Untuk Membantu Biaya Kuliah, Maya Jualan Nasi Gurcok, Rasanya Mantap

Maya Roseva Putri Maharani menunjukkan Nasi Gurcok buatannya.

WartaKita.org – Apa yang dilakukan Maya Roseva Putri Maharani (19) ini layak untuk diapresiasi.

Untuk membantu biaya atau keperluan kuliahnya, ia rela berjualan Nasi Gurcok alias Gurih Cokot di trotoar jalan depan Waru Motor (dekat Pasar Wedi), Kabupaten Klaten.

Bacaan Lainnya

Maya, panggilan akrabnya, berjualan Nasi Gurcok setiap hari, dari pukul 05.30 sampai pukul 08.00 pagi.

“Saya mulai jualan baru seminggu yang lalu. Di sini. Saya jualan Nasi Gurcok, atau Gurih Cokot. Saya pilih pakai nasinya gurcok, karena di Klaten ini belum ada yang pakai nasi gurih. Adanya nasi cokot, tapi pakainya nasi biasa. Lalu saya mikir, ide apa ya yang berbeda. Akhirnya, saya pakai nasi gurih,” katanya.

Putri dari pasangan suami istri (pasutri) Gatot Ermawan Saptono dan Atiatul Kharisah ini menyatakan, ia memilih berjualan Nasi Gurcok karena sudah menjadi passion-nya.

“Saya memilih jualan Nasi Gurcok karena passion saya memang suka masak. Mumpung masih kuliah, saya pengin usaha yang bisa untuk tambah-tambah uang kuliah. Akhirnya, saya bisa memutuskan sesuai passion yang saya inginkan. Karena saya suka memasak sendiri, maka saya memilih usaha (jualan) makanan,” ujarnya.

Mahasiswa Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa (STPMD) “APMD” Yogyakarta Jurusan Ilmu Pemerintahan semester 2 ini menyatakan, ada sejumlah alasan mengapa ia memilih berjualan Nasi Gurcok di daerah Wedi.

“Saya memilih berjualan (Nasi Gurcok) di Wedi, ya karena belum ada yang jualan di sini. Tempatnya juga strategis. Dekat pasar. Dilewati banyak anak sekolah. Dan alhamdulillah, respon dari pembeli semuanya baik-baik. Dari hari pertama ada pelanggan yang datang terus sampai sekarang. Mereka beli Nasi Gurcok buatan saya,” ungkapnya.

Maya Roseva Putri Maharani bersama karyawannya.

Warga yang tinggal di Asrama Polisi Polres Klaten ini menjelaskan, ia menjual Nasi Gurcok seharga Rp5.000 per porsi. Sampai saat ini, ia menyediakan Nasi Gurcok dengan varian lauk, seperti tempe pedas kemangi, ayam suwir pedas, ati pedas, dan oseng ikan salam. Dan di atas nasi itu lalu diberi toping bawang goreng.

Alhamdulilah, menu Nasi Gurcok ini cocok dengan lidah masyarakat di sini. Dari mulai anak SD sampai anak SMA, orangtua, pegawai pom, pegawai kantor, banyak yang sudah jadi langganan saya. Mereka beli Nasi Gurcok sejak saya buka pertama kali sampai sekarang. Selain itu, saya juga melayani pesenan online. Nanti diantar ke rumah pemesan,” terangnya.

Sulung dari dua bersaudara ini memang terbilang remaja yang hebat. Semua hal terkait usaha Nasi Gurcok ini ia kerjakan sendiri. Ia biasa bangun pukul 03.00 pagi. Lalu memasak sendiri. Kemudian ia berjualan di Jalan Raya Selatan Wedi dari pukul 05.30 sampai pukul 08.00 pagi.

Pulang dari berjualan, ia langsung belanja ke Pasar Gedhe Klaten. Setelah itu, ia baru kuliah di STPMD “APMD” Yogyakarta sampai siang atau sore.

“Termasuk mendesain banner dan stiker ini. Semua saya lakukan sendiri,” tandasnya.

Maya Roseva Putri Maharani saat melayani pembeli.

Selain hobi memasak, sejak kecil, Maya juga hobi menari. Dari kecil, ia sudah sering mengikuti lomba atau pentas tari yang diadakan di Disbudparpora Klaten. Ia juga pernah tampil di TMII Jakarta, di Bali, di Kantor Metro TV (Media Group), dan sebagainya.

Alhamdulillah, hobi menari saya bisa berkembang, dan juga prestasi-prestasi lainnya. Bahkan sewaktu SD, saya pernah juara lomba mendongeng tingkat nasional,” paparnya.

Nasi Gurcok yang dibuat Maya ini ternyata mendapat tanggapan yang baik dari para pembeli.

“Masakannya enak. Rasanya mantap. Nasinya gurih. Lauknya juga pas, tidak terlalu pedas. Sangat cocok dengan lidah kita,” ucap Nur Tatik, pembeli dari Klaten.

Pos terkait