Siswa SMP Pangudi Luhur Wedi Lulus 100 Persen, Bruder Adrianus: Banyak Orang Hebat Dihasilkan Dari Sekolah Ini…

Siswa Kelas IX SMP Pangudi Luhur Wedi berfoto bersama guru wali kelas dan Bruder Adrianus Sulistyo Kristi Pranowo, FIC di akhir acara pelepasan peserta didik yang diadakan di Balai Mandala Gereja Wedi, Rabu (15/6/2022) sore.

WartaKita.org – SMP Pangudi Luhur Wedi, Kabupaten Klaten menggelar acara pelepasan peserta didik Kelas IX di Balai Mandala Gereja Santa Perawan Maria Bunda Kristus (SPM BK) Wedi, Rabu (15/6/2022) sore.

Pelepasan peserta didik yang mengusung tema “Lanjutkan prestasimu, sukses menantimu” ini dihadiri oleh siswa dan orangtua Kelas IX, guru dan karyawan sekolah, komite sekolah, pengurus alumni, paguyuban orang tua asuh, dan undangan lainnya.

Bacaan Lainnya

Acara pelepasan peserta didik diawali dengan doa pembuka yang dipandu oleh Kepala SMP Pangudi Luhur Wedi, Bruder Adrianus Sulistyo Kristi Pranowo, FIC.

Kemudian penampilan Tari Gunung Sari yang dibawakan oleh Katrem Respati, siswa Kelas VIII.

Ketua panitia pelepasan peserta didik, Antonius Asep Yunadi dalam sambutan mengucapkan terima kasih atas dukungan dari semua pihak, sehingga bisa mengadakan acara pelepasan peserta didik Kelas IX ini.

“Kita bersyukur atas melandainya Covid-19, sehingga kita bisa mengadakan pelepasan peserta didik Kelas IX ini. Saya berpesan, setelah acara pelepasan ini selesai, maka anak-anak silakan langsung pulang. Jangan ada konvoi kelulusan di jalan. Karena itu mengganggu yang lain,” katanya.

Siswa Kelas IX SMP Pangudi Luhur Wedi berfoto bersama guru wali kelas dan Bruder Adrianus Sulistyo Kristi Pranowo, FIC di akhir acara pelepasan peserta didik yang diadakan di Balai Mandala Gereja Wedi, Rabu (15/6/2022) sore.

Sedang Kepala SMP Pangudi Luhur Wedi, Bruder Adrianus Sulistyo Kristi Pranowo, FIC dalam sambutan menyampaikan, SMP Pangudi Luhur Wedi berdiri pada 1 Agustus 1962. Awalnya, sekolah ini bernama SMP Pius yang didirikan Kromo di Dukuh Kajen, Desa Pandes, Kecamatan Wedi.

Seiring berjalannya waktu, tempat untuk belajar SMP Pius ini berpindah dan menggunakan Balai Mandala Gereja Paroki Wedi ini. Dan mulai 1 Agustus 1964, pengelolaan SMP Pius diserahkan kepada Yayasan Pangudi Luhur. Maka, sekolah ini kemudian berganti nama menjadi SMP Pangudi Luhur Wedi sampai sekarang.

“Maka, acara pelepasan peserta didik Kelas IX di Balai Mandala ini menjadi “pengulangan sejarah”. Karena SMP Pangudi Luhur Wedi juga pernah menggunakan ruangan ini,” ujar Bruder.

Para guru berfoto bersama panitia pelepasan peserta didik yang diadakan di Balai Mandala Gereja Wedi, Rabu (15/6/2022) sore.

Bruder Adrianus Sulistyo Kristi Pranowo, FIC menjelaskan, selama ini, keberadaan SMP Pangudi Luhur Wedi telah menjadi bagian dan tidak bisa dilepaskan dari Gereja. SMP Pangudi Luhur Wedi menjadi tempat persemaian benih-benih panggilan.

Sejak berdirinya, setidaknya sudah ada ratusan imam, bruder dan suster yang dulunya bersekolah di SMP Pangudi Luhur Wedi ini. Sekolah ini telah terbukti menjadi tempat mengembangkan karakter iman, seperti menjadi misdinar, lektor, dan aktifis gereja lainnya.

Sekolah yang berada di Dukuh Karangrejo, Desa Pandes ini telah mencetak para pemimpin masyarakat dan melahirkan generasi penerus bangsa. Banyak orang-orang hebat dihasilkan dari sekolah ini.

“Kami menyadari, masih ada banyak kekurangan kami, seperti dalam memenuhi fasilitas sekolah. Maka, saatnya kita berbenah dan mau berubah. Mari kita menggali bersama potensi yang ada,” ungkap Bruder.

Pada kesempatan itu, Bruder Adrianus mengajak para ketua lingkungan, Dewan Paroki Wedi, komite sekolah, paguyuban alumni dan lainnya untuk mendukung keberadaan SMP Pangudi Luhur Wedi agar semakin maju dan berkembang.

“Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada para orangtua Kelas IX yang telah mau menyekolahkan anaknya di SMP Pangudi Luhur Wedi. Kami mengucapkan proficiat dan selamat bagi anak-anak yang lulus. Sedang bagi anak-anak yang tidak lulus, harus tetap semangat. Jangan sedih dan menangis,” pesan Bruder.

Anak-anak sedang membacakan surat untuk orangtuanya.

Sementara itu Ketua Komite Sekolah SMP Pangudi Luhur Wedi, YP Wiwit Prajoko dalam sambutan mengatakan, acara pelepasan peserta didik Kelas IX ini patut disyukuri.

“Kami berterima kasih kepada para guru yang tetap bersemangat dalam mendampingi anak-anak. Maka kami mengajak para ketua lingkungan dan dewan paroki untuk mempromosikan sekolah ini ke umat dan masyarakat. Mohon disampaikan, bahwa SMP Pangudi Luhur Wedi ini adalah sekolah yang baik. Banyak ekstrakurikulernya. SMP Pangudi Luhur Wedi siap mencetak generasi yang cerdas dan tangguh,” tandasnya.

Sedang Y Eko Mardiyono dalam sambutan yang mewakili Dewan Paroki Wedi mengucapkan terima kasih dan proficiat kepada anak-anak Kelas IX.

“Saya berharap, acara pelepasan ini menjadi kenangan yang mengesan di masa mendatang. Selanjutnya, adik-adik bisa terlibat dalam kehidupan. Menjadi garam dan terang dunia. Adik-adik dapat mewarnai kehidupan masyarakat,” ucapnya.

Setelah beberapa sambutan, kemudian disampaikan pengumuman kelulusan. Satu per satu anak Kelas IX diminta maju ke panggung untuk menerima surat dari pihak sekolah. Surat beramplop putih itu kemudian dibuka secara bersama-sama. Dan hasilnya, sebanyak 64 siswa Kelas IV SMP Pangudi Luhur Wedi ini dinyatakan lulus 100 persen.

Selanjutnya, sekolah memberikan penghargaan kepada para siswa berprestasi dari masing-masing kelas dan mereka yang mendapatkan juara di tingkat sekolah.

Anak-anak sedang membasuh kaki orangtuanya.

Ada yang menarik dalam acara pelepasan peserta didik Kelas IX ini. Anak-anak diminta membacakan surat untuk orangtua yang telah dibuat sebelumnya. Anak-anak juga diminta membasuh kaki orangtuanya sambil berlutut.

Moment ini membuat anak-anak dan orangtua jadi terharu. Mereka menangis karena tak kuasa menahan air mata. Ada rasa yang bercampur aduk saat itu.

Di akhir acara, perwakilan siswa memberikan bunga dan bingkisan kepada para guru. Juga ada ucapan kesan dan pesan dari perwakilan lulusan.

Selanjutnya, para lulusan ini maju kedepan untuk membacakan ikrar alumni. Kemudian, mereka menyanyikan lagu Bagimu Negeri dan Mars Pangudi Luhur.

Acara pelepasan peserta didik Kelas IX ini diakhiri dengan berfoto bersama para guru dan kepala sekolah.

Pos terkait