WartaKita.org – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 11 Maret Surakarta (UNS) Kelompok 77 dan 78 periode Januari 2023 bekerjasama dengan CV Kans Indonesia dan Kelompok Tani Gemah Ripah Desa Glagahwangi, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten menggelar Festival Panen Raya Padi Rojolele di Desa Glagahwagi pada Minggu (19/2/2023).
Sebanyak 15 tamu undangan dan 50 petani ikut memeriahkan acara yang diadakan di tengah kawasan demplot pertanian di Desa Glagahwangi ini.
Acara ini diadakan sebagai ungkapan rasa syukur para petani karena demplot atau lahan percontohan penanaman variates padi Rajalele Srinuk telah berhasil panen perdana.
Festival Panen Raya Padi Rojolele ini diawali dengan memanen padi secara simbolik yaitu methil padi oleh sejumlah pejabat baik dari Pemerintah Kabupaten (Permkab) Klaten dan UNS.
Mereka yang ikut methil padi ini diantaranya Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Klaten, perwakilan Camat Polanharjo, perwakilan Danramil dan Kapolsek Polanharjo, Pelaksana Tugas Kepala Desa Glagahwangi, serta Kepala UPKKN UNS.
Direktur Kans.id, Nugroho Hasan menyampaikan, penanaman perdana varietas Rajalele Srinuk di lahan demplot Desa Glagahwangi ini dilakukan pada November 2022.
“Proyek uji tanam kali ini seluas 2,86 hektar dan diproses dengan konversi organik yaitu mengurangi penggunaan pupuk dan pestisida berbahan kimia. Harapannya, agar petani dapat mandiri dalam menggunakan pupuk,” katanya.

Sedang Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Klaten Widiyanti menyatakan, Klaten merupakan lumbung padi. Karena itu, produktifitas hasil pertanian perlu dipertahankan.
“Kita perlu mempertahankan produktifitas hasil pertanian, terutama padi. Dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Klaten selalu siap untuk mewujudkan itu. Kegiatan demplot konversi pertanian organik ini merupakan salah satu cara untuk mempertahankan produktifitas hasil pertanian itu. Maka kami mengapresiasi kerjasama yang dilakukan antara mahasiswa KKN UNS dan Pemdes Glagahwangi ini,” ujarnya.
Festival Panen Raya Padi Rojolele di Desa Glagahwagi ini disambut baik oleh UPKKN UNS, Prof Sudibyo.
Sudibyo mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Klaten sampai ke Pemerintah Desa yang telah menerima mahasiswa KKN. Harapannya, semoga kerjasama ini dapat terus berlanjut, termasuk dalam pengembangan demplot pertanian organic tersebut.
“Harapan kita, kerjasama ini bisa berlanjut dan lebih baik. Termasuk pengembangan demplot konversi pertanian organik Rojolele di Desa Glagahwangi ini. Ini merupakan produk KKN sebelumnya,” jelasnya.
Diakhir festival, tamu undangan beserta hadirin dipersilahkan mengambil makanan yang sudah disiapkan oleh Kelompok Tani Gemah Ripah yaitu makan besar berupa nasi kuning dari tumpeng yang sebelumnya dipotong oleh Kepala DPKP Klaten mewakili Bupati Klaten.
Untuk diketahui, Rojolele Srinuk merupakan salah satu varietas baru padi selain Rojolele Srinar. Kedua varietas itu merupakan hasil riset pemuliaan yang dilakukan Pemkab Klaten bekerjasama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang kemudian berhasil mempersingkat usia panen serta ketinggian tanaman Rojolele induk.
Rojolele dikenal memiliki usia panen yang lama yakni 150-155 hari atau sekitar lima bulan. Sementara, ketinggian tanaman berkisar 146-155 sentimeter.









