WartaKita.org – Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di SMA Negeri 2 Klaten sampai hari kedua (2/4/2019) berjalan lancar. Siswa mengikuti UNBK dengan serius dan tertib.
Kepala SMAN 2 Klaten Medi Widada, Selasa (2/4/2019), menjelaskan, UNBK di sekolah ini diikuti oleh 330 siswa. Terdiri dari 244 siswa jurusan IPA dan 86 siswa jurusan IPS. 224 Siswa jurusan IPA ini terdiri dari 84 siswa putra dan 160 siswa putri. Sedang 86 siswa jurusan IPS ini terdiri dari 40 siswa putra dan 46 siswa putri.
“Seluruh siswa mengikuti UNBK dengan tertib dan tepat waktu. Bahkan 30 menit sebelum UNBK dimulai, anak-anak sudah masuk ke ruangan “karantina”. Jadi, anak-anak benar-benar siap menghadapi UNBK,” katanya.
Medi Widada mengatakan, UNBK SMA ini dibagi ke dalam tiga sesi. Sesi 1 dari pukul 07.30 sampai 09.30, sesi 2 dari pukul 10.30 sampai 12.30, dan sesi 3 dari pukul 14.00 sampai 16.00.
“Sedang jadwal UNBK SMA, yaitu Senin (1/4/2019) mata pelajaran yang diujikan Bahasa Indonesia, Selasa (2/4/2019) Matematika, Kamis (4/4/2019) Bahasa Inggris, dan Senin (8/4/2019) satu mata pelajaran jurusan yang diujikan,” terangnya.
Medi Widada menyatakan, berbagai kegiatan dilakukan sekolah untuk menyiapkan siswa sebelum menghadapi UNBK. 10 Hari sebelum UNBK, siswa diberi pengayaan mata pelajaran khusus yang diujikan, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan satu mata pelajaran jurusan yang diujikan.
“Juga kita adakan doa bersama, yang kemudian siswa memohon doa restu kepada para guru. Intinya, kita mempersiapkan siswa agar mereka siap menghadapi UNBK. Meskipun UNBK ini bukan menjadi penentu (utama) kelulusan siswa,” tandasnya.
Hal lain, sebelum UNBK digelar, setidaknya ada 30 siswa Kelas XII SMAN 2 Klaten yang sudah diterima di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) favorit melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Seperti di UGM Yogyakarta, Undip Semarang, Universitas Brawijaya Malang, UNS Solo, ITB Bandung, dan sebagainya.
“Itu (jumlah) siswa yang sudah melapor ke sekolah. Kita yakin, jumlahnya akan lebih banyak dari itu (siswa yang sudah melapor),” ucapnya.









