Tangani Gizi Buruk Dan Stunting Di Indonesia, Masyarakat Diminta Manfaatkan Kearifan Lokal

Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo menyampaikan materi pada acara Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana bersama Mitra Kerja di Aula Balai Desa Karangpakel, Selasa (5/10/2021).

WartaKita.org – Masalah gizi buruk dan angka stunting di Indonesia masih tinggi. Karena itu, Pemerintah berupaya keras agar masalah gizi buruk bisa tertangani dan angka stunting terus berkurang.

Pernyataan ini disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo di sela acara Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana bersama Mitra Kerja di Aula Balai Desa Karangpakel, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Selasa (5/10/2021).

Bacaan Lainnya

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk mengedukasi, mensosialisasi bagaimana kita bisa bersama-sama memberantas gizi buruk. Ternyata, gizi buruk dan angka stunting kita masih tinggi. Dan ini menjadi concern (perhatian) Pemerintah. Presiden dengan tegas telah menunjuk BKKBN (Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional) sebagai aktor utama untuk mengkonsolidasi bagaimana agar stunting yang menjadi prioritas nasional bisa tertangani,” katanya.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Tengah V ini menyatakan, penanganan gizi buruk dan masih tingginya angka stunting ini menjadi prioritas Presiden Joko Widodo pada periode kedua ini. Penanganan ini bertujuan agar Indonesia bisa terbebas dari gizi buruk dan stunting.

“Gizi buruk pada anak-anak adalah salah satu fakta. Dan ini tidak boleh lagi terjadi pada anak-anak kita. Karena mereka adalah masa depan bangsa, penerus pemimpin bangsa dimanapun levelnya. Maka masyarakat harus kita berikan edukasi. Anak-anak harus menjadi manusia yang sehat. Sehingga kita disibukkan dengan gizi buruk,” ujarnya.

Anggota DPR RI dari Kabupaten Boyolali ini menyebut, penanganan gizi buruk dan masih tingginya angka stunting itu bukanlah pekerjaan yang mudah. Tetapi dengan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Daerah sampai Pemerintah Desa, dirinya percaya, masalah gizi buruk dan masih tingginya angka stunting dapat ditangani.

“Saya kira, dengan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dengan Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten dan Kota, serta seluruh elemen tingkat desa, saya percaya, kita dapat menanganinya. Saya mengajak masyarakat untuk memanfaatkan kearifan lokal, sumber-sumber gizi di sekitar masyarakat, baik hewani dan nabati. Saya kira kita bisa mengatasinya,” tandasnya.

Sedang Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (Dissos P3AKB) Kabupaten Klaten Muhammad Nasir menjelaskan, angka stunting di Klaten masih sekitar 10 persen. Karena itu, Dissos P3AKB sebagai leader dari pencegahan stunting di Klaten ini selalu berinovasi atau mengintervensi kegiatan, terutama yang ada di Kampung KB di masing-masing desa dan kecamatan.

“Dissos P3AKB Kabupaten Klaten mengintervensi Kampung KB yang ada dengan Program Dahsat atau Dapur Sehat Atasi Stunting. Program Dahsat ini digunakan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, serta menyiapkan makanan yang sehat dan bergizi seimbang untuk para ibu hamil dan anak-anak balita, sehingga stunting bisa dicegah,” terangnya.

Warga yang beruntung mendapat hadiah doorprize berupa sepeda dari Rahmad Handoyo.

Sementara itu Camat Trucuk Rabiman menambahkan, penduduk di Kecamatan Trucuk ini terbanyak di Kabupaten Klaten, yaitu 85.593 jiwa dari 24.934 kepala keluarga. Sampai saat ini, 80 persen penduduknya sudah menerima vaksin Covid-19.

Sosialisasi Penguatan Pendataan Keluarga dan Kelompok Sasaran Bangga Kencana bersama Mitra Kerja ini disambut baik oleh warga Desa Karangpakel. Warga sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Masyarakat banyak bertanya, dan bisa menjelaskan. Dari kegiatan ini diharapkan , mereka bisa menjadi salah satu agen perubahan untuk mengurangi gizi buruk di Indonesia.

Dalam sosialisasi ini disediakan banyak hadiah doorprize bagi warga yang bisa menjawab pertanyaan yang diajukan. Ada sepeda, kompor gas, kipas angin, dan sebagainya.

Sebelum sosialisasi, diadakan vaksinasi Covid-19 untuk warga Desa Karangpakel dan sekitarnya yang diinisiasi oleh Rahmad Handoyo.

Usai kegiatan, Rahmad Handoyo melakukan ziarah ke makam Ny Bini, istri Juwandi, Koordinator Relawan RH untuk daerah Klaten di makam Dukuh Santren, Desa Karangpakel.

Pos terkait