WartaKita.org – Jajaran Kodim 0723/Klaten telah melakukan berbagai upaya untuk menangani pandemi Covid-19 di Kabupaten Klaten. Ini semua dilakukan agar masyarakat Klaten tetap sehat dan angka kematian akibat Covid-19 dapat ditekan.
Pernyataan ini disampaikan Komandan Kodim (Dandim) 0723/Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (5/8/2021) siang.
Dandim 0723/Klaten Letkol Inf Joni Eko Prasetyo menjelaskan, untuk menangani pandemi Covid-19, jajaran Kodim Klaten dilibatkan dalam Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten dengan kegiatan 3T atau testing (melakukan tes Covid-19), tracing (penelusuran kontak erat), dan treatment (perawatan pada pasien).
Dalam kegiatan tracing dan testing, Kodim Klaten membentuk tim tracing oleh para Babinsa yang bekerjasama dengan Bhabinkamtibmas maupun tenaga kesehatan dan relawan yang ada di desa untuk menelusuri kontak erat dan selanjutnya akan di-testing. Dari testing itulah dapat diketahui tingkat (jumlah) masyarakat Kabupaten Klaten yang terkonfirmasi Covid-19.
“Sedang dalam kegiatan treatmen, Kodim Klaten dilibatkan dalam evaluasi warga dari isolasi mandiri ke isolasi terpusat,” kata Dandim.
Letkol Inf Joni Eko Prasetyo menyatakan, Kodim Klaten dilibatkan dalam pembagian obat paket 1, paket 2, dan paket 3 dari Kementerian Kesehatan RI. Saat ini, Kodim Klaten sudah membagikan 1.553 paket obat kepada masyarakat. Dan saat ini sudah datang 5000 paket obat untuk tahap selanjutnya.
“Dalam pembagian obat ke masyarakat ini kami berkoordinasi dengan tenaga kesehatan setempat. Karena perlu adanya monitoring dan controlling perkembangan (kesehatan) masyarakat yang melaksanakan isolasi mandiri di rumah,” ujar Dandim.
Dandim Klaten mengatakan, Kodim Klaten juga melaksanakan pembagian herbal dari Pangdam IV Diponegoro yaitu Jamu “Bergas Waras” yang dibagikan kepada masyarakat Kabupaten Klaten. Total sudah ada sekitar 2500 botol yang dibagikan. Herbal ini sebagai maintenance (memelihara) atau penguat imun kepada masyarakat yang terpapar Covid-19 sehingga mereka akan cepat sembuh.
“Kodim Klaten dilibatkan dalam Operasi Yustisi dan penegakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level IV. Kodim dilibatkan dalam patroli bersama Polres, Pemkab, dan Satpol PP pada waktu pagi, sore, dan malam hari,” terang Dandim.
Tak hanya itu, lanjut Dandim, Kodim Klaten juga dilibatkan dalam pembagian sembako di wilayah-wilayah dan masyarakat yang terdampak Covid-19 baik yang langsung terkena Covid-19 maupun yang tidak terkena Covid-19. Seperti masyarakat yang mempunyai pekerjaan sektor informal. Pembagian sembako dilakukan secara door to door langsung ke masyarakat.
“Dalam menangani pandemi Covid-19 ini, kami bersama dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat mengimbau kepada seluruh umat beragama dan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan,” tandas Dandim.

Dandim Klaten menegaskan, yang tidak kalah penting dan telah dilakukan Kodim Klaten adalah serbuan vaksinasi. Menurutnya, Kodim Klaten telah memberikan vaksinasi sebanyak 12.000 suntikan. Dan saat ini vaksinasi masih berlangsung di Gedung Sunan Pandanaran RSPD Klaten dengan sasaran 700 orang.
“Saat ini kami sudah mengambil vaksin sebanyak 440 vial untuk 4400 sasaran. Dan (vaksin) siap akan disuntikan lagi kepada masayarakat,” tegas Dandim.
Terkait dengan herbal “Bergas Waras”, Dandim Klaten menyatakan, kalau diamati dan dilihat perkembangan dari hari ke hari secara by name by address, ternyata khasiat herbal ini menunjukkan respon yang positif.
“Dari sekian ribu botol yang kita bagikan, tampaknya responnya alhamdulillah positif. Dalam arti, menunjukkan kesembuhan. Prinsipnya, kita mencegah. Bagaimana yang sakit ringan tidak menjadi sakit berat. Dan kalau sakit berat, dengan bantuan herbal ini, menjadi ringan dan sembuh. Kalau yang OTG (orang tanpa gejala) dengan diberikan herbal tersebut langsung sembuh,” harap Dandim.
Dandim Klaten berharap, dengan herbal tersebut, rumah sakit tidak penuh. Kalau rumah sakit tidak penuh, tentunya tenaga kesehatan tidak kewalahan. Dan sebaliknya, kalau yang sakit (Covid-19) tidak bisa dikontrol, maka rumah sakit akan overload (melebihi daya tampung), sehingga tenaga kesehatan akan kewalahan. Akhirnya, terjadi angka kematian yang tinggi.
“Itulah upaya-upaya kami (Kodim Klaten) untuk menekan angka kematian (akibat Covid-19) dengan cara memberikan herbal agar (yang sakit) tidak menjadi parah,” ucap Dandim.









