Tangkal Tantangan Bangsa, Warga Harus Pahami Wawasan Kebangsaan

Kegiatan Pemantapan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya dalam upaya memperkuat integrasi daerah di Gedung Dharma Wanita Klaten, Sabtu (13/3/2021).

WartaKita.org – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah bekerjasama dengan Anggota DPRD Jawa Tengah dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah 5 menggelar kegiatan “Pemantapan ketahanan ekonomi, sosial dan budaya dalam upaya memperkuat integrasi daerah” di Gedung Dharma Wanita Klaten, Sabtu (13/3/2021).

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah Haerudin menyampaikan, kegiatan pemantapan ini diisi dengan diskusi panel yang menampilkan empat narasumber dari Anggota DPRD Jawa Tengah dari Dapil Jawa Tengah 5.

Bacaan Lainnya

Sedang peserta berasal berasal dari perwakilan elemen masyarakat, penggiat anti narkotika, FKUB, dan perantara.

“Kegiatan ini bertujuan untuk terjaganya ketahanan ekonomi, sosial dan budaya melalui kajian strategik atas kondisi ketahanan bangsa di Jawa Tengah,” tulisnya dalam buku panduan.

Dalam diskusi panel ini, Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Anton Lami Suhadi menyampaikan materi “Partisipasi politik untuk kesejahteraan rakyat”. Wakil Ketua Komisi B, Sri Marnyuni membawakan materi “Aktualisasi pilar kebangsaan dalam dimensi kehidupan”. Anggota Komisi E, Sumarsono mengetengahkan materi “Cinta agama, toleransi dan Indonesia”. Dan Anggota Komisi B, Kadarwati mengusung tema “Wawasan kebangsaan untuk Indonesia lebih baik”.

Kadarwati menjelaskan, tantangan identitas generasi bangsa itu nampak dari gempuran dan pola serangan pintar melalui F-7, yaitu food, fuel, fashion, film, fantasi, filosofi, dan finansial. Sedang tantangan generasi bangsa itu berupa ancaman narkoba, dekadensi moral, derasnya arus hoax, krisis jatidiri, dan lainnya.

Nah, untuk menangkal semua tantangan itu, dibutuhkan wawasan kebangsaan. Wawasan kebangsaan adalah hal mendasar bagi bangsa Indonesia untuk mempersatukan Indonesia menjadi satu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa dalam bingkai NKRI,” katanya.

Guru Kader PDIP itu menyatakan, wawasan kebangsaan akan menjadi kunci kesamaan pandangan dan pemersatu tujuan generasi masa kini dan masa yang akan datang dalam menghadapi tantangan bangsa Indonesia baik dari dalam maupun dari luar negeri.

“Wawasan kebangsaan menjadi kunci penguatan kebhinekaan-toleransi dan nasionalisme di tengah tantangan disrupsi dan globalisasi peradaban,” tegasnya.

Kadarwati menandaskan, pemahaman wawasan kebangsaan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Implementasi nyata dari wawasan kebangsaan di lingkungan sekitar kita di masa pandemi covid-19 ini adalah dengan melaksanakan program Jogo Tonggo. Karena keberhasilan penanganan pandemi covid-19 ini bergantung pada kontribusi seluruh elemen masyarakat dan pemerintah. Untuk itu, mari kita bekerja sama, kita bergotong-royong melawan virus corona,” ajaknya.

Usai pemaparan materi, dilanjutkan dengan sesi tanya jawab.

Pos terkait