WartaKita.org – Kepala Desa (Kades) Banyuripan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Tugino telah melantik enam Perangkat Desa Banyuripan yang baru pada Sabtu (5/5/2018) lalu.
Keenam perangkat desa yang baru itu terdiri dari Sekretaris Desa, Kadus I, Kadus II, Kasie Pemerintahan, Kasie Kesejahteraan, serta Kaur Tata Usaha dan Umum.
Karena itu, untuk menanamkan jiwa kepedulian perangkat desa kepada masyarakat, maka Pemerintah Desa (Pemdes) Banyuripan bekerjasama dengan Rumah Sakit Cakra Husada (RSCH) Klaten mengadakan bakti sosial (baksos) pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, serta penyuluhan kesehatan kepada warga setempat di Balai Desa Banyuripan pada Sabtu (12/5/2018).
“Kami ingin membuat gebrakan baru. Kami ingin menanamkan jiwa kepedulian perangkat desa kepada masyarakat. Agar ke depan, mereka bisa melakukan inovasi-inovasi baru, kaitannya dengan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan, seperti mengadakan bakti sosial semacam ini,” katanya.
Baksos pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang diadakan RSCH Klaten ini disambut baik oleh warga setempat. Warga mengantri dengan tertib untuk mendapatkan pelayanan dari Tim RSCH Klaten.
“Tanggapan dari warga sangat positif. Warga sangat antusias. Ini karena warga selalu berpandangan bahwa kesehatan itu penting. Apalagi, kegiatan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan ini gratis. Pasti, banyak warga yang datang,” ujar Kades Tugino.

Tak hanya pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis. Tim RSCH Klaten juga memberikan eduksi atau penyuluhan kesehatan (penkes) kepada anak-anak TK Pertiwi Banyuripan. Penkes diikuti oleh 68 anak TK dan 20 anak PAUD beserta para gurunya.
Dalam penkes ini, Kepala Instalasi Gizi RSCH Klaten, Zuli Purnama Esti menyampaikan materi mengenai pentingnya menanamkan pola hidup yang bersih dan sehat kepada anak sejak dini.
“Pola hidup yang bersih dan sehat kepada anak itu diantaranya dengan membiasakan sarapan, memberikan makanan yang sehat dan seimbang, mengajak anak untuk suka makan sayur dan buah, tidak jajan sembarangan, dan sebagainya,” terangnya.
Usai penyuluhan kesehatan, Tim RSCH Klaten memberikan makanan tambahan berupa bubur kacang ijo dan buah jeruk kepada anak-anak.
Sementara itu, Humas RSCH Klaten Sukarno menjelaskan, baksos pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis, serta penyuluhan kesehatan ini merupakan perwujudan dari program Klaten Sehat yang dicanangkan RSCH Klaten. Program Klaten Sehat ini terbagi menjadi sub program Kampung Sehat, Sekolah Sehat, Karyawan Sehat, dan Pasar Sehat.
“Program Klaten Sehat ini untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Klaten. Dan ini tentunya sesuai dengan komitmen RSCH Klaten pada tahun 2018, yaitu pasien adalah keluarga,” ucapnya.
Sekadar diketahui, warga Desa Banyuripan ini berjumlah 2.768 jiwa dari 1.114 kepala keluarga (KK). Banyuripan terdiri dari 19 RT, 7 RW, dan 11 dukuh atau kampung. Sebagian besar warga, terutama yang laki-laki, merantau ke luar daerah. Mereka pada umumnya bekerja membuka warung angkringan dan menjual es krim. Warga bekerja merantau di berbagai kota, seperti Jabotabek, Surabaya, dan bahkan sampai di luar Jawa.









