga. Hadir dalam kampanye Germas ini diantaranya Anggota Komisi E DPRD Jateng Kadarwati, Anggota DPRD Klaten Eko Prasetyo, perwakilan Dinkes Provinsi Jateng, Kepala Dinkes Klaten dr Cahyono Widodo MKes, Camat Jogonalan Kusni, para Kepala Desa di Kecamatan Jogonalan, serta undangan lainnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten dr Cahyono Widodo MKes dalam sambutan mengatakan, Germas ini meliputi enam kegiatan, yaitu aktifitas fisik minimal 30 menit setiap hari, mengkonsumsi buah dan sayur, cek kesehatan secara berkala dan secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan, menjaga jamban sehat, tidak merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol.
“Germas dilatarbelakangi oleh meningkatnya kejadian Penyakit Tidak Menular (PTM) yang membawa dampak merugikan warga. Antara lain naiknya pembiayaan pelayanan kesehatan yang ditanggung masyarakat atau Pemerintah, menurunnya produktivitas masyarakat, dan menurunnya daya saing yang akhirnya mempengaruhi kondisi sosial ekonomi masyarakat,” katanya.
Sedang Anggota DPRD Provinsi Jateng Kadarwati menyampaikan, Pemerintah Provinsi dan DPRD terus berupaya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Jawa Tengah. Salah satunya dengan kampanye Germas.
“Pembangunan kesehatan itu pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan semua komponen dengan tujuan meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Maka dari itu, Pemerintah Provinsi dan DPRD Jateng mendorong masyarakat untuk terus melakukan Germas dalam kehidupan sehari-hari sehingga terwujud masyarakat yang sehat. Selain itu, juga melakukan upaya untuk menekan penyakit dan jumlah penderita sakit,” ujarnya.
Kadarwati menyatakan, agar program Germas ini dapat berhasil, maka perlu ada “tekanan” yang sedikit memaksa kepada warga untuk melaksanakan program Germas tersebut.
“Misalnya, seorang ibu harus memberikan ASI (air susu ibu) kepada bayinya sampai usia dua tahun. Atau minimal selama 6 bulan. Nah, agar program itu dapat berhasil, maka bapaknya (suaminya) harus mendorong ibu tersebut untuk melakukan pemberian ASI kepada bayinya. Karena itu, upaya (Germas) tersebut harus didukung oleh semua pihak,” pesannya.

Pada kesempatan itu dilakukan penandatanganan penggalangan komitmen pelaksanaan Germas di Desa Gondangan. Mereka yang hadir dan warga setempat berkomitmen mendukung untuk melaksanakan dan membudayakan Germas untuk satu melakukan aktifitas fisik yan terukur dan teratur. Dua, mengkonsumsi buah dan sayur setiap hari. Tiga, memeriksaaan kesehatan secara rutin. Empat, memberikan ASI eksklusif kepada bayi sampai usia 6 bulan. Lima, tidak merokok. Dan enam, fokus pada pencegahan dan penanganan stunting.









