Tari Kolosal “Nusantara Bersatu” Semarakkan Tutup Tahun Pembelajaran PAUD Theresia Wedi

Anak-anak saat memainkan Tari Kolosal “Nusantara Bersatu”.

WartaKita.org – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Santa Theresia Wedi, Kabupaten Klaten menggelar acara tutup tahun pembelajaran 2017/2018 di GOR Desa Gadungan, Kecamatan Wedi pada Sabtu (2/6/2018) sore.

Acara tutup tahun pembelajaran PAUD Santa Theresia Wedi ini diisi dengan sambutan, penyerahan anak kepada orangtua, penyerahan Surat Keterangan Tamat Belajar (SKTB) bagi anak-anak Kelompok B, pentas seni, dan pelepasan burung merpati. Acara tutup tahun pembelajaran ini mengusung tema “Nusantara Bersatu”.

Bacaan Lainnya

Kepala PAUD Santa Theresia Wedi, Suster Maria Margaretha AK dalam sambutan menyampaikan, inti dari acara tutup tahun pembelajaran ini yaitu tutup tahun, pelepasan anak-anak Kelompok B (TK besar), dan pentas seni sebagai ajang kreasi bagi anak, guru, dan orangtua. Ada 64 anak Kelompok B yang “diserahkan kembali” kepada orangtuanya.

“Kami (PAUD Santa Theresia Wedi) mengucapkan terima kasih kepada para orangtua yang telah mempercayakan putra dan putrinya untuk belajar di sekolah ini. Mewakili para guru dan karyawan, kami mohon maaf, jika ada yang kurang berkenan selama kami mendampingi putra dan putri bapak ibu. Karena memang tidak mudah untuk membimbing anak-anak zaman now (sekarang) ini,” kata suster.

Sedang Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan Kecamatan Wedi Sudibyo mengapresiasi positif acara tutup tahun pembelajaran yang dikemas dalam gelar seni ini.

“Terus terang, saya kagum, saya takjub melihat penampilan anak-anak ini. Meski masih kecil, anak-anak sudah bisa memainkan alat musik drumband yang begitu hebat. Bisa memainkan lagu Anoman Obong. Acara ini positif, dan layak diapresiasi. Saya berharap, acara seperti ini bisa diadakan secara berkesinambungan, untuk menggali potensi anak-anak kita,” ucapnya.

Pentas seni dalam rangka tutup tahun pembelajaran ini diisi dengan beragam penampilan. Seperti pentas drumband, Tari Kunanta, animasi (Lagu Berkah Dalem, Jumpa Lagi, Nandur Rukun), menyanyikan lagu Untuk Ibu, Tari Sluku-Sluku Bathok, Tari Kolosal Nusantara Bersatu, Tari Cublak-Cublak Suweng, menyanyikan lagu (Pagiku Cerahku, Terima Kasih Guruku, Lagu Untuk Mama), Tari Semut, Tari Badindin, Tari Wercita, Tari Sintren (dari guru), serta menyanyikan lagu Jangan Pernah Menyerah dan Tari Gemufamire (dari Humas kelas).

Dari sekian penampilan, Tari Kolosal “Nusantara Bersatu” sungguh menyita perhatian para hadirin. Tari kolosal “Nusantara Bersatu” ini merupakan kolaborasi lima tari dari Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, dan Papua. Ada pesan sarat makna dari tari yang dikoreograferi Mas Surono itu. Dalam tari itu, anak-anak ditanamkan rasa cinta pada tanah air dan menghargai keberagaman sejak dini.

“Di PAUD Santa Theresia Wedi, anak-anak diajarkan katekese kebangsaan sejak dini. Dan tema pembelajaran cinta pada tanah air itu bisa dituangkan melalui seni. Seperti pada Tari Kolosal “Nusantara Bersatu” ini,” ujar Suster Maria Margaretha AK.

Pos terkait