WartaKita.org – Program Pengembangan Literasi di SMP Pangudi Luhur Wedi, Kabupaten Klaten dilaksanakan dengan baik dan menjadi ajang pembinaan karakter bagi peserta didik.
Anak-anak yang tergabung dalam Tim Literasi diminta guru pembimbing untuk membuat karya cerita pendek (cerpen).
Hasil karya para siswa ini kemudian diterbitkan dalam sebuah Buku Cerpen bertajuk “Tetesan Pena Meteor”. Ini adalah buku cerpen edisi pertama, dan akan disusul dengan karya buku cerpen selanjutnya.
Kepala SMP Pangudi Luhur Wedi Bruder Adrianus Sulistyo Kristy Pranowo, FIC menyampaikan, kegiatan pengembangan literasi ini sebagai wadah bagi siswa-siswi yang berani meluangkan waktu untuk mengekspresikan goresan pena melalui media cerita pendek.
“Goresan pena ini dituangkan dalam kisah nyata atau kiasan mengenai perjalanan kehidupan di usia remaja. Isi ceritanya berkisah tentang persahabatan, perjalanan hidup kepedihan, jalinan asmara remaja, kisah fauna, dan lainnya,” kata Bruder.
Bruder Adrianus Sulistyo Kristy Pranowo, FIC menjelaskan, Buku Cerita Pendek “Tetesan Pena Meteor” edisi I ini berisi 19 judul karya dan dicetak 200 eksemplar. Dan menariknya, semua buku sudah terjual.
“Hasil keuntungan dari penjualan buku cerpen ini akan disumbangkan ke sekolah sebagai bantuan beasiswa bagi peserta didik baru Kelas 7 Tahun Pelajaran 2022/2023,” terangnya.

Bruder Adrianus menyatakan, hasil keuntungan dari penjualan buku cerpen yang disumbangkan ke sekolah ini merupakan bagian dari penanaman karakter berbagi kasih. Penanaman karakter berbagi ini menjadi hal penting bagi anggota Tim Literasi.
“Semangat perjuangan Tim Literasi yang telah berbagi kasih kepada adik-adik kelas ini semoga menjadi contoh keteladanan di sekolah,” harapnya.
Sedang Tim Literasi SMP Pangudi Luhur Wedi, Sari mengemukakan, Tim Literasi Cerpen akan mencetak buku cerpen edisi kedua dengan cerita atau kisah yang berbeda dari buku sebelumnya. Kisahnya seputar perjalanan kehidupan di usia remaja.
“Rencananya, kita akan mencetak 300 buku. Buku ini sebagai buah kasih kepada adik-adik kelas baru,” ucapnya.
Sari menambahkan, Tim Literasi terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, serta mendengarkan masukan dari berbagai pihak dalam gerak berefleksi. Ini dimaksudkan untuk membentuk karakter pribadi yang berbagi kasih.
“Semangat Tim Literasi tidak lepas dari pengaruh serta dukungan dari bapak, ibu guru dan keluarganya. Keluarga dan bapak, ibu guru sungguh memberikan dukungan kepada anggota Tim Literasi,” tandasnya.









