Umat Diutus Membawa Ekaristi Altar Ke Ekaristi Dunia

Prodiakon Paroki Wedi berfoto bersama.

WartaKita.org – Temu Prodiakon Paroki se Kevikepan Surakarta diadakan di SMA Regina Pacis (Ursulin) Surakarta pada Minggu (17/11/2019). Kegiatan ini diisi dengan pembekalan dan pembelajaran bersama bagi Prodiakon.

Pembelajaran bersama kali ini mengangkat tema “Komunitas, Ekaristi, dan Spiritualitas” yang disampaikan oleh Dosen Fakultas Teologi Wedabakti (FTW) Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta Rama Yohanes Subali, Pr.

Bacaan Lainnya

Rama Yohanes Subali dalam paparan menyampaikan, pada Lumen Gentium (LG) 11 disebutkan bahwa Ekaristi adalah puncak dan sumber hidup kristiani. Ekaristi memiliki dasar dalam hidup jemaat. Karena dari Ekaristi, umat kembali ke kehidupan sehari-hari.

“Pertanyaannya adalah, apa yang dapat kita lakukan untuk membantu komunitas kita agar bersemangat mengikuti perayaan Ekaristi? Belakangan ini banyak komunitas yang memusatkan pada pembaruan liturgi sehingga “menarik”. Keterlibatan umat dalam liturgi menjadi salah satu tanda Gereja yang hidup,” kata rama.

Rama Yohanes Subali menyatakan, Ekaristi diakhiri dengan kata-kata “Ite missa est!” Artinya, pergilah, inilah perutusan Anda! Meski begitu, Ekaristi tidak berakhir pada saat komunitas yang berkumpul menyanyikan ayat terakhir lagu penutup. Karenanya, komunitas Ekaristis diutus untuk membawa Ekaristi altar ke dalam Ekaristi dunia.

“Hakekat Ekaristi yaitu membuat lingkaran cinta dalam komunitas berkembang. Karena itu, umat diajak untuk membangun komunitas Injili, merayakan Ekaristi, dan menghidupi spiritualitas ekaristis yang bermakna,” pesan rama.

Pos terkait