WartaKita.org – Ada ungkapan: proses tak akan mengkhianati hasil. Itulah yang dialami SMP Negeri 2 Prambanan, Kabupaten Klaten.
Setelah sekian tahun berbenah, kini sekolah yang berada di Jalan Ratu Boko RT 10 RW 05, Dukuh Pereng Kulon, Desa Pereng, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten itu semakin diminati masyarakat.
Buktinya, pada Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) dua tahun terakhir ini, quota siswa selalu terpenuhi. Bahkan sampai “membuang” calon siswa.
Kepala SMPN 2 Prambanan Sri Purwaningsih saat ditemui di kantornya, Selasa (20/6/2023), menyampaikan, quota siswa pada PPDB di sekolahnya selama dua tahun terakhir ini selalu terpenuhi.
“Alhamdulillah, puji Tuhan, quota siswa SMPN 2 Prambanan pada PPDB tahun ini terpenuhi. Kami mendapat quota 160 siswa. Bahkan sampai “membuang” calon siswa. Sampai hari ini masih banyak calon siswa yang datang untuk mendaftar ke sekolah ini. Tetapi kami tidak bisa menjanjikan apa-apa. Kecuali kalau mau masuk sebagai cadangan, ya monggo. SMPN 2 Prambanan sekarang memang semakin keren,” katanya.
Sri Purwaningsih mengatakan, pada tahun pelajaran 2023/2024 ini, SMPN 2 Prambanan menerima quota sebanyak 160 siswa, atau 32 anak per kelasnya. Dan sampai sekarang, sudah ada 5 kelas paralel, atau 15 kelas.
“Ini sepertinya sudah mentok. Kalau ada penambahan kelas ya harus ke atas, karena lahannya sudah tidak ada. Dulu pada saat saya datang, baru 11 kelas. Lalu naik, naik, dan akhirnya 15 kelas sampai sekarang,” ujarnya.

Sri Purwaningsih menjelaskan, tentu ada kiat dan usaha yang dilakukan sehingga SMPN 2 Prambanan menjadi sekolah yang diminati masyarakat.
Pertama, membenahi penampilan atau casing sekolah. Tampilan fisik sekolah ini perlu dibenahi agar menarik masyarakat. Ini dilakukan untuk mengubah image masyarakat, bahwa SMPN 2 Prambanan itu tidak seperti yang dulu.
“Dengan ketersediaan dana yang ada kita maksimalkan. Teman-teman guru kita ajak kerja lembur, kerja keras, untuk mengubah image masyarakat. Teman-teman kompak, bergandengan tangan, mau saya ajak kerja keras untuk membenahi casing sekolah kami. Akhirnya, sekolah jadi kelihatan lebih rapi, bersih, sejuk, ada banyak bunganya, dan sebagainya. Sehingga menarik masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sini,” ungkapnya.
Kedua, penataan barang dan aset. Menurutnya, walaupun tempatnya terbatas, tetapi kalau penempatan barang itu tertata rapi, maka akan terlihat baik dan nyaman.
“Saya ajak teman-teman guru untuk sering kerja bakti, gotong royong. Kita jaga kebersihan lingkungan sekolah. Teman-teman diajak mencabuti rumput, mengambil dan menata batu-batu yang berserakan. Dan puji Tuhan, sekarang lingkungan sekolah kelihatan rapi dan nyaman untuk ditempati,” paparnya.
Dan ketiga, selalu meningkatkan skill atau sumber daya manusia (SDM) para guru. Karenanya, SMPN 2 Prambanan sering mengadakan berbagai macam In House Training (IHT), diklat, coaching, mentoring, dan sebagainya.
“Ya memang harus berkorban. Karena tidak bisa semua kebaikan itu ujug-ujug jadi. Kepala sekolah gelem temandang apa ora? Gelem keringeten apa ora? Untuk kebaikan, ya kita harus mau keringeten,” tandasnya.
Sri Purwaningsih selalu berprinsip, dilihat atau tidak dilihat atasan, ia akan bekerja dengan baik.
“Kita selalu berusaha, karena sekolah ini berada di daerah perbatasan (dengan DIY), maka mutu sekolah ini harus baik. Kita berusaha menjaga nama baik Kabupaten Klaten. Itu saya jaga betul. Dan ternyata, sekolah di Klaten itu baik,” ungkapnya.
Ia juga menggandeng pihak lain untuk meningkatkan SDM para guru.
“Karena dananya terbatas, maka kita gandeng pihak lain yang mau memberikan ilmunya kepada kita. Seperti dengan SMK Muhammadiyah. Mereka mau melatih berbagai kemampuan IT (informasi teknologi) kepada kita. Sebab dari sana gratis, dan kita tidak usah membayar,” terangnya.

Selain itu, SMPN 2 Prambanan juga meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Saya berpesan kepada teman guru, ana gawean apa wae, kudu ndang ditandangi, gek ndang rampung. Saya juga sampaikan ke para guru, kita harus ramah, tidak boleh membeda-bedakan. Baik yang bersandal jepit maupun yang bermobil mewah. Semua dilayani dengan baik, dengan ramah, dengan santun. Terhadap murid, para guru tidak boleh kasar. Saya terus beri motivasi kepada mereka,” katanya.
Menurutnya, selama dua tahun terakhir ini, selalu ada peningkatan jumlah siswa di SMPN 2 Prambanan pada setiap tahunnya. Dan menariknya, siswa yang mendaftar di sekolah ini tidak hanya dari wilayah Kabupaten Klaten saja, tetapi juga dari Kabupaten Sleman.
“Ini sebuah prestasi bagi kami. Saat PPDB di DIY belum selesai, quota siswa kami sudah terpenuhi, bahkan “membuang” calon siswa. Untuk zonasinya, kita memang sampai wilayah Kabupaten Sleman, seperti Kecamatan Prambanan, Kalasan, dan Cangkringan. Jadi zonasinya luas banget. Maka tak mengherankan kalau banyak siswa kita yang dari DIY,” ungkapnya.
Tak hanya itu, SMPN 2 Prambanan kini juga termasuk sebagai Sekolah Penggerak.
“Belum lama ini, kita juga mengadakan pengimbasan ke sekolah sekitar,” ucapnya.









