Unik, Sadranan Di Dalangan Dimeriahkan Udik-Udik Duwit, Uang Rp15 Juta Disebar, Warga Senang

Hujan yang turun selama sadranan berlangsung, tidak mengurangi semangat pengunjung untuk terus rayahan uang koin sampai menjelang Maghrib di acara udik-udik duwit di Masjid Bubrah (Mbah Bolu) Dalangan pada Jumat (17/3/2023) sore

WartaKita.org – Warga Dukuh Dalangan, Desa Kalitengah, Kecamatan Wedi, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah menggelar Tradisi Sadranan di Masjid Bubrah (Mbah Bolu) Dalangan pada Jumat (17/3/2023) sore.

Sesepuh Dukuh Dalangan, Sabari Broto Suyanto (77) menyampaikan, sadranan ini diisi dengan doa bersama untuk mendoakan arwah leluhur, utamanya yang dimakamkan di makam Dukuh Dalangan. Warga berdoa agar arwah para leluhur mereka diterima Tuhan.

Bacaan Lainnya

“Kita ingin nguri-uri tradisi dan budaya yang ada di Dukuh Dalangan, yaitu sadranan yang diadakan pada hari Jumat terakhir di bulan Ruwah,” katanya.

Sabari Broto Suyanto menyatakan, dalam Sadranan Dalangan ini selalu diadakan udik-udik duwit (uang) receh atau koin. Dalam udik-udik ini, warga menyebar uang receh atau koin dari Masjid Bubrah dengan cara dilemparkan ke arah kerumunan pengunjung. Pengunnung pun lalu berebut atau rayahan uang receh atau koin itu dengan penuh semangat.

“Udik-udik duwit ini adalah suatu tradisi dimana warga mengungkapkan rasa syukurnya dengan memberikan sedekah kepada orang lain yang diwujudkan dengan cara menyebarkan uang receh atau uang koin. Untuk tahun ini, total uang yang diudik-udik bisa mencapai sekitar Rp15 juta,” ujarnya.

Sabari mengatakan, Sadranan Dalangan dengan udik-udik duwit ini memang menarik perhatian dan menjadi kerinduan bagi banyak orang. Warga yang berdomisili di luar Dalangan dan Kecamatan Wedi, seperti di Jogja, Jakarta, dan sebagainya, selalu menyempatkan diri untuk pulang ke Dalangan guna mengikuti sadranan ini.

“Yang ikut udik-udik duwit ini dari berbagai dukuh atau daerah. Mereka ikut bergembira. Ada yang tidak ikut sadranan, tetapi ikut udik-udik. Dan rasanya memang menyenangkan. Bahkan dalam keadaan hujan pun, masyarakat sangat antusias,” tandasnya.

Sabari menjelaskan, tradisi udik-udik duwit ini sudah berlangsung lama. Menurutnya, tradisi ini sudah ada sejak Mbah Kartorejo (kakek nenek Sabari) Dalangan.

“Kalau dulu, uangnya (yang digunakan untuk udik-udik) masih berwujud sen, benggol. Tetapi kalau sekarang, koin atau receh. Sebenarnya setiap hari Jumat ada orang yang udik-udik duwit. Tetapi puncaknya pada sadranan ini. Disamping syukuran, orang yang udik-udik duwit juga ajeg. Mereka menyebar uang Rp20 ribu, Rp25 ribu, dan sebagainya. Tetapi selalu ada-ada saja (yang udik-udik duwit),” terangnya.

Pengunjung antusias rayahan uang koin di acara udik-udik duwit di Masjid Bubrah (Mbah Bolu) Dalangan pada Jumat (17/3/2023) sore.

Sedang Hartini (60), warga Dalangan yang ikut ngudik-udik duwit pada sadranan ini mengatakan, ia ikut menyebar uang koin atau receh sebagai ungkapan rasa syukur.

“Rasanya bahagia, senang. Sadranan seperti ini sudah satu tahun ditunggu-tunggu. Maka saya pun ikut ngudik-udik duwit. Ini tradisi sadranan di Masjid (Bubrah) Dalangan. Kita shodaqoh uang koin, uang receh kepada warga lainnya. Biar nanti rejeki kita lancar,” ungkapnya.

Hartini menambahkan, pada sadranan ini, ia ngudik-udik duwit sekitar Rp150 ribu. Itu dari ia sendiri, belum dari yang lain.

“Ya, saya senang, saya ikhlas. Saya berharap, sadranan kedepannya lebih ramai lagi. Yang nyebar koin juga lebih banyak lagi,” harapnya.

Sementara itu Yohan Nova (14), pengunjung yang ikut udik-udik duwit mengaku senang karena mendapat uang yang jumlahnya lumayan.

“Saya ikut udik-udik karena diajak saudara. Saya pengin lihat sadranan, sekaligus mendapat uang. Ini saya mendapat uang sekitar Rp30 ribu. Ya, lumayan. Rasanya seneng. Bisa buat beli apa-apa,” ucapnya.

Tradisi Sadranan di Masjid Bubrah Dalangan tahun 2023 ini berlangsung meriah dan gayeng. Hujan yang turun selama sadranan berlangsung, tidak mengurangi semangat pengunjung untuk terus rayahan uang koin sampai menjelang Maghrib.

Pos terkait