Visitasi Salib IYD 2023 Di Wilayah Somokaton Disambut Seni Budaya Dan Kearifan Lokal

Visitasi Salib Indonesian Youth Day (IYD) saat tiba di Kapel Wilayah Santo Yusup Sumokaton, Paroki Kebonarum, Minggu (5/3/2023) siang.

WartaKita.org – Sejumlah paroki di Keuskupan Agung Semarang (KAS) menggelar serangkaian visitasi atau kunjungan Salib Indonesian Youth Day (IYD) 2023. Agenda yang dikhususkan untuk pengembangan iman Orang Muda Katolik ini dilaksanakan selama sekitar satu bulan.

Visitasi Salib Indonesian Youth Day (IYD) 2023 telah dimulai sejak 26 Februari 2023 lalu.

Bacaan Lainnya

Saat ini, Visitasi Salib IYD telah sampai di Paroki Roh Kudus Kebonarum, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Salib IYD telah sampai di Paroki Roh Kudus Kebonarum pada Jumat (3/3/2023) lalu. Dan pada Minggu (5/3/2023) siang, Visitasi Salib IYD ini telah tiba di Kapel Wilayah Santo Yusup Somokaton, Paroki Kebonarum, tepatnya di Dukuh Gereh, Desa Kadilajo, Kecamatan Karangnongko, Kabupaten Klaten.

Sesampainya di Kapel Wilayah Santo Yusup Somokaton, Salib IYD disambut tarian jathilan sebagai kekhasan budaya lokal warga lereng Merapi. Iring-iringan Salib IYD ini diterima Orang Muda Katolik Wilayah Somokaton.

Sebelumnya, Salib IYD ini bermalam di Kapel Wilayah Surowono, yang jaraknya sekitar 10 kilometer dari puncak Merapi.

Selain seni jathilan, kekhasan dan kearifan lokal juga tampak dalam busana adat Jawa yang dikenakan oleh para panitia dan umat Wilayah Somokaton. Pada kesempatan itu juga ada seni angklung yang mengiringi jalannya peribadatan.

Ketua Panitia Visitasi Salib IYD Gereja Katolik Paroki Kebonarum, Vincentius Widi Riyanto menjelaskan, visitasi Salib IYD ini merupakan agenda nasional Gereja Katolik di Indonesia. Dalam hal ini, Keuskupan Agung Semarang membuat 6 Salib IYD.

“Satu salib dikirim ke Keuskupan Palembang, sebagai pusat penyelenggaraan IYD 2023. Sedang lima salib lainnya dibawa berkunjung ke paroki-paroki di Keuskupan Agung Semarang. Seperti sekarang ini, Salib IYD sudah sampai di Paroki Roh Kudus Kebonarum,” katanya.

Vincen menyatakan, kegiatan ini bertujuan sebagai gerakan kebangkitan dan kesaksian Orang Muda Katolik untuk semakin bangga menjadi orang Katolik. Dan siap menjadi saksi iman Kristus di tengah masyarakat.

“Orang Muda Katolik (di Keuskupan Agung Semarang) harus mampu menjadi 100 persen Katolik dan 100 persen Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Wilayah Santo Yusuf Somokaton, Antonius Singgih Sulistyo Wibowo menyampaikan, konsep kearifan dan kebudayaan lokal sengaja disiapkan untuk menyambut kedatangan Salib IYD ini.

“Kita merasa senang dan bangga mendapatkan kunjungan Salib IYD ini. Karena Orang Muda Katolik di Wilayah Santo Yusuf Somokaton ini bisa menjadi lebih terlibat dan bangkit dalam kegiatan-kegiatan positif di internal gereja dan di tengah masyarakat,” ucapnya.

Pos terkait