WartaKita.org – Puncak syukur peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) tingkat Kecamatan Jogonalan, Kabupaten Klaten diadakan di Balai Desa Rejoso pada Minggu (27/10/2019).
Peringatan HPS yang diinisiasi oleh Paroki Santo Yusup Pekerja Gondang Winangun ini melibatkan lintas agama.
Ketua panitia peringatan HPS Paroki Gondang Winangun, Zakarias Mulyadi dalam laporan menyampaikan, peringatan HPS ini diawali dengan prosesi kirab sembilan gunungan hasil bumi dari rumah Gito Suharjo Rejoso ke Balai Desa Rejoso. Gunungan hasil bumi ini merupakan persembahan dari wilayah yang ada di Paroki Gondang Winangun.
“Prosesi kirab gunungan hasil bumi ini seperti “napak tilas” sejarah. Karena dulu, Balai Desa Rejoso ini juga berada di rumah ibu Gito Suharjo. Dan kemudian dipindahkan ke sini (Balai Desa Rejoso sekarang). Selain mempersembahkan gunungan hasil bumi, umat juga menyiapkan 700 nasi bungkus untuk warga yang hadir,” katanya.
Sedang Pastor Pembantu Paroki Gondang Winangun, Rama Petrus Dwi Purnomo Adi Pr dalam sambutan mengatakan, ada aura kegembiraan dalam peringatan HPS kali ini. Karena peringatan HPS ini disengkuyung oleh lintas agama. Dan juga dihadiri oleh sejumlah tokoh agama dari Islam, Hindu, Kristen, Penghayat Kepercayaan, dan lainnya.
“Kita merindukan suasana kebersamaan seperti ini. Dan Gereja Katolik ikut terpanggil untuk mewujudkan hal itu. Peringatan HPS ini adalah upaya untuk merayakan kebaikan dan mewujudkan kesejahteraan bersama. Kita ingin merasakan suasana yang ayem, tentrem, gemah ripah loh jinawi. Semoga suasana (kedamaian) ini dapat meluas sampai ke Kabupaten Klaten, bangsa, dan negara Indonesia,” harap rama.
Usai sambutan dilakukan doa bersama lintas agama yang dipandu oleh Pengasuh Pondok Pesantren Almuttaqien Pancasila Sakti, Kecamatan Karanganom, KH Jazuli A Kasmani atau yang akrab disapa Gus Jazuli. Doa lintas agama dibawakan oleh tokoh agama dari Katolik, Islam, Hindu, Kristen, dan Penghayat Kepercayaan,
Setelah doa bersama, Gus Jaz mengajak hadirin untuk mensyukuri peringatan HPS lintas agama di Rejoso ini. Karena peringatan HPS ini melibatkan berbagai unsur dari lintas iman, multikultur, dan multibudaya.
“Peristiwa ini sungguh luar biasa. Karena yang berkumpul di sini dari berbagai golongan dan latar belakang. Kita berkumpul tanpa sekat. Kita bertemu untuk saling menyapa. Kita bisa mengekspresikan keberagaman,” ujarnya.
Aktifis Forum Kebersamaan Umat Beragama (FKUB Kebersamaan) Kabupaten Klaten itu menyatakan, peristiwa ini bukan hanya untuk mensyukuri peringatan HPS saja. Tetapi juga untuk membongkar sekat yang menghalangi keberagaman. Momen ini untuk menunjukkan kepada mereka yang belum memahami keberagaman.
“Momen peringatan HPS di Rejoso ini menjadi catatan penting bagi perkembangan multikultur dan FKUB Kebersamaan Klaten. Karena dalam peristiwa ini ada potensi yang baik untuk bertumbuh dan berkembangnya keberagaman. Ini harus terus dirawat dan dijaga dalam rangka membangun keberagaman dan kesejahteraan bersama,” tandasnya.
Usai doa bersama, gunungan hasil bumi itu diletakkan di jalan depan Balai Desa Rejoso untuk di-alab berkah-nya. Begitu sirine dibunyikan, warga yang hadir langsung mengalab berkah sembilan gunungan hasil bumi itu. Warga bergembira “berebut” hasil bumi seperti sayuran, buah-buahan, dan bahan pangan lainnya.
Selanjutnya, warga menikmati hiburan tarian dan jatilan. Acara peringatan HPS ini berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Panitia peringatan HPS mengucapkan terima kasih kepada Babinsa, Babinkamtibmas, Banser Nahdlatul Ulama (NU), para santri dari IPPNU, relawan Jagabaya Hindu, Komunitas Info Seputar Jogonalan (ISJ), dan lainnya.









