WartaKita.org – Pemerintah Desa (Pemdes) Tirtomarto, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten bersama pengelola terus berupaya untuk mengembangkan wisata Lokamerta.
Teranyar, pengelola wisata Lokamerta menambah wahana mini zoo (kebun binatang mini) untuk menarik pengunjung.
Kepala Desa (Kades) Tirtomarto Agung Nugroho, Kamis (30/1/2025), menyampaikan, pengelola mencoba mengembangkan wisata Lokamerta dengan menambah wahana mini zoo. Meski ada tambahan wahana baru, tetapi pengelola tetap memberlakukan harga tiket masuk (HTM) yang terjangkau masyarakat.
“Masuk di mini zoo itu, pengunjung sudah mendapat satu cup untuk pakan kelinci atau domba Merino. Di dalam mini zoo, pengunjung bisa menikmati aviary, ular, iguana, ikan terapi, megatank yang berisi berbagai jenis ikan,” katanya.
Agung Nugroho menjelaskan, kedepan, mereka berencana akan mengembangkan Lokamerta ini dengan tambahan wahana-wahana baru yang lebih menarik lagi.
“Kami mohon doa restu dari semuanya, semoga kedepan kita bisa berkembang, bisa lebih baik. Tetapi perlu saya sampaikan juga, bahwa kami tidak akan “membabi buta”. Artinya, kita akan evaluasi, sehingga ketika kita akan mengembangkan pun, tidak serta merta dengan anggaran yang fantastis. Tetapi bisa terukur, sesuai target kita,” ujarnya.
Agung menyatakan, jumlah pengunjung Lokamerta pada saat awal dibuka lumayan banyak. Bahkan pada tujuh minggu pertama dibuka, mereka mendapatkan pemasukan Rp100 juta lebih.
“Untuk minggu berikutnya, memang jumlah pengunjung sempat menurun. Ini karena masyarakat sudah mulai masuk sekolah, atau sudah ada aktifitas lain. Maka kita berharapnya pada week end (akhir pekan). Nah, dengan tambahan wahana baru (mini zoo) dan rencana kedepan, semoga jumlah pengunjung lebih stabil di hari-hari biasa,” harapnya.
Kades Tirtomarto mengatakan, Lokamerta menyuguhkan wisata naik kereta yang digerakkan dengan tenaga listrik, kolam pemancingan ikan, dan aneka kuliner lokal tradisional. Di Lokamerta ini menyajikan beragam jenis makanan lokal tradisional yang dapat disantap bersama keluarga. Seperti pecel sayur, pecel gendar, soto, dan sebagainya. Selain itu, juga menyediakan aneka minuman, gorengan, mie instan, dan menu lainnya.
“Di sini, pengunjung dapat menikmati pemandangan Gunung Merapi dan Gunung Merbabu di sisi barat, dan pemandangan Gunung Lawu di sisi timur. Pengunjung juga dapat menikmati suasana alam di tengah sawah yang sejuk. Selesai naik kereta, pengunjung bisa bersantai sambil menikmati hidangan yang ada. Bahkan, pengunjung juga boleh menikmati hidangan sambail naik kereta,” ungkapnya.
Ia pun berterima kasih kepada Bupati Klaten terpilih, Hamenang Wajar Ismoyo dan Ketua DPRD Klaten Edy Sasongko yang telah berkenan mengunjungi Lokamerta pada hari itu.
“Kunjungan ini dalam rangka memberi support (dukungan) pada kami. Biar kami lebih bersemangat dalam mengembangkan potensi wisata di Lokamerta ini. Karena di Desa Tirtomarto ini sebenarnya potensi alamnya tidak ada. Tetapi kami mencetak, meng-created, dan membuat. Jadi bukan sekadar memanfaatkan potensi alam yang sebelumnya tidak ada menjadi ada. Dan juga, dengan segala keterbatasan anggaran, kita mencoba berkarya,” paparnya.

Hadirnya Lokamerta ini pun diapresiasi Bupati oleh Klaten terpilih, Hamenang Wajar Ismoyo.
“Wah, luar biasa Pak Kepala Desa Tirtomarto ini. Bersama timnya bisa menyulap, dari awalnya tanah (atau tepatnya kolam) mangkrak, banyak sampah, bisa disulap beliau menjadi tempat wisata yang luar biasa. Dengan keterbatasan yang ada, disulap menjadi kawasan yang luar biasa,” terangnya.
Mantan Ketua DPRD Klaten ini menilai, apa yang dilakukan Pemdes Tirtomarto dan pengelola Lokamerta ini sangat menarik.
“Yang menarik itu, di Kabupaten Klaten belum ada wisata dengan naik kereta mini, dengan menikmati pemandangan sawah. Saya berharap, kedepan, Pak Lurah tetap semangat, untuk memberdayakan potensi yang ada di sini. Dan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten tetap akan memberi support. Sehingga potensi yang ada di desa ini tetap bisa berkembang, dan semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Lokamerta ini,” harapnya.
Hamenang berharap, apa yang dilakukan Pemdes Tirtomarto ini bisa menginspirasi desa lain.
“Desa Tirtomarto yang minim potensi, dengan potensi yang negatif saja bisa disulap menjadi sesuatu yang menarik. Apalagi teman-teman (kepala desa) yang punya potensi sumber daya alam yang bagus, sehingga menjadi desa wisata yang lebih bagus lagi. Tetapi intinya harus ada niat, semangat, dan kerjasama dari semua elemen yang ada di desa,” tandasnya.
Hamenang menambahkan, semua desa punya potensi dan kekhasan masing-masing. Maka, tidak bisa dipaksakan antara satu desa dengan desa lainnya.
“Desa dan BUMDes jangan latah. Seperti semua (desa) membuat kolam renang. Ramai sebentar, dan kemudian sepi. Kita harus melihat potensi yang ada di desa kita. Jangan menyamakan potensi desa kita dengan potensi desa yang lain. Artinya, ya harus ada kejelian dari para pemimpin desa melihat potensi dan peluang yang ada,” pesannya.
Terkait, Ketua DPRD Klaten Edy Sasongko pun mengapresiasi upaya yang telah dilakukan Pemdes Tirtomarto dalam membangun Lokamerta.
“Saya sangat apresiasi, karena Desa Tirtomarto yang tidak punya potensi ini, kemudian bisa menggali potensi lainnya. Dengan adanya dana desa, desa itu diharapkan bisa mandiri untuk pembangunannya. Lha, (Lokamerta) ini salah satu usaha untuk menambah pendapatan asli desa (PADes)-nya. Saya mendukung, karena ada potensi di sini. Lokamerta bisa menjadi wahana untuk wisata edukasi. Jadi, selain berwisata, juga ada edukasi di sini,” katanya.
Selaku Ketua DPRD Klaten, Edy mendorong agar desa-desa lainnya untuk terus berinovasi.
“Karena dananya hampir sama. Dengan besarnya dana desa (DD), alokasi dana desa (ADD), dan bantuan khusus, maka harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang pemberdayaan seperti ini. Jadi masyarakat bisa berdaya, yang akhirnya pendapatan asli desa juga bertambah. Sehingga kesejahteraan masyarakat bisa terus meningkat,” ucap Edy Sasongko.









