WartaKita.org – Sekitar 300 peserta mengikuti Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang diadakan di Gedung Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Klaten, Rabu (28/8/2019).
Para peserta ini berasal dari perwakilan guru dan kepala sekolah dari TK, SD, SMP, SMA, dan SMK, serta Pengawas, Penilik, Korwil, dan dari jajaran Dinas Pendidikan serta Kantor Kemenag Kabupaten Klaten.
Sosialisasi menampilkan empat narasumber, yaitu Anggota DPR RI Hadi Susilo dari Partai Golkar, Moh Toha dari PKB, Yosef Umar Hadi dari PDIP, dan Anggota DPD Eny Sumarni.
Sedang materi yang disampaikan yaitu Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD Negara RI tahun 1945 sebagai konstitusi negara serta ketetapan MPR, NKRI sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.
Anggota DPR RI Moh Toha menyampaikan, salah satu tugas dari MPR adalah mensosialisasikan Empat Pilar, yaitu Pancasila , UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Sosialisasi Empat Pilar ini perlu diadakan karena kita melihat semangat kebangsaan mulai berkurang. Juga terjadi demoralisasi, pergeseran etika dan toleransi yang semakin menurun. Selain itu, kita juga dihadapkan pada tantangan bangsa yang lain, seperti korupsi, narkoba, toleransi, terorisme, pelanggaran hukum dan HAM (hak asasi manusia). Tantangan-tangangan ini harus dicegah dan ditanggulangi,” katanya.
Anggota DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan, dalam Sosialisasi Empat Pilar ini, MPR RI bekerjasama dengan PGRI. Mengapa dengan para guru?
“Karena para guru ini menjadi tokoh di masyarakat, di sekolah, di lingkungan mereka. Dengan demikian diharapkan, para guru ini bisa menularkan, membagikan, menyampaikan materi Empat Pilar ini kepada keluarganya, sekolahnya, dan lingkungannya,” harapnya.
Sedang Ketua PGRI Kabupaten Klaten Sunardi mengatakan, sosialisasi Empat Pilar ini penting dilakukan. Dari sosialisasi ini diharapkan para guru kembali bersemangat untuk memberikan pemahaman mengenai ideologi negara Pancasila kepada anak-anak sejak dini.
“Pemahaman akan ideologi negara Pancasila itu penting diberikan kepada anak-anak sejak dini. Karena ideologi negara itu untuk pegangan kita dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.
Karena itu, imbuh Sunardi, PGRI Klaten mengusulkan kepada Pemerintah agar Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) juga dibentuk sampai ke tingkat Kabupaten atau Kota. Atau setidaknya, ada lembaga yang khusus menangani sosialisasi nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat, termasuk sekolah
“Kami mengusulkan kepada pengambil kebijakan, agar lembaga seperti BP7 (Badan Pembina Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) di masa lalu diaktifkan lagi. Juga memasukkan Pancasila ke dalam kurikulum sekolah,” ucapnya.









