WartaKita.org – Personel gabungan dari Polres Klaten, Kodim 0723/Klaten, Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP Kabupaten Klaten melaksanakan operasi yustisi di perbatasan Jateng-DIY tepatnya di depan Pos Lantas Tangguh Prambanan, Rabu (21/4/2021) sore.
Operasi yustisi yang dipimpin oleh Kabagops Polres Klaten AKP I Wayan Suhendar ini melakukan penyekatan secara selektif prioritas kendaraan plat luar daerah yang akan memasuki wilayah Kabupaten Klaten.
Kabagops Polres Klaten AKP I Wayan Suhendar mengatakan, operasi yang dilakukan menjelang berbuka ini adalah kegiatan rutin gabungan yang bertujuan untuk menekan penyebaran kasus covid-19. Jika sebelumnya operasi yustisi banyak menyasar kerumunan, maka menjelang hari H aturan larangan mudik ini, pihaknya mulai bergerak di perbatasan.
“Seperti yang dilakukan kali ini. Sasaran dari operasi yustisi ini adalah pembubaran kerumunan, pembagian masker, dan hari ini kita tambahkan swab antigen,” jelasnya.
AKP I Wayan Suhendar menyatakan, teknis yang dilaksanakan oleh personel gabungan adalah dengan penghentian dan pemeriksaan secara selektif prioritas terhadap kendaraan plat luar daerah yang akan memasuki wilayah Kabupaten Klaten. Apabila didapati pengendara dan penumpang berasal dari luar daerah Klaten, maka akan di-swab antigen di Pos Lantas Tangguh Prambanan.
Dari pantauan di lokasi, selama kegiatan yang berjalan sekitar 1 jam tersebut, petugas gabungan berhasil melakukan swab antigen terhadap 4 orang dari luar daerah.
“Tadi ada 4 orang (yang di-swab antigen). Hasilnya negatif. Karena negatif, jadi tidak perlu PCR, dan (yang bersangkutan) bisa melanjutkan kegiatannya,” terangnya.
AKP I Wayan Suhendar menjelaskan, kegiatan operasi yustisi akan terus dilakukan di lokasi-lokasi yang dinilai berpotensi memularkan covid-19. Operasi yustisi juga akan digencarkan untuk mendukung kebijakan Pemerintah terkait larangan mudik.
Sementara itu Mulyadi, salah seorang pengendara yang dilakukan swab antigen mengaku sangat mendukung apa yang dilakukan Polres Klaten. Karena kegiatan ini merupakan salah satu upaya mendeteksi penyebaran covid-19.
Dia juga merasa tidak keberatan menjalani swab antigen. Dan justru dia senang, karena hasilnya negatif dan surat keterangannya bisa digunakan untuk perjalanan balik ke Bogor.
“Baguslah (swab antigen). Ini buat penyaringan (screening). Kebetulan nanti mau masuk kerja harus swab. Ini malah dapat gratis,” ucapnya.
Sebelumnya, pria yang sehari-hari bekerja di daerah Bogor, Jawa Barat ini mengaku pulang ke Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan karena orangtuanya meninggal. Dia berencana akan kembali ke Bogor malam ini juga.









